Anda disini : Home » Reformed Theology » Khotbah » Seri Mengapa Allah Menjadi Manusia(2): Takhta untuk Sang Kristus
GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA - Bandung
 
 

Seri Mengapa Allah Menjadi Manusia(2): Takhta untuk Sang Kristus

Pdt. Jimmy Pardede

(Kolose1: 16)
Hal kedua yang akan saya bahas saat ini, mengapa Yesus datang menjadi manusia, mengapa Allah menjadi manusia? Karena Dia ingin mengkonfirmasi Kerajaan Sorga dan bumi sebagai KerajaanNya Allah. Inilah yang digambarkan di dalam Kolose 1, di dalam Dialah baik sorga mau pun bumi diciptakan, oleh Dialah baik yang di sorga mau pun yang di bumi diciptakan. Jadi Kristus adalah penyebab segala yang ada di bumi dan di sorga ada, dan Kristus adalah yang menyebabkan dan yang menjadi tujuan mengapa ada banyak hal tercipta baik di sorga maupun di bumi. Tapi waktu dikatakan segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia, Kolose 1: 16 menekankan pada takhta, singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa. Ini sesuatu yang mau kita gali lebih dalam, mengapa Kitab Suci menekankan pada pemerintahan, pada penguasa, pada kerajaan, untuk mengerti ini kita mesti tahu dulu pengertian Paulus tentang kuasa pemerintahan dan kerajaan. Paulus tidak banyak menyinggung kerajaan-kerajaan dunia, dia tidak banyak bergumul atau memberikan tulisan yang membahas tentang makna kerajaan dunia, tentang kaitan orang Kristen dengan politik. Banyak ayat penting dari Paulus membahas tentang politik, tetapi umumnya ketika Paulus bicara tentang kerajaan, dia sedang berbicara entah itu Kerajaan Allah, atau dia sedang berbicara tentang kerajaan setan. Meskipun Anselmus benar, manusia tidak berada dalam perhambaan kepada setan, lalu Yesus datang untuk membebaskan manusia dari setan, itu benar. Tapi bukan berarti kedatanganNya tidak ada kaitan dengan kuasa setan yang merajalela. Maka kita mau gali lagi dari pemikiran Paulus mengenai kerajaan setan, mengenai apa yang dikerjakan oleh iblis dan bagaimana Allah membungkam dia untuk selama-lamanya. Kalau kita tahu berapa hebatnya tipu dayanya, berapa giatnya dia, baru kita tahu bagaimana perlunya kita beriman kepada Kristus. Banyak orang Kristen merasa tidak perlu bergantung kepada Tuhan, karena tidak merasa ada sesuatu yang salah pada hidupnya. Kalau kita tidak tahu musuh kita begitu kuat, kita mungkin tidak akan berharap pada apa pun, kita tidak perlu bergantung pada siapa pun, karena yang kita hadapi bisa kita tangani sendiri. Saudara kalau tidak tahu betapa kuatnya musuh kita, kita akan salah bawa senjata. Jadi kalau kamu tahu berapa gigihnya dan berapa kuatnya lawanmu, kamu akan mati-matian bergantung kepada Kristus. Ini alasan banyak orang Kristen hidup rohaninya santai sekali, hidup doanya lesu sekali, hidup saat teduhnya parah sekali karena tidak tahu serangan yang besar dari setan sedang dia siapkan untuk menghancurkan gereja Tuhan.

