Anda disini : Home » Reformed Theology » Injil Lukas » Makna Bait Allah
GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA - Bandung
 
 

Makna Bait Allah

Pdt. Jimmy Pardede

(Lukas 19: 45-48)
Apakah yang dikerjakan oleh orang-orang Yahudi yang membuat Yesus sangat marah? Ada 2 hal, yang pertama adalah mereka memberikan standar tentang layaknya binatang dipersembahkan ke Bait Suci melalui standar yang membuat mereka mencari keuntungan. Kalau ada orang membawa binatang dari luar, lalu mereka masuk ke Bait Suci dan membawa binatang itu sebagai korban, maka imam-imam akan membuat peraturan yang mustahil, binatang yang cukup layak adalah binatang yang kakinya tidak berjalan jauh sebelum dikorbankan. Di dalam pelataran Bait Suci sudah ada binatang yang diberikan label layak. Inilah binatang yang boleh dipersembahkan, untuk dibeli binatang tapi harganya mahal. Di Bait Suci binatang dijual mahal sekali demi mendukung proyek dari Israel yaitu memurnikan Bait Suci dari pengaruh kafir. Ini membuat perdagangan di Bait Suci dibenci oleh Tuhan Yesus. Ini hal pertama yang dikritik, yang tidak disetujui oleh Tuhan Yesus.

Hal kedua yang tidak terlihat dari tindakan, tapi terlihat dari perkataan Tuhan Yesus, yaitu Tuhan Yesus mengatakan “kamu menjadikan tempat ini sarang penyamun”. Apakah ada penyamun, penyihir, tukang rampok di Bait Suci? Tidak, penyamun yang dimaksud oleh Tuhan Yesus adalah orang-orang Yahudi yang menyatakan keunikan identitas mereka dan kemajuan agama mereka di dalam Bait Suci secara tidak realistis. Di dalam Bait Suci mereka mengatakan “umat kita diberkati oleh Tuhan, lihat berapa besarnya Tuhan sudah bekerja”, tapi itu adalah manipulasi diri, mereka menipu diri di dalam kompleks Bait Suci mengatakan “kita adalah umat yang penting, kita adalah umat yang menang. Tuhan memberikan anugerah yang besar sekali kepada kita”. Tapi mereka tidak menyadari keadaan Israel yang sebenarnya bangkrut. Bait Suci menjadi tempat untuk konfirmasi penyertaan Tuhan, padahal Tuhan sedang tidak menyertai pada waktu itu. Bait Suci menjadi tanda yang membanggakan bahwa Tuhan ada bersama mereka, padahal Tuhan sedang tidak ada bersama mereka. Maka orang-orang yang mengklaim bahwa Tuhan sedang memberkati dengan limpah melalui perayaan-perayaan Bait Suci, orang-orang inilah yang Yesus sebut sebagai penyamun. Sarang penyamun, ini kutipan dari Yesaya dan Yeremia. Mengapa Tuhan begitu marah? Karena Bait Suci tidak lagi digunakan sebagaimana mestinya. Bait Suci menjadi lambang sombongnya Israel, menganggap bahwa diri mereka lebih baik dari yang lain, karena mereka mempunyai Bait Suci. Padahal di dalam Kitab 1 Raja-raja 8, Salomo sudah memberikan khotbah yang indah sekali mengapa ada Bait Suci. Di dalam 1 Raja-raja 8 ada teologi tentang Bait Suci dari Salomo yang baik sekali. Dan inilah yang Yesus sedang koreksi. Saya percaya Yesus melakukan tindakan membalikan meja penukar uang, lalu Dia membuat kekacauan untuk mengusir pedagang dari Bait Suci. Lalu Dia mengatakan “ambil uang, ambil binatang ini, pergi dari sini”. Dia usir pedagang itu supaya mereka berhenti memanipulasi jemaat. Setelah itu Dia mengatakan khotbah berhari-hari (dikatakan di dalam Lukas) untuk mengoreksi pemikiran manusia tentang Bait Suci. Yesus mengoreksi pikiran orang Yahudi, sehingga mereka mengerti apa yang Salomo katakan di dalam 1 Raja-raja 8. Di dalam 1 Raja-raja 8, setelah Bait Suci selesai dibangun, Salomo mulai pidato, Salomo membangun Bait Suci selama 7 tahun. Untuk membangun Bait Suci, dia harus membengkalai rumahnya sendiri, rumahnya 13 tahun baru selesai. Mengapa rumahnya lama sekali dibangun? Karena konsentrasi dia adalah untuk Bait Suci. Meskipun kita bisa menafsirkan, untuk rumah 13 tahun, untuk Bait Suci mengapa cuma 7 tahun? Saudara jangan lihat jumlah waktunya, tapi lihat angkanya. Bagi orang Yahudi, angka itu yang penting, 7 itu angka sempurna. Bukan berarti 13 adalah angka sial. Tapi 7 adalah angka sempurna. Maka ketika Salomo membangun Bait Suci persis 7 tahun, itu berarti dia punya konsentrasi dan perhitungan yang luar biasa. Jadi dia memberikan konsentrasi besar dan Tuhan tidak pernah mencela dia dalam pembangunan Bait Suci. Salomo punya banyak kesalahan, tapi bukan di Bait Suci ini. Bait Suci menjadi tempat yang sangat agung, menjadi prestasi Salomo yang paling besar. Kitab Suci mencatat bahwa segala konsentrasi keagungan seni dan segala perkakas paling bagus itu diberikan Salomo untuk Bait Suci. Dia berikan segala yang paling hebat untuk Bait Suci, dia membuat batu-batu yang diukir di tempat lain, lalu diangkut dengan susah payah ke kompleks Bait Suci, tanpa ada bunyi perkakas dari besi supaya orang tidak merasa membangun Bait Suci sama dengan mengukir berhala. Salomo sangat teliti di dalam hal ini. Setelah Bait Suci berdiri, dia seharusnya bisa membanggakan bangunan ini sebagai master piece di zaman dia. Tapi itu tidak dilakukan Salomo, Salomo di dalam khotbah di Bait Suci, justru memberikan kemuliaan bagi Tuhan, bukan kepada Bait Suci. Dia memulai dengan mengatakan “Allah itu Pencipta matahari, tapi Dia mau diam di dalam kegelapan”, dia tunjuk rumah ini. Jadi Salomo menganggap rumah ini terlalu gelap untuk menampung kemuliaan Tuhan. Tuhan itu Pencipta matahari, matahari sudah terang, tapi Tuhan jauh lebih terang karena Dia pencipta matahari. “Tapi mengapa Tuhan mau berdiam di rumah yang kudirikan ini?” Bisakah tangan manusia mendirikan rumah bagi Tuhan? Tidak bisa, maka khotbah Salomo di dalam 1 Raja-raja 8 adalah khotbah penting sekali untuk orang mengerti apa itu Bait Suci. Tapi pada zaman ketika Yesus melayani, semua orang Yahudi membanggakan Bait Suci sebagai kemuliaan mereka, bukan kemuliaan Tuhan. Ini yang Tuhan Yesus mau koreksi. Maka saya coba merangkum ada beberapa poin dari khotbah Salomo, ada 7 poin, persis dengan jumlah tahun Salomo mendirikan Bait Suci.

