Anda disini : Home » Reformed Theology » Khotbah » Iman yang mewariskan
GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA - Bandung
 
 

Iman yang mewariskan

Pdt. Jimmy Pardede

(Ibrani 11: 1-3)
Saudara, Ibrani adalah bagian yang sangat indah dari Kitab Suci, menggambarkan bagaimana orang-orang yang ikut Tuhan menikmati Tuhan dan itulah iman. Iman berarti kita menikmati apa yang Tuhan tawarkan. Iman berarti kita menikmati janji yang belum genap karena Firman Tuhan adalah sejelas sesuatu yang bisa kita pegang. Dan Saudara sekalian, Ibrani 11 bukan tulisan yang indah, tidak diakhiri dengan bagus. Di awal-awal ada bagian yang bagus: orang beriman dapat tanah, orang beriman dapat ini orang beriman dapat itu. Tapi setelah itu sudah mulai ada switch. Orang beriman ternyata menderita, orang beriman ternyata sulit, orang beriman ternyata mengalami segala macam hal yang membuat mereka seperti orang asing di bumi ini. Dan ini yang membukakan mata kita ternyata Abraham dan orang-orang lain yang beriman adalah orang yang asing bagi dunia ini. Mereka tidak sama dengan orang-orang lain yang menyembah berhala. Mereka menjalani hidup dengan cara yang beda dengan orang-orang lain. Mereka mengharapkan sesuatu yang tidak sama dengan apa yang diharapkan orang-orang di dunia. Maka Saudara, Ibrani 11 menjadi bagian yang sangat indah yang perlu kita pahami, tapi kita tidak boleh pahami Ibrani 11 dengan cara melepaskan ini dari seluruh pembahasan Ibrani tentang umat Tuhan. Surat Ibrani berusaha memperkenalkan Yesus sebagai imam. Dia adalah Imam yang pimpin umatNya untuk mewarisi tradisi menjadi umat Tuhan. Karena itu, surat Ibrani adalah surat yang menekankan betapa pentingnya Kristus yang tidak punya silsilah imamat, yang melampaui silsilah dari imam. Ini bagian pertama yang saya mau Saudara ketahui. Ibrani sangat bersifat doktrinal tapi juga sangat bersifat aplikatif. Hal kedua yang saya mau kita tahu sama-sama dari surat Ibrani adalah bahwa surat ini memberikan pengajaran tentang betapa pentingnya intervensi Tuhan di dalam tradisi manusia. Israel punya tradisi imamat, tapi Tuhan intervensi dengan kirim imam yang lain. “Oh, kalua begitu Yesus keluar dari tradisi?”. Yesus di satu sisi lain dari imam, tapi di sisi yang lain Yesus ada tradisinya. Maksudnya bagaimana? Bagi orang Israel, imam itu bersifat keturunan. Tidak ada orang bisa jadi imam kalau dia bukan keturunan imam. Maka Saudara jangan samakan imam pada zaman Israel dengan pendeta pada zaman ini. Surat Ibrani mengingatkan, di dalam Mazmur dan di dalam kitab Kejadian, Mesias adalah imam yang berasal dari jalur Melkisedek. Melkisedek lain dengan imam-imam orang Yahudi. Melkisedek bukanlah keturunan Lewi. Lewi belum ada kok. Melkisedek ada pada zaman Abraham dan pada waktu itu Abraham memberikan perpuluhan kepada Melkisedek. Abraham memberikan perpuluhan sebelum ada keturunan, sebelum ada Lewi. Orang Lewi belum ada kok. Tapi Saudara sekalian, Abraham memberikan persembahan kepada Melkisedek. Berarti Melkisedek itu imamnya Abraham. Sedangkan Lewi adalah anaknya, cucunya, keturunannya Abraham. Berarti Lewi bukan satu-satunya garis keturunan yang boleh menjadi imam, karena ada satu garis keturunan lain Namanya Melkisedek. Tapi kalau orang tanya, “Melkisedek keturunan siapa? Mana garis keturunannya?”