Di dalam Yohanes pasal pertama dikatakan bahwa “pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah”. Tapi di bagian selanjutnya mengatakan “Firman itu menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah kita. Dan kita semua telah melihat kemuliaanNya yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa. Penuh kasih karunia dan kebenaran”, penuh emet dan hesed kalau di dalam Bahasa Ibrani. Inilah pernyataan nama Tuhan, “Tuhan, Tuhan penuh kasih setia dan kebenaran”. Tuhan mengatakan nama ini kepada Musa. Musa dua kali tanya nama Tuhan, dua kali dia mendapatkan versi nama paling indah di dalam seluruh Perjanjian Lama. Versi pertama Musa tanya “siapakah Engkau kalau ada orang tanya namamu, saya mesti jawab apa?”, Tuhan mengatakan “Ehyeh Asher Ehyeh” artinya Aku adalah Aku, nama yang sangat unik. Nama yang bukan memberitahu nama seperti yang Musa harapkan. Nama yang seperti menyembunyikan nama. Pemberitahuan nama ini sekaligus mengingatkan Musa “kamu tidak bisa tampung pengenalan akan Tuhan di dalam satu nama saja”. Itu sebabnya Musa waktu dapat nama “Aku adalah Aku” langsung tahu ini adalah Allah yang beda dengan allah manapun, ini adalah Allah sejati, ini tidak sama dengan berhala manapun. Ini adalah Allah yang namanya pun mengandung misteri yang begitu dalam sekaligus mengandung janji penyertaan karena Allah adalah Allah. Tuhan adalah Tuhan, Dia adalah Dia. Dia ada, Dia tidak berubah, Dia menyertai, Dia mendampingi, Dia tidak akan mengubah hal-hal paling utama dalam diriNya. Dia tidak akan mengubah sifat-sifatNya. Saudara bisa percaya Dia, Saudara bisa pegang karakterNya, Saudara bisa bercermin tentang dirimu, lalu menjadikan Allah yang paling sempurna untuk membentuk Saudara. Tuhan adalah yang memimpin kamu. Maka nama ini nama yang indah, nama yang mengandung perjanjian. Dan kesetiaan Tuhan kepada perjanjian ada di dalamnya. Tapi nama ini pun membuat Musa sadar dia mesti rendah hati, “saya tidak bisa mengerti Nama ini dengan sempurna. Saya tidak bisa menebak dan mengetahui Tuhan dengan sepenuh-penuhnya. Tuhan tetap mempunyai misteri yang saya mesti kagumi dan saya mesti rendah hati”. Ketika Tuhan menyatakan nama ini, Musa mendapatkan pewahyuan yang baru. Belum pernah ada orang mendapatkan nama ini, tapi Tuhan menyatakannya kepada Musa. Karena Tuhan mau memberi tahu kepada Israel lewat Musa. Musa bisa kenal Tuhan supaya Israel dapat berkat. Maka Tuhan menyatakan diri sebagai Allah yang tidak akan pernah berubah. Allah yang kesetiaanNya bisa dipegang. Lalu kedua kali Tuhan lewat di depan Musa, kemudian Tuhan menyatakan namaNya, Yahweh. Yahweh bentuk lain dari Ehyeh Asher Ehyeh, ini kata-kata huruf di dalam bahasa Ibrani yang bisa bermakna berkait. “Tuhan, Tuhan” lalu bagian selanjutnya dikatakan “penuh kasih setiap dan kebenaran”, ini nama kedua yang Musa dapatkan. Allah tidak berubah dan Allah berjanji setia dan penuh cinta kasih. Ini bahasa-bahasa atau kalimat-kalimat yang indah sekali. Ketika Tuhan memperkenalkan nama, Tuhan seperti memperkenalkan nama supaya Israel tenang di dalam Dia. Tidak ada yang bisa lebih tenang dari Israel karena mereka kenal Tuhan. Tuhan mengatakan “Akulah Allah yang penuh kasih setia dan kebenaran. Kamu tidak akan menemukan ada penyimpangan di dalam diriKu, kamu tidak akan menemukan ada karakter yang menjijikan, yang aneh, yang asing, yang cemar”, karena Allah adalah Allah yang kudus secara moral, tidak bercacat secara