Yang pertama, dalam khotbah Salomo mengatakan bahwa Bait Suci adalah tempat Allah menyatakan diri dengan merendahkan diri. Untuk Dia menyatakan diri bagi Israel, Dia mesti merendahkan diri. Waktu Saudara bisa kenal Tuhan, itu terjadi karena Tuhan mau merendahkan diri. Sama seperti ketika kita bicara dengan anak-anak, lalu kita jongkok atau duduk supaya level matanya sama, itu terjadi karena kita merendahkan diri. Demikian dengan Tuhan, untuk Dia bisa dikenal, Dia merendahkan diri. Manusia tidak layak bertemu Tuhan, tapi Tuhan merendahkan diri. Siapa manusia yang meremehkan Tuhan yang rela merendahkan diri? Manusia itu berdosa besar sekali. Kalau Tuhan mau memberikan firman, maka yang mendapatkan kesempatan dengar firman mesti menyadari bahwa dia tidak layak mendapatkannya. Di dalam Mazmur dikatakan siapakah yang layak naik ke gunung Tuhan? Mereka yang murni hatinya, yang bersih tangannya. Di situ ada pengertian bahwa yang harus menguduskan diri bukan cuma mereka yang berkhotbah, tapi mereka juga yang mau mendengarkan firman harus menguduskan diri. Tidak semua boleh dengar firman Tuhan, manusia tidak berhak menuntut supaya Tuhan berbicara kepada dia. Tapi ketika Tuhan rela berbicara, Tuhan merendahkan diriNya. Maka Bait Suci menurut Salomo adalah pernyataan Tuhan yang sedang merendahkan diri. Tetapi kerendahan diri Tuhan ini pun dinyatakan dengan semulia mungkin.