. Surat Ibrani mengatakan tidak ada. Papanya siapa? Tidak ada. Mamanya siapa? Tidak ada. Dia tidak berbapa tidak beribu. Dia tidak berbapa tidak beribu bagaimana bisa ada? Tapi Saudara jangan lupa Ibrani mengatakan Melkisedek tidak punya papa tidak punya mama di dalam posisi imam, bukan sebagai manusia. Surat Ibrani tidak pernah mengatakan ini Melkisedek tidak punya papa tidak punya mama. Ini bagian dicatat di Ibrani Saudara pasti tahu bagian ini. Ibrani mengatakan Yesus adalah Imam Besar menurut Melkisedek. Siapa Melkisedek? Ia adalah imam yang kepada dia Abraham memberikan perpuluhan. Keturunan siapa Melkisedek? Surat Ibrani mengatakan Melkisedek tidak punya papa tidak punya mama. Dia dijadikan sama dengan Anak Allah tidak berbapa tidak beribu, dalam keimaman. Maka Saudara sekalian, Ibrani sedang mengatakan Yesus itu Imam tapi tidak pakai jalur umum. Dia pakai jalur yang khusus, jalur yang merupakan intervensi Tuhan ke dalam sejarah. Maka disini kita belajar tentang satu hal: intervensi Tuhan dalam sejarah versus kebudayaan yang diwarisi. Kita semua dibentuk oleh tradisi dan kebudayaan yang diwariskan turun-temurun. Saudara dan saya belajar segala sesuatu dari budaya. Tidak ada satupun dari kita yang mengembangkan cara hidup dari nol lalu kembangkan semuanya sendiri, tidak. Kita akan dapatkan segala kebiasaan dari hidup lewat tradisi dan budaya yang kita miliki. Tuhan tidak mau manusia membentuk diri hanya di dalam satu generasi saja. Manusia perlu tradisi, manusia perlu sejarah, manusia perlu dibentuk oleh kelompok yang ada sebelum dia. Maka sangat penting bagi kita untuk bercokol dalam satu kebudayaan. Itu sebabnya kalau Anda adalah orang dari suku manapun, akan dituntut kamu mengerti sedikit dong tentang nenek moyangmu. Ini yang sering juga didengung-dengungkan kepada saya. Nama siapa? Pardede. Nomor berapa? Hah? Kalau tidak tahu cari tahu. Hal-hal seperti ini kita harus pelajari. Demikian juga di dalam kekristenan, dan ini belum tentu negatif. Saudara mesti pelajari kita ini agama apa? Kristen. Kristen yang mana? Reformed. Apa itu reformed? Reformed itu yang masuk ke dalam tradisinya Calvinis, Lutheran, dan Agustinian. Siapa itu Agustinus, Luther, dan Calvin? Mereka adalah tokoh-tokoh teologi yang penting. Agustinus di abad 5, kemudian Luther dan Calvin di abad 16 dan lain-lain. Apa yang mereka ajarkan? Mereka mengajarkan ini. Apa cuma ini ajarannya? Tidak, ada banyak. Apakah hanya mereka yang kita pegang? Tidak juga, setelah Calvin ada orang ini, orang ini, orang ini. Kalau begitu kita hidup di dalam tradisi ya? Iya, kita hidup di dalam tradisi. Dan ini yang dipahami oleh orang Israel. Maka Saudara kita sudah membahas surat Ibrani adalah surat yang menegaskan dengan sangat doktrin dan juga aplikasi.