Paulus punya pengertian tentang kuasa jahat yang ada di udara, kuasa jahat yang ada di sorga, dan kuasa jahat yang ada di bumi. Pengertian ini berasal dari Kitab Suci. Dalam Perjanjian Lama dikatakan bahwa setan adalah lawan dari Tuhan yang masih berdiam di sorga, yang berusaha menghancurkan bumi tapi yang masih punya akses ke sorga. Dia adalah pengacau di sorga, pengacau di tengah antara sorga dan bumi, dan dia adalah pengacau di bumi. Dia adalah pengacau di semuat tempat. Itu sebabnya ketika Kitab Ayub menceritakan malaikat-malaikat pergi menghadap Tuhan dan di tengah-tengah mereka ikut juga setan bersama-sama mereka. Mengapa iblis bisa bertemu dengan Tuhan di sorga? Saya ingatkan, iblis memang dari sorga, dia sedang menunggu waktunya dilempar, dihancurkan. Namun yang misterius dari Alkitab adalah Allah menunda waktu menghancurkan. Ini mengherankan, kalau dia sudah salah, sebaiknya langsung dihancurkan. Kalau di sini ada pengajar yang sesat apakah lebih baik tunggu atau langsung dipecat. Kalau saya khotbahnya sembarangan, apakah langsung dipecat atau tunggu? Saudara akan mengatakan langsung disingkirkan sebelum dia merusak. Tetapi ada pertanyaan yang ditanyakan oleh orang Yahudi maupun orang yang membaca Kitab Suci, kapan Tuhan hancurkan musuh yang satu ini? dia adalah musuh dan Tuhan sudah tahu, dia sudah merancangkan sesuatu yang merusak dan Tuhan sudah tahu. Tuhan sudah kutuk dia, Tuhan sudah nubuatkan kehancuran dia. Tuhan sudah nubuatkan kepalanya akan diremukan oleh keturunan perempuan, tapi kapan itu terjadi? Mengapa waktunya diperpanjang? Kapan tiba waktunya kuasa dari setan ini dihancurkan? Tidak ada jawaban di bagian awal Kitab Suci. Tuhan hanya mengatakan akan ada keturunan perempuan, tapi hanya sampai itu saja. Setelah itu baru kita mulai punya hint, punya sedikit berita yang terfragmentaris di berbagai bagian di Perjanjian Lama, terpecah-pecah sebagai bagian yang tidak utuh. Tapi kita mesti cerdas, mesti cepat tangkap mendeteksi bagian-bagian ini dalam Perjanjian Lama.

Ternyata di dalam Kitab Suci, Tuhan memberikan gambaran bahwa penaklukan atas setan akan dilakukan setelah Dia mengangkat Raja untuk pemerintahanNya. Di sini kita bisa tarik dengan hati-hati bahwa tahta Tuhan adalah yang sedang diincar oleh setan. Setan mengincar tahta Tuhan. Ini adalah hal yang membingungkan, kalau kita mau cari apa yang sebenarnya sedang dia kerjakan, tapi Saudara bisa sedikit membaca dari Kitab Yesaya atau Yehezkiel, waktu ada nubuat tentang Raja Babel dan Raja Tirus. Nubuat tentang Raja Babel dan Raja Tirus yang akan dihancurkan, melampaui nubuat untuk raja biasa. Karena dikatakan “hai kamu Raja Tirus”, atau “hai kamu Raja Babel”, dua-duanya mirip “kamu ingin tinggal di gunungNya Tuhan, kamu mengincar kedudukan lebih tinggi yaitu tahta mulia yang Tuhan sendiri miliki. Jadi ada problem di sorga yang tidak banyak diberitakan oleh Tuhan, tapi yang sedikit-sedikit Tuhan mulai nyatakan, yaitu ada yang incar tahta di sorga. Tahta siapa yang diincar? Apakah setan berani mengincar tahta Tuhan, apakah dia tidak tahu kalau Tuhan lebih besar dari siapapun, apakah dia tidak tahu kalau Tuhan tidak mungkin dikalahkan, apakah dia tidak tahu kalau Tuhan adalah Tuhan yang memegang kuasa atas langit dan bumi dan tidak mungkin dibatalkan oleh yang lain? Entah dia tahu atau tidak, tapi intinya dia tetap melawan Tuhan dan berusaha untuk mengklaim kerajaan ini bagi dia dan pengikutnya. Ini yang dikatakan oleh seorang teolog abad 20 di Amerika yaitu Cornelius Van Til, sebagai ketidak-rasionalan dosa. Dosa itu tidak rasional, kamu sudah tahu sesuatu tapi tetap kamu langgar, kamu sudah tahu apa yang baik tapi kamu tidak lakukan, kamu sudah tahu apa yang jelek tapi kamu tetap lakukan. Dosa itu tidak rasional. Adakah orang yang tidak tahu kalau mencuri itu salah? Rasanya tidak ada. Tapi adakah pencuri di dunia ini? Tetap ada. Makanya jangan bilang kalau Kekristenan itu bukan tentang rasio, Kekristenan itu tentang hati, salah. Kekristenan adalah tentang seluruh hidup, baik rasio maupun hati, baik pikiran maupun perasaan, semua sudah jatuh dalam dosa dan perlu diperbaiki. Maka