Yang kedua, Bait Suci adalah lambang kesetiaan Allah kepada dinasti Daud dan janjiNya kepada Israel. Ketika Daud akan membangun rumah ini, Daud mengatakan “saya mau ada rumah dari pohon aras, saya mau ada rumah yang bagus untuk tempat tabut perjanjian, sebab saya hamba Tuhan boleh tinggal di rumah yang baik. Tapi Tuhan tinggal di kemah. Saya tidak rela seperti ini”. Tapi Tuhan menyatakan kepada Daud, “bukan engkau yang akan membangun”, karena Tuhan berjanji akan mendirikan kerajaan Daud yang tidak goncang dulu, baru nanti dinasti Daud boleh bangun rumah. Ini adalah pernyataan Tuhan, seolah-olah Tuhan masih kurang berjanji kepada Daud. Sehingga ketika Daud mengatakan “Tuhan, Engkau sudah memberkati saya demikian limpah, sekarang izinkan saya berbagian untuk Engkau”, Tuhan mengatakan “belum, Aku belum berkati engkau terlalu banyak. Aku akan memberi kamu berkat lagi yaitu janji keturunan yang akan menjadi raja selama-lamanya”. Bagian ini membuat Daud terharu sekali, dia langsung masuk beribadah ke hadapan mezbah Tuhan lalu mengatakan “Tuhan, mengapa Engkau masih merasa kurang memberkati saya? Sehingga harus menjanjikan dinasti yang akan muncul sampai selama-lamanya memerintah. Tepatilah ya Tuhan janji yang demikian besar yang Engkau berikan”. Ini yang tidak bisa kita mengerti dari Tuhan, yaitu Tuhan tetap berikan kebaikan meskipun kita merasa sudah terlalu banyak. Orang seperti Daud adalah orang yang penuh sukacita, karena dia merasa Tuhan sudah kelebihan memberikan berkat, tapi Tuhan masih terus mau tambahkan lagi. Adakah Saudara merasakan hal ini? Atau mungkin terbalik, kita terus merasa berkat Tuhan kurang. Daud mengatakan Tuhan begitu baik sejak di dalam pelarian. Waktu keadaan sulit dia bilang Tuhan baik. Waktu keadaan baik dia bilang Tuhan baik. Waktu sedang dikejar-kejar dia bilang Tuhan baik. Waktu difitnah dan dia harus pergi dengan 3 atau 4 orang yang masih setia, dia tetap bilang Tuhan baik. Waktu dia diusir oleh Saul dan sedikit lagi batasnya dengan kematian, dia tetap bilang Tuhan baik. Daud adalah contoh beriman karena di dalam segala keadaan tidak pernah menista Tuhan, di dalam segala keadaan dia tidak pernah merasa Tuhan tidak baik. Tuhan baik itu fakta, itu bukan dusta, bukan bohong. Hanya setan yang berusaha memanipulasi pikiran Saudara, sehingga Saudara tidak percaya Allah itu baik. Dari awal setan selalu membuat manusia ragu-ragu kalau Tuhan itu baik.

Yang ketiga, Salomo mengingatkan bahwa rumah ini menjadi rumah doa. Apa yang Israel harus doakan? Israel minta keadilan, Tuhan akan berikan. Hal ketiga yang Salomo tekankan adalah Bait Suci menjadi rumah doa untuk permohonan supaya ada keadilan. Kalau ada orang ditindas, berdoalah kepada Tuhan, “Tuhan, saya mendapat perlakuan tidak adil. Bagaimana caranya supaya saya dapat keadilan?”, doa kepada Tuhan dan Tuhan akan dengarkan. Orang yang berlaku tidak adil, minta ampun kepada Tuhan dan Tuhan akan ampuni. Inilah rumah yang akan memastikan keadilan Tuhan disalurkan terus kepada Israel. Maka ketika Israel melihat Bait Suci, dia langsung ingat “Tuhan, kalau tidak ada yang menolong saya lagi, saya bisa berseru kepadaMu”. Terkadang ada keadaan dimana kita tidak bisa minta tolong kepada siapa pun, kita terjepit dalam segala hal, diperlakukan tidak adil, ditipu, dihantam, dihancurkan tanpa ada yang bisa menolong. Salomo mengingatkan Bait Suci menjadi tanda bahwa ada Tuhan yang bisa menolong. Mazmur itu penuh dengan perkataan “Allahku adalah Penolongku”, saya pikir orang harus mendapatkan keadaan yang susah dulu, dijepit, diperlakukan tidak adil, difitnah, diperlakukan jahat, baru bisa mengerti Mazmur. Banyak orang tidak bisa menghargai Mazmur karena hidupnya kurang pahit. Ini fakta, Saudara kalau kurang pahit hidupnya, Saudara akan kurang menghargai Mazmur. Ingat Tuhan baik, tapi kalau Saudara pernah mengalami kepahitan dari dunia ini, Saudara akan tahu Tuhan akan menjadi Penolong yang teguh, yang di dalam waktunya bisa menolong Saudara. Bahkan ada kalimat di dalam Mazmur yang mengatakan “Tuhan bisa tolong aku bahkan lewat kematian sekalipun”. Maka kalau diperlakukan tidak adil sampai mati pun, tetap bisa berseru minta tolong kepada Tuhan. Mana contoh sudah mati tapi tetap bisa berseru minta tolong? Contohnya Habel, Habel diperlakukan tidak adil, apa salah Habel terhadap Kain? Tidak ada. Mengapa dia dibenci oleh Kain? Karena dia dianggap benar oleh Tuhan, Kain iri hati. Iri hati adalah dosa yang jahat sekali, karena orang yang iri melakukan sesuatu mempunyai perasaan yang tidak seharusnya diberikan kepada orang yang kepadanya dia iri. Maka Kain men-develop perasaan yang menjadi dosa termasuk dosa yang paling tua yaitu iri hati, terus dia beri “makan”. Dan Tuhan sudah memperingatkan “dosa sudah mengintip, hati-hati, kamu harus kalahkan dosa”. Ketika perasaan itu muncul harus dimatikan, tidak ada alasan pokoknya matikan. Saya pernah ditanya oleh seorang pemuda “bagaimana cara mematikan perasaan ingin berdosa ini?”, saya bilang “matikan, tidak ada cara lain. Tuhan bilang matikan”, “caranya bagaimana?”, “matikan”, “beri tahu petunjuknya”, “langkah pertama matikan, langkah kedua matikan, langkah ketiga matikan”, “bagaimana caranya?”, “matikan”. Alkitab mengatakan matikan. Tapi Kain tidak matikan, dia pelihara terus, dia izinkan perasaan itu muncul. Bagaimana cara matikan perasaan? Tidak perlu dipikirkan, jangan beri waktu, jangan beri tempat, lama-lama dia akan mati. Coba segala keinginan untuk berdosa tidak perlu ditaati, tidak perlu didengar, jangan diskusikan, jangan debat dan jangan dialog dengan dia. Alkitab mengatakan darah Habel masih berdoa kepada Tuhan. Roh dia mengatakan “Tuhan, saya diperlakukan tidak adil, tolong balaskan”, dan Tuhan akan balas. Jangan memperlakukan orang dengan tidak adil. Salomo mengingatkan “ingat rumah ini, kamu diperlakukan tidak adil, ingat rumah ini. Allah akan membela kamu. Tapi ingat, jika kamu memperlakukan orang lain dengan tidak adil, ingat rumah ini, Allah akan menghukum kamu”.