Yang kedua surat Ibrani adalah surat yang sangat menekankan tentang Allah yang break tradisi. Tuhan masuk ke dalam tradisi dan memutuskan tradisi. Tapi untuk mengerti ini Saudara juga harus mengerti pentingnya tradisi. Kalau tradisi dianggap hina dan tidak penting, maka Tuhan masuk ke dalam sejarah menjadi tidak penting. Karena kalau Tuhan masuk dalam sejarah, maka Tuhan hanya melakukan satu hal yang juga dilakukan oleh semua orang yaitu masuk ke dalam budaya dan hancurkan. Kalau sejarah menganggap tradisi itu penting, barulah intervensi Tuhan menjadi sesuatu yang signifikan. Ini poin kedua yang saya ingin kita tahu dulu sama-sama. Jadi Tuhan mengajarkan bahwa Tuhan bukan Tuhan yang Cuma melanjutkan sejarah dan tradisi, tapi Tuhan adalah Tuhan yang memutuskan tradisi dan masuk ke dalam sejarah. Hal yang saya mau kita sama-sama tahu adalah bahwa tradisi Yahudi itu sangat penting berdasarkan keturunan. Bagi orang Yahudi keturunan itu sangat penting. Dan Saudara, mereka dapat ide itu darimana? Dari Alkitab. Tuhan mengatakan kepada Abraham keturunanmu akan melanjutkan janjiKu kepadamu. Jadi Abraham punya anak lalu anaknya akan melanjutkan janji Tuhan kepada Abraham. Yang lanjutkan janji Tuhan kepada Abraham itu bukan orang lain, itu adalah keturunan Abraham. Maka ketika Abraham mengatakan budak saya saja jadi ahli waris, Tuhan mengatakan tidak. Tuhan kok punya hierarki kebudayaan yang Barat banget? Kolonialis, ada kelompok bebas ada kelompok budak. Tuhan ini gawat, masa budak tidak boleh jadi pewaris, padahal Abraham sudah menerobos pikirannya, menerobos kebiasaan. Tapi Saudara Tuhan tidak izinkan budak itu jadi pewaris, bukan karena dia budak. Tuhan tidak izinkan dia jadi ahli waris karena dia bukan anak Abraham. Tuhan sudah menjanjikan anak kamu yang akan mewarisi segala janji Tuhan kepada kamu. Jadi harap Saudara bisa ikuti ini, meski sangat sulit tapi kalau Saudara bisa pahami Saudara akan mengerti surat Ibrani dengan cara yang sangat indah. Banyak hal yang sulit di Alkitab, ini dikatakan oleh surat Petrus, maka kita harus latih cara kita mendengar. Kalau kita biasa menangkap tema-tema sulit, lalu memahaminya, kita akan bahagia sekali, karena memang banyak hal yang sulit di Alkitab. Maka keturunan itu penting, silsilah itu penting, identitas yang diwariskan itu penting. Jadi Abraham adalah kepala dari perjanjian, lalu keturunannya akan mendapatkan warisan janji itu. Tapi Tuhan tidak mau hanya anak yang dapat, Tuhan mau anak pilihan. Sudah anak, dipersempit jadi pilihan. Abraham punya anak lebih dari satu, ada banyak, ada anak-anak dari Ketura dan lain-lain. Abraham punya banyak anak tapi hanya Ishak yang dianggap sebagai anak perjanjian. Setelah itu, Ishak juga punya dua anak dan yang mendapatkan perjanjian adalah Yakub. Alkitab mengatakan ketika Esau dan Yakub masih di dalam rahim ibunya, mereka sudah bertolak-tolakan. Ini kakak adik yang paling suka ribut, dari perut sudah berantem. Itu sebabnya Ribka menjadi sangat tersiksa dengan keadaan ini. Bukan Cuma tersiksa karena perutnya sakit, tapi dia tahu ini adalah tanda bahwa anaknya bisa saling membunuh pada waktu besar. Lalu dari Yakub keluarlah bangsa pilihan ini, bangsa yang sangat Tuhan cintai. Dan Tuhan mengasihi bangsa ini dengan satu niat, yaitu meneruskan janji Tuhan kepada Abraham untuk diterima oleh Israel. Jadi, bagi orang Israel sangat penting untuk mengerti keturunan. Kamu keturunan siapa? Abraham. Kenapa itu penting? Karena saya mewarisi janji Tuhan dari Abraham. Sehingga hanya orang Israel yang tradisi bangsanya layak untuk dipelihara dan dilestarikan dengan kelayakan lebih daripada yang lain. Saya tidak bilang budaya yang lain jelek, banyak budaya bagus dari bangsa