Identitas dan kehidupan adalah satu kesatuan. Di dalam bagian selanjutnya tema ini dibahas lebih dalam oleh Paulus. Dan Paulus membahas tema ini dengan sangat unik yaitu dia berdiskusi dengan dirinya sendiri, dia memikirkan pertanyaan dan memikirkan kemungkinan jawaban dari pertanyaan ini. Dikatakan “kalau begitu apa kelebihan orang Yahudi, apa gunanya sunat?”, maksudnya adalah jika orang yang bersunat tidak dianggap dia menjalankan kehidupan yang baik, maka apa gunanya sunat? Apa gunanya menjadi orang Yahudi kalau ternyata orang bangsa lain pun bisa menjadi orang benar. Jadi kalau bangsa lain yang bukan Yahudi menjalankan kehidupan yang baik, diperkenan oleh Tuhan, orang Yahudi menjalankan perbuatan baik dan diperkenan oleh Tuhan, lalu apa beda Yahudi dan bukan Yahudi? Jika kelompok tidak bersunat menjalankan perintah Tuhan dan kelompok bersunat tidak menjalankan, Tuhan berkenan kepada yang tidak bersunat itu. Kalau begitu apa uniknya menjadi bangsa pilihan? Ini menjadi pertanyaan yang sangat serius untuk dipikirkan, karena seolah-olah tradisi Perjanjian Lama, pemanggilan Israel sebagai bangsa dan janji Tuhan kepada mereka sebagai bangsa, seperti tidak ada artinya. Karena bangsa lain pun bisa berbagian. Jadi apa uniknya Israel? Paulus mengatakan satu hal di dalam ayat 2, “sebab kepada mereka dipercayakan firman Allah”. Keunikan Israel akan Paulus bahas lebih banyak lagi di pasal 9. Jadi kita akan menunggu waktu cukup lama untuk mengerti lebih banyak dari apa yang Paulus katakan karena baru akan kita bahas di pasal 9. Tapi pasal 3 ini sudah memberitahukan kepada kita tema yang sangat inti yaitu bahwa Tuhan mempercayakan firman kepada Israel. Kalau Tuhan mempercayakan firman berarti di dalamnya Tuhan juga mempercayakan aturan dan janji. Nanti ini akan kita kaitkan dengan ayat 3 bahwa ketika Tuhan menyatakan firman, di dalam firman ada aturan yaitu bagaimana harus hidup, dan ada janji yaitu apa yang Tuhan akan kerjakan untuk Israel. Jadi di dalam firman Tuhan, Tuhan menyatakan tuntutan supaya Israel taat kepada Dia, dan ini yang berkait dengan pasal 2 tadi, “jika kamu mengerti tuntutan Tuhan dan tidak menjalankan maka kamu jauh lebih buruk dari pada orang yang tidak mengerti langsung (tidak diberikan firman seperti Israel) tapi menjalankan apa yang menjadi tuntutan Tuhan”. Menjalankan hidup sesuai yang Tuhan mau, itu yang menjadi inti sebenarnya. Jadi Tuhan menyatakan firman berarti Tuhan menyatakan apa yang Dia tuntut dari umatNya. Tuhan menghendaki umatNya untuk hidup dengan cara yang benar, ini menjadi sorotan Surat Roma. Tentu ada banyak hal yang Tuhan nyatakan tentang apa yang harus dijalankan umat, namun Surat Roma sangat menekankan kebajikan dan kebenaran, righteousness. Yang Tuhan tuntut dari umatNya adalah supaya umatNya menjadi umat yang benar. Umat yang benar berarti mampu hidup benar, mampu memperlakukan orang lain dengan benar dan mampu menciptakan masyarakat atau komunitas yang adil. Keadilan menjadi tema penting, bagaimana Israel menjadi umat yang adil, memperlakukan sesamanya dengan tepat, menghargai kebajikan dan kekudusan dan membenci keberdosaan, ini harus terjadi di tengah-tengah Israel. Itu yang Tuhan inginkan. Jadi Tuhan punya tuntutan terhadap umatNya, ini aspek yang seringkali kita abaikan. Tuntutan Tuhan terlalu dianggap remeh ketika kita sudah terbiasa menjadi umat yang tidak melihat langsung tindakan Tuhan kepada umatNya. Ada hal yang unik dalam reformasi, dalam pikiran Luther dan Calvin. Ada hal unik yang dibahas oleh para reformator yaitu mengenai Allah yang tidak kelihatan. Bagaimana sebenarnya gereja harus bersikap atau orang percaya harus bertindak di dalam hidup menghadapi Allah yang tidak kelihatan, Allah yang sepertinya tersembunyi. Allah yang tidak kita lihat hukumanNya, Saudara kalau bisa melihat langsung hukuman Tuhan, kita tidak mungkin hidup sembarangan. Kalau ada di antara kita yang main-main lalu api turun dari langit, kita tidak mungkin hidup dengan cara main-main. Tapi kita tidak melihat Tuhan bertindak, Tuhan tidak jelas karena kita tidak mengalami Dia. Tuhan tidak terlihat dan Tuhan tindakanNya seperti tersembunyi dari kita. Bagaimana kita memahami tema ini? Luther menawarkan memahami Tuhan lewat cara salib. Jadi bagaimana mengenal Tuhan yang tersembunyi? Renungkan tentang salib. Kekristenan bukan cara mudah karena kita harus meruntuhkan cara pikir kita yang sudah dibiasakan, yang dibentuk oleh budaya ini, oleh orang tua, oleh keluarga, yang ternyata tidak selaras dengan yang Tuhan mau. Kita perlu bereskan ini. Ada problem besar dalam hidup kita yang tidak Kristen, meskipun kita agama Kristen, maka kita perlu mengerti firman. Lagipula Saudara dan saya mengerti firman bukan hanya untuk mengerti perintah lalu jalankan, kita pun mendapatkan firman sebagai bagian dari kebutuhan kita akan keindahan. Saudara perlu mengalami keindahan Tuhan. Dan keindahan itu tidak bisa dipahami tanpa firman. Tapi ketika Saudara sudah punya kerangka firman yang benar dalam diri kita, kita akan mudah melihat kemuliaan Tuhan dimana-mana.

1 of 6 »