Van Til mengatakan dosa itu tidak rasional, tahukah setan kalau dia tidak punya kekuatan? Tahu, tapi dia punya trik untuk mengatasi kelemahannya dengan berpura-pura. Pura-pura dari dalam, tapi pura-pura taklukan, pura-pura hancurkan. Lalu trik kedua yang dia lakukan adalah rusakan semua rencana Tuhan untuk angkat siapa pun yang mau bertahta. Maka dia mengambil tahta Tuhan, dan Alkitab mengatakan tahta Tuhan itu terdiri di sorga dan di bumi, bukan hanya sorga, tapi juga bumi. Tuhan adalah Raja dan Dia Raja atas langit, Dia juga Raja atas bumi. Jadi setan mengincar tahta baik yang di langit maupun yang di bumi. Itu sebabnya dia berusaha menghancurkan kehidupan manusia di bumi, karena dia ingin bertahta di bumi. Yang membuat peperangan kosmis, peperangan antara yang baik dan jahat, peperangan antara Tuhan dan setan adalah hal yang berkait dengan politik, kedudukan. Itu sebabnya dunia ini tidak pernah beres karena politik yang rusak. Jangan harap semua akan beres sebelum Raja yang sejati nanti bertakhta. Setiap kali ada kesempatan orang untuk berkuasa, orang akan ambil. Mengapa mereka ambil? Karena kuasa berkait dengan kemampuan untuk punya keamanan, kemampuan untuk hidup dalam level paling tinggi, dan kemampuan untuk mengeruk harta sebanyak mungkin. Politik akan identik dengan kesenangan, akan identik dengan mewah, akan identik dengan power dan juga akan identik dengan hal keuangan. Tadi pagi Pak Stephen Tong berkotbah tentang kerajaan dari Roma, beliau mengatakan kapan Yesus lahir ke dalam dunia? Yesus lahir ke dalam dunia ketika ada raja yang mengatakan Aku adalah Tuhan. Saya pikir mungkin ada istilah tidak terlalu tepat, karena waktu Octavian menjadi kaisar, yang dia katakan bukan Dia adalah Tuhan, yang dia katakan adalah Anak Allah. Nanti Saudara bisa selidiki lagi sejarah-sejarah, Pak Stephen Tong sendiri mengatakan mungkin ada hal-hal yang tidak terlalu detail yang dia bagikan, Saudara mesti baca buku untuk koreksi kalau ada yang mungkin salah. Octavian adalah seorang pemimpin yang sangat hebat, setelah diangkat, dia menamakan dirinya sebagai KaisarAgustus. Dia adalah kaisar pertama dari Roman Empire. Roma awalnya berbentuk kerajaan, setelah itu mereka mengubah diri menjadi republik, dimana para senat yang memimpin dan mengatur kebijakan kerajaan. Setelah itu ada seorang yang sangat berkuasa bernama Julius Caesar, Julius Caesar menjadi pemimpin yang luar biasa, membuat perang kemana-mana, dan mengikat persekutuan dengan 2 pemimpin yang lain, membuat triumvirate yang penting sekali. Setelah itu banyak sekali musuh yang muncul, sehingga satu kali dia memasuki gedung senat untuk rapat, semua yang hadir menikam dia sampai mati. Setelah itu Octavian bersama Markus Antonius mengumpulkan kekuatan untuk membalas dendam karena mereka menganggap Caesar adalah papa mereka, mereka adalah anak-anak angkat dari Julius Caesar. Mereka balas dendam, membunuh semua orang yang sudah membunuh Caesar, setelah itu mereka menjadi kekuatan baru, baik Markus Antonius maupun Octavianus, menjadi 2 yang paling unggul di dalam Republik Roma waktu itu. Maka Markus Antonius dipisahkan dari Octavianus supaya tidak terjadi perang saudara di Roma. Markus Antonius ditaruh di Babel, di Mesopotamia. Octavianus ditaruh di Mesir, di Mesir itulah ada Cleopatra yang jatuh cinta pada Markus Antonius. Ketika dia mau menikah dengan Cleopatra, Octavianus menganggap ini adalah cara untuk mengambil kerajaan dia, akhirnya dia kumpulkan orang untuk perang dengan Markus Antonius. Lama-lama Octavianus semakin kuat, akhirnya pasukan Markus Antonius dihancurkan. Kemudian kisah cintanya berakhir tragis, Saudara tahu apa yang terjadi, mereka berdua bunuh diri. Setelah Octavianus menjadi satu-satunya tokoh yang mampu memimpin militer Roma, langsung Roma menobatkan dia menjadi kaisar dan segera menyatakan Republik Roma sudah berakhir, sekarang masuk ke Kaisaran Romawi, The Roman Empire, dan kaisar pertamanya adalah Octavianus. Pada waktu itu dia mendeklarasikan semua orang penting yang mengepalai Roma tidak mungkin orang biasa. “Julius Caesar adalah anak allah, demikian saya juga adalah anak allah”.