lain, tetapi budaya bangsa Israel tidak seagung budaya Israel. Karena waktu Abraham turunkan warisannya kepada Ishak, dia juga mewariskan janji Tuhan. Waktu Ishak mewariskan hidupnya dan hartanya segalanya kepada Yakub, dia juga mewariskan janji Tuhan. Waktu Israel akhirnya terbentuk dari keturunan Yakub, maka Israel menjadi bangsa yang mewarisi janji Tuhan. Kalau tidak termasuk, tidak bisa menjadi pewaris. Siapa yang termasuk dari bangsa Israel, dia adalah ahli waris itu. Jadi, keturunan dan warisan adalah cara Tuhan meletakkan kerajaan Israel di bumi. Ini adalah kerajaan yang mewarisi sesuatu dari pendahulunya. Waris-mewaris bukanlah hal yang asing. Dan ini poin ketiga yang saya mau kita sama-sama mengerti. Tuhan menganggap mewarisi budaya yang agung itu sangat penting. Jadi Saudara dan saya juga harus pikirkan apa yang harus kita wariskan kepada yang lain, dan setiap kali orang memiliki mental mewariskan, orang itu adalah orang yang agung. Orang yang Cuma punya mental menerima warisan, itu orang kerdil luar biasa. Orang yang punya sifat mau mewariskan sesuatu, itu orang yang agung. Orang yang Cuma pikir saya dapat warisan apa itu orang paling kerdil. Maka kalau Saudara jadi Kristen masih terus punya mental terima warisan, Saudara perlu bertobat baik-baik, karena ini bukan cara Tuhan membentuk umat yang baik dan juga yang setia kepada Tuhan. Abraham pikir nanti keturunanku akan dapat sesuatu, maka dia rela kerja keras. Dia rela tinggal di tanah seperti orang asing, tinggal di kemah padahal Tuhan janjikan tanah akan menjadi milik keturunan. Yang dia pikir nanti keturunan akan dapat dan ini adalah orang yang agung. Sama seperti Saudara juga harus punya jiwa mewariskan, bukan jiwa menerima warisan. Bagaimana punya jiwa mewariskan sesuatu? Selalu pikir masa depan, selalu pikir generasi selanjutnya, itu yang baik. Harap Saudara tangkap hal ini. Kalau tidak, Saudara hanya jadi orang kerdil, Cuma pikir besok saya dapat apa, nanti lusa dapat apa, nanti deal bisnis akan beres di sini, nanti usaha saya akan dapat keuntungan di sini, terus pikir generasi saya, tidak pikir yang saya kerjakan akan berguna nanti, dan itu bukan hal yang baik. Kalau orang pikir Cuma untuk masa sekarang, atau Cuma pikir untuk masa berikut, hanya di dalam kemungkinan saya dapat berkat atau sesuatu, saya adalah orang yang kerdil. Mesti pikir orang nanti akan dapat berkat dengan cara apa, dan Saudara ini adalah cara untuk memikirkan orang lain akan dapat warisan, ini adalah cara yang perlu bijaksana. Perlu memikirkan hal yang penting, bagaimana pada zaman saya ada sesuatu yang stabil yang bisa diwariskan ke zaman yang nanti. Jiwa mewariskan itu sangat penting. Tuhan mendidik Abraham untuk berpikir setelah kamu mati akan ada apa, setelah ini akan ada apa, nanti yang berikut akan dapat berkat apa, dan Abraham rela mengerjakan sesuatu di titik awal, dan orang yang mengerjakan di titik awal jarang mendapatkan yang bisa dia nikmati nanti. Saudara, Pak Stephen Tong melakukan penginjilan begitu besar dan berhasil, kenapa? Salah satunya karena sebelumnya pernah ada John Sung dan Andrew Gie. Kenapa dua orang ini penting? Karena mereka pelopornya. Kenapa misionaris seperti Hudson Taylor begitu populer? Karena sebelumnya ada Robert Morrison. Robert Morrison dapat sukses apa? Tidak ada, Cuma beberapa orang bertobat seumur hidup dia melayani. Cuma mungkin tiga atau empat orang bertobat. Tapi dia sudah memberikan dasar bahasa, menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Mandarin dalam beberapa dialek. Dia kerja mati-matian supaya orang lain dapat menikmati hasil warisannya dia, sehingga penginjilan menjadi makin besar. Pada zaman Pak Stephen Tong, ada sesuatu yang boleh dituai