etik, tidak mungkin menyimpang, tidak mungkin rendah, tidak mungkin buruk secara pribadi. Allah adalah yang karakterNya sempurna dan kita bisa pegang. Dia penuh dengan kasih setia, Dia tidak akan ubah perlakuan Dia kepada Israel. Israel menerima belas kasihan mulai dari titik pertama Tuhan janjikan kepada Abraham sampai nanti kesempurnaannya di dalam Kristus. Semua kaum pilihan semua Israel sejati terus mendapat kasih setia Tuhan. Maka tidak ada orang dalam sejarah lebih bahagia dari Musa, dengar langsung pernyataan Tuhan tentang namaNya. Dan dalam dua nama ini terkandung makna yang sangat indah. Musa tahu inilah Allah yang setia, inilah Allah yang tidak akan ubah karakter, ini adalah Allah yang tidak mungkin merugikan manusia. Saudara kalau kenal manusia Saudara kenal pribadi yang agung, Saudara akan kagum dan mengatakan “orang ini mesti jadi guru saya”, ini adalah hal yang wajar dalam diri setiap manusia. Setiap kali bertemu orang dengan karakter agung, Saudara langsung bersyukur dan mengatakan “kamu jadi teladan saya, kamu yang saya mau teladani. Kamu adalah pemimpin, kamu adalah orang hebat, kamu adalah orang agung”. Orang bijaksana akan cari orang agung untuk dijadikan guru. Tapi orang bodoh akan cari orang lemah, orang rendah, orang bodoh, orang yang cuma mengagumkan di dalam sisi tidak penting. Sekarang terlalu banyak orang meninggikan hal tidak penting dan menyampahkan hal paling yang utama. Maka ketika Musa bertemu Tuhan, dia tahu inilah yang akan membuat dia dan seluruh Israel menjadi sempurna sebagai bangsa, karena mereka punya Tuhan, “kami punya Allah yang karakterNya adil. Kami punya Allah yang sifatNya akan membuat seluruh masyarakat kami baik, jika kami taat kepada Dia”. Tapi apakah hanya peristiwa ini dimana manusia berjumpa dengan Tuhan dan Tuhan menyatakan nama? Ternyata tidak, karena di dalam Yohanes 1, Yohanes mengatakan “Firman menjadi manusia dan Dia berdiam di tengah-tengah kita dan kita sudah lihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan yang diberikan kepada Dia sebagai Anak Tunggal dari Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”. Yesus Kristuslah yang membawa kesetiaan Allah menjadi real di dalam rupa manusia. Yesus Kristuslah yang membuat Allah begitu dekat dengan manusia. Ini tema dari iman Kristen yang tidak ada pada agama manapun yaitu tentang Allah yang ingin menyertai manusia, Allah yang mau berdiam bersama dengan manusia, Allah yang mau dikenal bukan karena Dia tinggi dan agung saja tapi karena Dia rela merendah dan menjadi sama dengan kita. Ini tema inkarnasi tidak ada di dalam agama manapun. Semua orang menghina iman Kristen dengan mengatakan “tidak masuk akal”. Tapi main Kristen bukan tidak masuk akal, iman Kristen memang tidak akan kompatibel dengan agama palsu. Kalau orang mengatakan “3 kok 1, 1 kok 3, Tritunggal membingungkan”, Saudara mengatakan siapa yang tidak bingung karena dirinya terlalu rendah, terlalu lemah, dan tercemar untuk mengenal Tuhan. Semua orang menafsirkan perasaan tidak mengerti, perasaan kerdil, perasaan kecil sebagai bingung. Kalau ada orang mengatakan “saya bingung sama iman Kristen”, Saudara mengatakan “kamu salah mengerti dirimu. Kamu tidak sedang bingung, kamu sedang mendapatkan dirimu terlalu terbatas. Kamu sedang mendapatkan dirimu terlalu rendah. Dan kamu sedang mendapatkan dirimu tidak mungkin bisa menangkap Allah yang sempurna dan yang melampaui kita itu”. 

« 2 of 6 »