Dan Tuhan membuat waktu ada klaim “aku adalah anak allah”, pada waktu itu Anak Allah yang sejati datang, itu indah sekali. Kalau Saudara mengerti hal-hal ini, Saudara akan mengerti Tuhan mengatur sejarah untuk meninggikan Sang Anak. Jadi tahta dari dunia adalah sesuatu yang memungkin untuk jadi hebat, untuk jadi kuat, untuk jadi orang dengan ekonomi yang kuat, untuk jadi orang yang mempunyai kuasa yang kuat, sehingga semua merebutkan tahta dan ini dimanfaatkan setan untuk merusakan keadaan di bumi. Segala kekacauan dibuat karena orang gila politik, karena orang gila kekuasaan. Dan setan terus menghembuskan nafas gila ingin kekuasaan, nafas hawa nafsu, ingin jadi pemimpin, ingin menaklukan yang lain, sehingga dunia terus kacau-balau. Di tengah pergolakan politik yang tidak henti-hentinya, manusia terus berseru “Tuhan, kapan Engkau akan pulihkan semua, kapan Tuhan akan membereskan kerajaan ini”. Tuhan membereskan semua ini dengan cara apa? Dengan cara menyediakan tahta bukan untuk setan tapi untuk yang lain. Siapa dia yang boleh duduk di tahta ini? Siapa dia yang boleh bertahta di sorga maupun di bumi? Kitab Suci menyatakan bahwa yang boleh bertahta di sorga adalah Allah. Siapa boleh bertahta di bumi? Kitab Suci menyatakan yang boleh bertahta di bumi adalah Allah yang diwakili oleh manusia. Sehingga waktu Allah mendirikan tahtaNya, Dia mau mengangkat yang lain untuk menaklukan keinginan setan memperoleh tahta itu. Dan yang diangkat ini, Dialah yang akan menaklukan setan di dalam peperangan yang akan dimenangkan oleh yang diangkat ini. Jadi siapa yang bertahta? Alkitab mencatat yang boleh bertahta di sorga itu Allah, yang boleh bertahta di bumi adalah Allah. Siapa yang mewakili Allah bertahta di bumi? Manusia. Itu sebabnya Tuhan menciptakan Adam dan menyebut Adam image of God, dan seluruh manusia disebut gambar Allah. Richard Pratt mengatakan bahwa gambar Allah adalah title yang diberikan kepada raja, bukan kepada orang biasa. Hanya raja yang boleh disebut gambar Allah. Tapi Alkitab memberikan sesuatu yang beda. Kalau Saudara baca tulisan dari Babel, Saudara akan temukan gambar Allah adalah Raja Babel. Saudara baca dari Mesir, gambar Allah adalah Firaun. Baca dari kerajaan-kerajaan lain, gambar Allah adalah raja. Tapi Alkitab mengatakan yang lain, gambar Allah adalah semua manusia. Maka manusia adalah yang mewakili Allah untuk menjadi raja di bumi ini. Karena kita semua adalah raja, kita semua hidup di dalam kerajaan yang sifatnya adalah saling share, persekutuan, kasih, komunitas yang penuh cinta kasih, penuh relasi, penuh saling berkorban, penuh saling mengasihi, bukan saling menaklukan. Ini pengertian harus kita pahami dengan jelas. Tuhan mengangkat manusia mewakili Dia, dan Tuhan tidak mengangkat satu orang mengungguli yang lain untuk memimpin yang lain. Maka di dalam keadaan yang benar, manusia adalah sama, tidak ada yang lebih baik dari yang lain, dan tidak ada yang boleh berkuasa atas yang lain. Ini cara Tuhan menciptakan manusia. Kesama-rataan manusia itu bukan hasil modernisme, tapi karena Tuhan menciptakan manusia sedemikian dari awal. Maka waktu kita memikirkan tentang tahta kerajaan, langsung tahta kerajaan ini identik dengan fellowship dan cinta kasih, saling berbagi, saling mengasihi, saling mendahulukan, saling memberi diri bagi