meskipun belum semua, yang dari dulu sudah mulai ditabur. Saudara, sama juga dengan gerakan ini. Kita bisa melihat ada Gedung yang indah, ada concert hall, dan ada kestabilan di dalam segala hal. Dulu tidak begitu. Pak Stephen Tong pernah mengatakan dia pernah bikin satu KKR di satu tempat tidak ada panitia tidak ada apa. Orang yang atur kebaktian tidak mau atur bidang selain dia. Saya bidangnya Gedung, saya bidangnya kebaktian, sudah selesai sampai di situ, tidak ada yang peduli berapa banyak orang nanti yang akan datang. Akhirnya dia bawa brosur sendiri satu-satu cari orang untuk datang ke KKRnya sendiri. Saudara, itu zaman masih merintis, sangat sulit, dan mungkin masih banyak hal yang Pak Tong tidak akan nikmati, tapi Saudara dan saya, atau mungkin bukan kita, tapi generasi selanjutnya. Kira-kira kita rela tidak kerja keras mati-matian, korbankan begitu banyak tapi yang nikmati generasi nanti. Kalau kita tidak rela, kita bukan orang Kristen yang baik. Karena semua orang Kristen yang baik belajar dari tokoh iman ini. Abraham rela hidup di kemah, rela hidup dengan cara kosong supaya nanti ada bangsa pilihan Tuhan. Musa hidup di padang gurun tidak ikut menikmati tanah perjanjian. Kita terlalu sembarangan dalam hidup karena kita tidak pernah pikir orang lain dan generasi selanjutnya. Maka ini poin yang ketiga. Tuhan sedang tekankan dalam kesaksian iman ini: mereka semua adalah orang-orang yang rela kosongkan diri demi generasi berikut. Dan kalau Saudara membaca di bagian makin akhir, Saudara akan merasa terharu. Pengorbanannya makin lama makin besar. Sebagian orang meninggalkan tanah airnya untuk generasi berikut. Sebagian orang meninggalkan kenyamanannya untuk generasi berikut. Yang berikutnya makin mengharukan. Sebagian orang rela dipukul, rela disiksa, rela tidak punya rumah, rela menderita, rela dianiaya, ada yang dilempar batu, ada yang dibiarkan mati, ada yang dibunuh, ada yang mendapat begitu banyak aniaya, mereka tidak pernah mengeluh. Dunia tidak layak bagi mereka, tapi mereka lakukan itu demi sesuatu yang besar, yaitu demi kita mendapat sesuatu yang penting. Saudara, orang-orang Kristen tidak mewariskan Kekristenan dengan gampang. Doktrin Tritunggal misalnya, ini diwariskan dengan darah. Orang memperdebatkan doktrin Tritunggal pada abad yang ke-4 dengan resiko dipotong lehernya. Kamu percaya Tritunggal akan dipenggal. Banyak orang yang mengorbankan diri karena pada waktu itu Kerajaan Roma, rajanya, sangat beraliran Arian, anti Tritunggal. Lalu doktrin ini diperdebatkan. Debat pun ada resiko mati, dan orang tetap lakukan itu supaya generasi berikut tidak dikacaukan dengan ajaran yang kacau. Maka mari kita pikirkan hal ini. Gerakan Reform Injili harus berkati Indonesia apapun caranya, bagaimanapun biaya dan pengorbanan yang diberikan. Kita harus berkati bangsa ini meskipun sekarang kita belum lihat. Suatu saat, mungkin kita sudah mati, anak kita juga mungkin sudah mati, tapi cucu dari cucu kita akan menikmati pekerjaan kita. Itu yang kita harap. Jangan bikin pekerjaan yang Cuma akan berlalu begitu saja dan akhirnya hanya berakhir dengan foto. Mari kita pikirkan memberi dampak dan surat Ibrani memberi satu kesaksian iman yang sangat besar. Banyak orang korbankan begitu banyak hal supaya kamu dapat warisan, supaya kamu dapat iman Kristen, supaya kamu dapat Kerajaan yang sedang diperjuangkan itu. Ini poin yang ketiga, lalu saya masuk ke dalam poin yang terakhir. Lalu apa yang dinikmati dari orang-orang yang sudah berkorban ini? Perhatikan baik-baik. Di dalam Ibrani 11 dikatakan, karena iman, semua pakai iman. Karena iman, Abraham meninggalkan. Karena iman, karena iman. Jadi fokusnya adalah generasi berikut tapi motivasinya iman.

