Dan orang Israel bergumul untuk kenal Tuhan terutama di dalam periode ketika Israel dibuang ke Babel. Mereka sangat bingung “mengapa kami dibuang ke Babel? Kami ingin dipulihkan. Tuhan, maukah Engkau memulihkan kerajaan ini?”, mengapa mereka sangat ingin Israel dipulihkan? Karena kalau Israel tidak dipulihkan, Tuhan tidak punya tempat di kerajaanNya di bumi. Mengapa Tuhan hanya lewat Israel baru bisa menyatakan kerajaanNya? Karena itu yang Dia janjikan. Dia mengatakan di dalam Kitab Keluaran, “dari seluruh umat di bumi, engkaulah yang Aku pilih”. Di dalam Kitab Ulangan diulangi lagi “dari semua bangsa, engkaulah yang Aku tempatkan menjadi bangsa yang spesial, kerajaan yang imamat untuk menyatakan kemuliaan nama Tuhan di seluruh bumi”, jadi Tuhan pilih Israel. Apakah Tuhan pernah mengatakan di dalam Perjanjian Lama, Tuhan ubah, Tuhan tidak lagi pilih Israel dan Tuhan pilih bangsa lain, itu belum pernah terjadi. Jadi orang Israel tahu, kalau kerajaan di bumi mau dipulihkan harus lewat Israel. Itu sebabnya banyak orang-orang yang suci, yang baik hatinya, berdoa terus kepada Tuhan “Tuhan, pulihkan kerajaan ini”. Mereka mendoakan Israel lebih giat dari pada mendoakan apa pun yang mereka alami dalam hidup. Mereka terus berdoa “Tuhan, mengapa Engkau tinggalkan bumi ini? Pulihkan kerajaanMu”. Dan Tuhan tidak jawab mereka. Saya baca tulisan dari seorang rabi yang dia tulis pada abad ke-2 sebelum Masehi, dikatakan “Tuhan apakah Engkau sedemikian lelah mendengarkan doa kami? Kami tidak akan pernah lelah berdoa. Kami akan terus berdoa, meskipun Engkau sudah muak mendengarnya. Karena kami tidak tahu harus bagaimana lagi untuk hidup selain memohon kepada Tuhan memulihkan Israel”. Kalimatnya mengharukan “Tuhan, Engkau sudah capek mendengarkan kami? Tapi kami tidak tahu lagi mesti bagaimana, kami mesti tetap mengemis kepadaMu”. Di dalam Kitab Yeremia dikatakan “Tuhan sudah sedemikian marahkah Engkau, sehingga doa kami tidak Engkau pedulikan sama sekali?”. Bahkan Tuhan menyatakan kepada Yeremia, kalau ada orang dengan tingkat kerohanian mirip dengan nabi-nabi besar seperti Daniel dan lain-lain, “Aku tetap tidak akan dengar”, kalimat yang sangat keras. Tuhan sudah sangat muak dengan Israrl, karena Israel mengabaikan mezbah Tuhan dan baitNya lalu pergi berzinah dengan menyembah berhala lain. Ini penghinaan yang sangat parah, sehingga Tuhan sangat muak dan membuang mereka, tapi mereka terus memohon “Tuhan pulihkan”. Dan di dalam Kitab Zakharia akhirnya ada janji, Tuhan akan kirimkan Anak Daud. Di dalam Kitab Malekahi akhirnya dinyatakan “Aku akan utus yang mendahului Raja itu”. Lalu mereka tunggu itu sampai 400 tahun, sampai Yohanes Pembaptis berseru dan mereka mengatakan “inilah yang kami harapkan”. Ini adalah pengharapan Israel sudah dinyatakan. Bayangkan berapa penuh sukacitanya orang-orang Yahudi yang suci, yang menantikan Kerajaan Allah di bumi dipulihkan. Mereka pasti sangat senang waktu mereka melihat Yesus, karena mereka tahu inilah Mesias itu dan mereka tidak menemukan orang seperti Yesus, tidak ada seperti Dia yang punya kuasa demikian besar, tapi yang mendedikasikan kuasa itu demi kebaikan orang lain. Semua pemimpin terdahulu memanipulasi yang lain demi diri mereka. Memanipulasi rakyat, memanipulasi suara, memanipulasi rakyat demi mereka. Berkali-kali Alkitab mencatat, Yesus mengenyahkan penyakit, Yesus menghardik demam, Yesus membuat orang tuli mendengar, Yesus membuat orang lumpuh bisa berjalan. Dan yang kedua terakhir, Yesus mengampuni dosa. Yesus menyatakan dengan otoritas “dosamu sudah diampuni”. Dan yang paling besar, Dia bisa mengusir kematian. Tidak ada raja bisa melakukan ini, mengusir kematian, menyatakan tahtaNya berkuasa bahkan atas kematian sekalipun. Dan Yesus mengusir kematian dari banyak orang, dari orang yang baru mati, dari orang yang sudah lama mati, dari orang yang sudah mengalami kematian 4 hari, dan terakhir dari kematianNya sendiri. Yesus lebih berkuasa dari siapa pun, maka para murid tahu kalau Mesias itu datang, kalau bukan Yesus, tidak mungkin ada orang bisa kerjakan mujizat lebih banyak dari orang ini. Maka mereka mengatakan “inilah Mesias, kami bersukacita Mesias sudah datang”.

« 3 of 8 »