yang lain. Inilah pemerintahan yang Tuhan mau terjadi di tengah dunia. Ini model pemerintahan yang tidak ada orang mengerti, siapa mau jadi pemimpin, bisakah menjadi pemimpin dengan berkorban demi yang lain? Itu tidak akan jalan di dunia ini. Seorang bernama Miroslav Volf pernah mengatakan “kalau kamu mau membuat politik Kristen, kamu harus membuat politik Kristen dengan cara yang bijak. Cara yang mengetahui bahwa pemulihan dari Tuhan sedang terjadi, tapi juga belum terjadi”. Kalau kita membuat sistem yang sangat-sangat naif, Tuhan mau kita saling mengasihi, mari kita saling mengasihi. Bagaimana saling mengasihi? Tidak ada persaingan, tidak ada perebutan suara. Jadi kalau orang Kristen mau jadi presiden, jangan kampanye, tapi bicara saja seperti ini “saudara-saudara, saya orang Kristen maka saya berharap saudara tidak pilih saya, biar lawan saya yang menang. Karena saya suka mengalah, prinsip Kristen adalah mengalah”, bisakah orang Kristen jadi presiden dengan cara seperti ini? Tidak bisa. Jadi bagaimana? Volf mengingatkan “jangan lupa, kamu belum sampai di sorga. Kalau kamu belum sampai di sorga, hiduplah sebagaimana seharusnya sebelum sorga itu datang”. Jadi bolehkah saya berperang untuk mendapatkan kedudukan sebagai presiden? Boleh, asal perangmu adalah perang yang adil. Tapi bukankah seharusnya orang Kristen mendahulukan yang lain? Itu benar, ketika sorga dan bumi bersatu, tapi sebelum itu bersatu, hiduplah dengan cara yang realistis. Tuhan Yesus mengatakan kamu harus cerdik seperti ular, tapi juga tulus seperti merpati. Akan ada saat di mana kamu harus sarungkan pedang, akan ada saat dimana kamu perlu pedang, itu Tuhan Yesus yang bicara. Karena sorga belum pulih di bumi ini.

Maka waktu kita di dunia ini, kita tahu bagaimana harus hidup supaya kita menjadi terang yang menyatakan kehendak Tuhan di bumi. Tapi tahta Tuhan di bumi seharusnya dijalankan dengan cara yang benar, di dalam komunitas yang baik, di dalam saling mengasihi, di dalam saling mendorong berbuat baik, di dalam komunitas yang penuh kerelaan untuk berkorban. Dan Tuhan tahu ini belum ada di politik, tapi ada di dalam komunitas gereja Tuhan. Itu sebabnya Tuhan memanggil kita untuk menjalankan komunitas gereja sebagai komunitas eskatologis, komunitas masa depan. Bagaimana manusia harus hidup? Lihatlah cara gereja hidup. Gereja hidup dengan saling mengasihi, gereja hidup dengan mengagumi Tuhan, gereja hidup dengan mengagumi firman. Dan ini yang menjadi prototype untuk masa depan ketiak Tuhan pulihkan kerajaanNya. Semua pengertian ini indah sekali dan Alkitab menyatakan itu kepada kita. Maka Tuhan mau pulihkan kerajaanNya dengan menyingkirkan kuasa setan. Kuasa setan disingkirkan bukan dengan langsung, tapi di dalam waktu yang tepat di dalam perhitungan rencana Tuhan, yaitu ketika Tuhan membiarkan tahta yang diincar setan seolah-olah kosong di bumi, tidak ada yang punya. Semua berebut, tapi setan yang tertawa karena tidak ada yang punya kuasa lebih besar dari pada dia di bumi ini. Bagaimana di sorga? Di sorga Tuhan bertahta, Tuhan tidak berikan ini kepada yang lain, tapi Tuhan duduk di tahtaNya dan setan tidak bisa ganggu. Di sorga setan ingin tahta Tuhan, tapi tidak berhasil. Tapi di bumi dia mengalami sukses luar biasa. Ini yang Tuhan biarkan terjadi, Allah bertahta di