Apa yang membedakan antara altruis sejati, orang yang sayang sama orang lain, orang yang rela berkorban demi generasi berikut, dengan orang beriman? Apa beda yang beriman dengan yang tidak? Apa bedanya orang non Kristen berjuang untuk generasi berikut dengan orang Kristen berjuang untuk generasi berikut? Bedanya adalah iman dan Kerajaan Allah. Di dalam Ibrani 11 dijelaskan, bahwa Kerajaan Allah akan dinikmati oleh semua orang yang beriman, karena setiap orang yang kerja akan menikmati finalnya nanti. Saudara dan saya, kalau kita tidak percaya Tuhan, akan kerja dan mati. Setelah itu generasi berikut yang menikmati. Saudara coba pikir. Kita berjuang lalu orang lain yang dapat. Di satu sisi menunjukkan kebesaran kita, tapi di sisi lain juga menunjukkan kekosongan hidup, itu menunjukkan kehampaan. Saudara bisa ceritakan ini ke orang yang belum Kristen misalnya, ini salah satu strategi penginjilan. Bagaimana ngomong penginjilan? Saudara menginjili, Saudara harus punya poin. Saya sangat ingat perkataan dari seorang Namanya Huge Oliphant Old. Dia mengatakan khotbah yang baik dan penginjilan yang baik adalah ada poin yang baik, bukan gaya deliverance-nya. Kalau begitu Kekristenan yang baik harus dipahami dengan cara apa? Dengan cara memberikan ide yang baik, untuk menantang orang dan menyadarkan orang, tanpa Kristus kamu tidak akan pernah bisa kemanapun. Seringkali orang memberitakan Injil dengan asumsi, asumsi penginjilnya bukan asumsi yang diinjili, seringkali kita sebagai penginjil, kita berpikir orang sudah mendapatkan kebahagiaan. Kita sedang menambahkan kebahagiaan yang tidak mungkin mereka dapat. Betul ya? ‘Eh, kamu hidupnya senang?’ ‘Iya’ ‘Kerjaannya baik?’ ‘Iya’ ‘Tapi saya kasih tahu, nanti kalau kamu mati kamu ke neraka. Lebih baik kamu percaya Yesus kamu ke surga,’. Kita asumsikan mereka sudah senang tapi sayangnya mereka ke neraka. Tapi Saudara, Injil lebih dari itu. Ya mereka akan ke neraka kalau mereka tidak percaya Yesus, tapi lebih dari itu. Hidup mereka going nowhere. Hidup mereka kosong dan inilah yang akan lebih menyentuh. Coba pikir baik-baik, Saudara bandingkan, cara memberitakan Injil yang tidak membuat orang gelisah itu tidak akan pernah sukses. Tidak peduli seberapa meyakinkan atau berapa fasih, kalau kita tidak menyampaikan sesuatu yang membuat orang gelisah dengan keadaan dia, tidak mungkin dia mau terima Injil. Kita sering mengatakan kenapa orang tidak mau terima Injil, karena Saudara tidak bikin dia gelisah. Saudara cuma menawarkan kalau mati masuk surga kalau ada Yesus, tapi Saudara tidak pernah bilang kuliah dia percuma, keluarga dia percuma, relasi dia percuma, bisnis dia percuma, semua omong kosong. Kenapa semua itu omong kosong? Karena kalau kamu kerja hanya untuk sekarang, kamu tidak pernah tahu apa itu bahagia. Apa itu bahagia? Bahagia itu kalau kamu pentingkan orang lain. Tapi kalau kamu pentingkan orang lain, maka orang lain akan dapat dan kamu akan kosong, dan kamu akan mati setelah itu. Maka Saudara bisa bagikan, menjadi egois