sorga, setan pura-pura senyum. Ini tidak ada di Alkitab, ini tafsiran saya yang mungkin agak terlalu berani, karena setan dibilang senyum. Setan berpura-pura senyum, tapi hatinya mengatakan “saya mau tahta itu”. Pura-pura hormat, pura-pura sujud, tapi hatinya mengatakan “kalau ada kemungkinan, saya akan ambil tempat itu, aku ingin jadi segalanya. Aku ingin menguasai semua, aku tidak ingin hanya malaikat-malaikat yang berhasil aku tipu untuk mengikut aku, aku ingin seret semuanya memberontak kepada Tuhan”, tapi dia tidak sanggup. Kitab Wahyu mengatakan dia hanya mampu seret sepertiga dari malaikat-malaikat di sorga, dia tidak sanggu seret yang dua pertiga lainnya. Maka dia terus simpan keinginannya untuk tahta Tuhan, tapi dia diam terus karena ingin tapi tidak mampu, munafik, pura-pura. Banyak orang pura-pura seperti ini, senyum untuk dapatkan kedudukan, untuk mendapatkan tahta. Tapi Martin Luther mengatakan “mau tahu di mana setan? Setan beberapa kaki jaraknya dari Kristus”. Yesus ada dimana, di dekat situ ada setan. Setan tidak mau jauh-jauh, dia mau lihat Kristus kerja apa, dia langsung hancurkan pekerjaanNya di situ. Dia tidak mau investasi dengan cara yang salah, dia akan langsung hantam apa yang Kristus kerjakan. Maka kata-kata Martin Luther itu benar. Kalau Saudara mengatakan “di sini api, obor, kaki dian sedang berada”, maka setan mengatakan “di situ jugalah saya berada”. Kalau begitu kapan Tuhan mau perbaiki semua ini? Alkitab menyatakan pengharapan yang besar, bahwa meskipun iblis sepertinya sudah merajalela, tahta di bumi ini masih direserved oleh Tuhan, iblis belum duduk di situ. Mengapa iblis belum duduk di takhta? Tidak ada pernyataan dia berhasil mengklaim tahta itu. Tuhan berhasil me-reserved tahtaNya, bagaimana caranya? Dengan membuat sekelompok orang yang masih bisa mempertahankan ibadah kepada Tuhan, ada sekelompok orang yang masih berseru kepada nama Tuhan, dan Tuhan sudah berjanji selama kelompok ini masih ada, Tuhan akan jaga tahtaNya di bumi dan akan diberikan kepada siapa yang Dia siapkan. Maka waktu bumi ini kelihatan begitu kacau, Tuhan tetap memberikan janji tahtaNya masih kosong. Tidak banyak teolog yang mengerti hal ini, tapi justru seorang novelis yang mengerti hal ini yaitu J.R.R. Tolkien, penulis The Lord of The Ring. Dia menulis novel yang menceritakan tentang adanya kerajaan yang tahtanya kosong terus, tapi kosongnya tahta kerajaan ini justru berarti pengharapan. Karena berarti siapa pun yang duduk bukan dia pemilik tahta yang sejati, yang duduk di tahta itu adalah orang yang sama sekali tidak adil, cuma mementingkan diri, dia tidak pernah melihat segala sesuatu dengan adil, dia membela anaknya yang sangat disayangi, dan dia mengabaikan anak yang satunya yang sebenarnya mencintai dia, dia tidak adil sama sekali. Dia memerintah dengan kacau, dia merusakan negara itu sehingga orang dengan hati yang sedih membaca dan mengatakan mengapa raja seperti ini bisa bertahta. Tapi penghiburan mengatakan tahta yang dia duduki buakn tahta dia, tahta itu masih kosong, dan karena tahta itu masih kosong, masih ada pengharapan. Kalimat itu penting sekali untuk kita pahami, karena tahta yang seharusnya diberikan kepada penguasa dunia ini masih kosong, maka masih ada harapan. Karena setan masih belum mengklaim kemenangan atas bumi.

Bagaimana cara Tuhan menghancurkan setan? Tuhan menyiapkan takhta ini untuk satu yang akan bertahta di sorga dan di bumi. Tuhan hancurkan setan dengan menghancurkan kemungkinan dia bartahta baik di sorga maupun di bumi. Sehingga dimana setan mengincar, dia tidak akan mendapatkan apa pun. Seolah Tuhan mengatakan bahwa tahtaNya di sorga akan Dia berikan kepada yang lain, ini merupakan bagian di mana setan ada kesempatan untuk bertahta. Kalau Tuhan terus duduk di tahta itu, setan tidak mungkin punya kesempatan. Tapi kalau Tuhan mengatakan “Aku akan memberikan kepada yang lain”, pada waktu Dia akan memberikan kepada yang lain, bukankah ada cela untuk setan duduk di situ? Itu sebabnya di dalam Kitab Wahyu dikatakan “pada waktu itu terjadi perang besar di sorga”. Kapan perang besar? Wahyu 12. Setelah apa perang besar itu terjadi? Setelah Wahyu 11 mengatakan ada tahta yang disiapkan untuk Kristus dan 144.000 orang yang menang. Angka 144.000 bukan angka literal. 144.000 menandakan jumlah yang tidak terhitung banyaknya. 144.000 berarti 12x12x1.000, 1.000 itu 10x10x10, 10 itu artinya genap, berarti ini super genap. Ini menandakan jumlah yang tak terhitung banyaknya, yang akan bertahta bersama Kristus, akan bertahta. Kapan bertahta? Ketika Tuhan akan menginagurasikan tahta ini. Dan waktu Tuhan akan menginagurasikannya, terjadi perang. Wahyu banyak sekali memberikan pengertian, Mikael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan setan. Apakah Bapa berhenti bertahta? Tentu tidak, karena kalau yang bertahta adalah Sang Anak, maka Bapa akan bertahta dengan Dia. Tapi kalau yang bertahta adalah setan, seolah setan punya kesempatan. Setan melihat kesempatan dalam kesempitan, tapi dia tidak tahu kesempitan ini merupakan trap untuk membuat dia diusir dari sorga. Begitu setan masuk dalam jebakan, dia baru sadar itu bukan salah langkah, itu adalah langkah untuk menjebak saya. Maka setan dibawa ke luar, ditunjukan aslinya “dari dulu aku ingin tahta itu”, “mengapa ingin tahta itu? Mengapa baru sekarag muncul?”. Karena seolah-olah tahta itu kosong. Waktu setan muncul, datang Mikael dan pasukannya, seolah Tuhan mengatakan “Aku serahkan kamu kepada malaikat yag lain”. Karena dari Perjanjian Lama dikatakan Mikael inilah yang akan berperang dalam perang besar. Di dalam Kitab Daniel, Gabriel mengatakan “saya harus segera membantu Mikael karena dia sedang berperang melawan raja-raja Persia”. Kapan itu akan terjadi? Nanti bukan sekarang, Kitab Wahyu menggenapi apa yang Daniel tulisankan di dalam kitabnya, perang besar itu adalah ketika Mikael berperang melawan setan, lalu seluruh malaikatnya menggeser setan dan pengikutnya. Setan makin terdesak. Ketika dia mulai terdesak, dia tahu satu-satunya kesempatan adalah merebut bumi, sudah tidak ada lagi kesempatan tahta di sorga, dia mau merebut bumi. Waktu dia datang ke bumi, dia kaget, pemilik tahta sorga yang akan diberikan oleh Allah adalah juga pemilik tahta di bumi. Yang bertahta di sorga juga akan bertahta di bumi, karena Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Dia adalah Allah yang bertahta di sorga dan Dia adalah Manusia yang bertahta di bumi. Sehingga waktu dia dilempar ke bumi, dia sadar satu hal, dia tidak punya banyak waktu sebelum hukumannya dinyatakan. Sekarang dia berjuang di bumi bukan untuk merebut tahta itu karena sekarang tahta itu sudah ada yang punya. Saat ini meskipun gerakannya sangat besar, tapi Saudara bisa mengatakan Raja pemilik bumi sudah diangkat, karena itu takhta