itu kosong, menjadi altruis juga kosong. Ini Namanya kosong-kosong skornya. Terus Injil menawarkan apa? Injil menawarkan kebangkitan. Apa itu kebangkitan? Kebangkitan bukan cuma kebangkitan kita saja, tapi pemulihan seluruh ciptaan. Terus apa kaitannya dengan saya? Kalau kamu percaya Yesus, kamu sedang menabung untuk sesuatu yang akan dinikmati ketika Tuhan memulihkan ciptaan. Maka Saudara semua pekerjaan orang yang percaya Yesus itu ada arah. Kenapa Saudara memperjuangkan keadilan misalnya? Saudara masuk bidang hokum lalu menyatakan perjuangan untuk keadilan, karena Tuhan pakai itu nanti untuk memulihkan bumi. Kenapa Ahok menjadi gubernur mati-matian membela kebenaran? Karena Tuhan akan pakai itu ketika KerajaanNya datang. Semua yang kita kerjakan di dalam Tuhan, ini Agustinus yang ngomong bukan saya, semua yang kita lakukan karena Tuhan kerjakan lewat kita, itu akan Tuhan mahkotai waktu Tuhan datang lagi. Maka ini yang dikatakan surat Ibrani, mereka beriman maka mereka lakukan. Mereka bukan Cuma mau generasi berikut dapat berkat, tapi mereka beriman dan itu sebabnya di dalam Ibrani 11 dikatakan mereka melakukan ini karena mereka mengharapkan tanah air surgawi.

Apa itu tanah air surgawi? Saudara kalau terus berpikir sorga dan bumi berpisah terus, maka Saudara akan tidak tangkap dari ide orang-orang Yahudi. Bagi orang Yahudi, sorga itu akan menerobos masuk ke bumi. Sorga akan hantam bumi suatu saat nanti dengan kedatangan Tuhan. Kapan sorga akan hantam bumi? Ketika Tuhan datang lagi. Waktu Tuhan datang sorga akan turun, itu sebabnya ada tema sorga turun, itu sebabnya kita doakan dalam doa Bapa kami, datanglah KerajaanMu, dan itu doa yang besar sekali, karena kita berharap Kerajaan Allah datang. Sorga datang dan sorga akan hancurkan semua di bumi yang jahat. Tapi Saudara, sorga turun dengan bawa apa? Di dalam kitab Wahyu dikatakan, sorga turun dengan bawa persembahan kita sekarang. Yang Saudara lakukan sekarang dipakai Tuhan untuk nanti Tuhan akan pulihkan bumi. Dan ini tema yang dikatakan dalam Ibrani, mereka mengharapkan Kerajaan Sorga, mereka bukan kerja untuk sia-sia. Maka Saudara bisa pikirkan hal ini, dengan iman Saudara bukan hanya mewariskan sesuatu yang akan dinikmati untuk generasi berikut, dengan iman Saudara suatu saat nanti akan menikmati jerih Lelah Saudara. Kenapa kita kerja memberitakan Injil? Karena kita mau umat pilihan dikumpulkan oleh Tuhan. Sia-sia tidak? Tidak, karena pada waktu umat pilihan dengan utuh dikumpulkan, apa yang kita kerjakan masuk ke situ. Kenapa Saudara dirikan bisnis? Kenapa Saudara kerja di kantor? Kenapa Saudara kerja di pemerintahan? Kenapa Saudara jadi pegawai? Karena Saudara sedang perjuangkan sesuatu yang sampai mati mungkin tidak beres, tapi pada waktu kebangkitan Saudara akan lihat yang saya kerjakan berbagian di situ. Dan ini adalah hal yang menyenangkan sekali. Ini seperti seorang anak kecil yang disuruh oleh orang tuanya, saya ingat cerita Pak Tong waktu dia mau pindahan, anak-anaknya masih kecil. Dia suruh