tidak kosong lagi. Kalau begitu mengapa setan tetap giat bekerja? Karena dia tahu saatnya sudah tiba dan dia ingin menghancurkan apa yang masih sisa, yaitu menghancurkan umat Tuhan tanpa ada harapan untuk mengambil takhta itu. Ini yang dimaksudkan Paulus di dalam Kolose, di dalam Dialah kerajaanNya sudah disiapkan. Tahta sorga untuk Kristus, tahta di bumi untuk Kristus. Bagaimana Kristus bisa bertakhta di sorga dan di bumi? Karena Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Kalau Kolose mengatakan inilah finalnya Kristus menjadi Raja di sorga dan di bumi, maka peristiwa Natal adalah peristiwa yang benar-benar penting, karena ini adalah titik yang memungkinkan kekalahan setan dengan final. Mengapa ini memungkinkan kekalahan setan dengan final? Karena pada waktu Yesus berinkarnasi ada satu pribadi yang berhak atas takhta sorgawi dan Dia juga berhak atas tahta di dunia. Dia adalah Sang Anak Allah yang berhak atas takhta sorga dan Dia juga keturunan Daud yang berhak atas tahta bumi. Pada waktu Yesus lahir, pada waktu itu iblis kehilangan klaim atas tahta. Bagian ini membuat kita mengerti bahwa inkarnasi sangat penting.

Mengapa khotbah Natal bisa serumit ini? Tapi kapan lagi konsep inkarnasi diberitakan kalau bukan Natal? Kapan Yesus berinkarnasi? Pada waktu Hari Natal itulah terjadi, Allah menjadi manusia. Pada waktu Natal itulah ada konsep yang sangat dalam yang harus dipahami oleh manusia berdasarkan firman Tuhan. Pada waktu itu kita mengerti Allah adalah Tritunggal karena yang menjadi manusia adalah Pribadi ke-2 bukan Pribadi pertama atau pun ke-3. Pada waktu itu kita mengerti dalamnya teologi, karena ada Pribadi yang adalah manusia sejati tapi juga Allah sejati, ada Allah menjadi manusia. Kapan menjelaskan inkarnasi kalau bukan Natal. Natal adalah saat dimana Sang Anak Allah menjadi manusia. Dan karena Dia mempunyai 2 natur ini, Dialah yang bertahta di sorga dan di bumi. Dan Paulus mengatakan di dalam Dia telah diciptakan segala macam tahta, di dalam Dia dan oleh Dia dan untuk Dia seluruh kuasa diciptakan. Maka Saudara dan saya bisa bersyukur karena ada Hari Natal, pada waktu itu kita tahu setan tidak punya klaim atas tahta, kita tahu setan tidak pernah menang walau pun secara statistik dia terlihat menang, tapi tidak pernah benar-benar menduduki tahta yang disiapkan oleh Tuhan. Ini menjadi kekuatan kita, berita Natal adalah berita yang memberitakan kerajaan adalah milik Allah dan Dia memberikan kepada Sang Anak. Kerajaan atas bumi menjadi milik Tuhan dan menjadi milik Kristus selama-lamanya. Haleluya, pujilah Tuhan, sebab Dialah yang bertahta di sorga, Dia yang bertahta di bumi. Kalau begitu setan tempatnya di mana? Dari sorga dia sudah disingkirkan ke bumi, dan sebentar lagi dia akan disingkirkan ke satu tempat yang namanya neraka selama-lamanya. Siapa berhak bertahta di bumi? Kristus, siapa berhak bertahta di sorga? Kristus. Kapan Dia boleh bertahta? Ketika Dia menjadi manusia. Anak Allah belum boleh menjadi raja di sorga sebelum Dia berinkarnasi. Kalau Dia Anak Allah mengapa tidak boleh menjadi raja d sorga? Karena di Surat Filipi dikatakan dia ditinggikan setelah dia direndahkan. Sang Anak Allah pun harus menaati Sang Bapa dengan menjadi manusia untuk bisa bertahta di bumi dan di sorga. Hari Natal adalah seruan kemenangan. Kiranya ini boleh menguatkan kita dalam memahami apa yang sedang terjadi di dunia ini, di dalam persepktif Natal di dalam Kolose 1.

(RIngkasan ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)