anak-anaknya ikut berbagian pindah-pindahkan barang. Pak Tong kasih barang yang ringan untuk anak-anaknya masih kecil, Pak Tong bawa buku yang berat. Dan pak Tong punya ribuan buku sampai anak-anaknya bingung semua buku harus dipindahkan. Dulu belum ada ebook, pdf, dan lain-lain. Maka mereka angkat satu-satu, lalu anaknya ikut angkat satu. Anaknya Cuma angkat satu buku, setelah itu balik lagi satu buku. Yang lain sudah angkat satu dus. Setelah buku-bukunya terpindah semua, anak-anaknya Pak Tong datang dan lihat, ‘Oh, jadi ya, saya ikut loh disitu. Saya ikut, itu buku kecil saya yang pindahin,’. Sekarang saya mau tanya, Saudara kerja apa di bumi? Saudara ke kantor tiap hari sedang kerja apa? Suatu saat Tuhan akan pakai pekerjaan kantor Saudara untuk pulihkan bumi. Lalu Saudara bisa tidak setelah kebangkitan bisa katakan, ‘Saya ikut loh disitu, kecil memang, tapi saya ikut disitu,’. Kalau enggak, ya sudah Saudara akan bangun dan dibangkitkan dari kematian, lalu Saudara melihat jerami yang terbakar. Mana pekerjaanmu? Ini debu, tidak ada, kosong.

Maka Abraham tidak sia-sia tinggalkan tanahnya, orang-orang Kristen tidak sia-sia berjuang karena mereka tahu yang mereka perjuangkan akan Tuhan pakai untuk dirikan KerajaanNya. Mereka mengharapkan tanah air sorgawi, bukan yang di sini. Yang mereka kerjakan disini akan berdampak nanti. Itulah sebabnya saya terus berpesan Saudara kerja baik-baik, Saudara perhatikan apa yang Saudara kerjakan. Pekerjaanmu harus suci, pekerjaanmu untuk Tuhan, pekerjaanmu akan bangun bumi yang baru, pekerjaanmu akan berbagian untuk mendirikan ciptaan yang baru. Itu sebabnya ketika Saudara mempertimbangkan pekerjaan, jangan Cuma pikir uang. Saudara cari uang, tapi melakukan sesuatu yang tidak ada gunanya, nanti pada waktu kekekalan, ketika Kerajaan Tuhan memulihkan segala sesuatu, Saudara akan menyesal terus-menerus. Sekarang kaya begitu banyak, tapi nanti di dalam kekekalan, meratap. Saudara akan lihat Saudara tidak berbagian di dalam Kerajaan yang baru karena terlalu sibuk cari keuntungan diri. Mari pikir untuk mewariskan sesuatu bagi bangsa ini, karena Tuhan berjanji jika engkau pikirkan masa depan bangsa, jika engkau pikirkan kebahagiaan keturunan yang berikut, maka Tuhan akan pakai pekerjaan Saudara untuk mendirikan KerajaanNya nanti, dan ini yang akan membuat orang berbahagia. Maka saya mau tantang Saudara, apa yang engkau kerjakan setiap hari? Apa yang kau lakukan tiap hari? Untuk Kerajaan Allahkah? Atau untuk hal yang nanti akan dibakar habis dan membuat Saudara meratap di dalam kekekalan. Kiranya Tuhan memimpin kita beriman, melihat mana yang penting, mana yang berarti di dalam seluruh aspek hidup, yang akan Tuhan pulihkan, dan berjuang untuk kebahagiaan orang-orang yang generasi berikut untuk mendapatkan berkat. Kiranya Tuhan memakai Saudara dan saya untuk mendirikan KerajaanNya melalui pekerjaan yang kita kerjakan untuk kebahagiaan dan juga berkat bagi orang lain.

(Ringkasan ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)