Hal yang keempat, Salomo berkhotbah mengatakan bahwa rumah ini adalah rumah tanda pengampunan bagi orang yang sudah berdosa. Kalau Israel sudah berdosa, sudah menyingkirkan Tuhan dari kehidupannya, sudah hidup di dalam keadaan hidup yang membuat Tuhan benci kepada mereka, lalu Tuhan hukum mereka dengan perang, Tuhan hukum mereka dengan bangsa-bangsa yang menindas mereka dan mereka sadar, “kami ada di dalam hukuman Tuhan, Tuhan perlakukan kami dengan keras karena kami berdosa”. Maka Salomo mengatakan “datanglah ke rumah ini, mohon ampun kepada Tuhan, Tuhan akan dengar doamu. Rumah ini jadi rumah di mana janji pengampunan Tuhan bisa dipegang oleh orang Israel. Kalau orang Israel sudah berdosa lalu mereka minta ampun datang ke rumah ini, Salomo bilang “Tuhan akan dengar. Pengampunan dengan tulus dimohonkan kepada Tuhan, akan Tuhan dengar”. Tuhan tidak pernah membuang orang yang menangis “Tuhan, ampuni saya orang berdosa ini”. Ingat ilustrasi perumpamaan dari Tuhan Yesus, seorang pemungut cukai memukul diri dan mengatakan “Tuhan, ampuni saya orang berdosa ini”, dia dibenarkan oleh Tuhan. Sedangkan orang yang mengatakan “Tuhan, saya bersyukur karena saya orang hebat, saya tidak seperti pemungut cukai”, dia tidak dibenarkan oleh Tuhan. Bait Suci menjadi lambang permohonan minta ampun masih didengar oleh Tuhan. Tuhan masih mau pulihkan mereka, meskipun mereka berada di dalam keadaan yang sangat jelek karena mereka sudah berdosa kepada Tuhan. Kadang-kadang kita berada dalam keadaan yang sangat sulit karena kita pernah menjauh dari Tuhan. Di dalam keadaan seperti itu, ingat kalau Tuhan masih memberikan pengampunan, datang kepada Dia.

Hal kelima, Salomo mengatakan rumah ini adalah rumah supaya Tuhan ingat memelihara kamu dengan hati yang takut akan Tuhan. Israel datang ke rumah ini dan mohon supaya Tuhan berikan hati yang takut akan Tuhan. Sangat mudah bagi kita untuk mengabaikan Tuhan, menghina Dia, mengabaikan hukumanNya, mengabaikan keadilanNya, mengabaikan kesucianNya, sangat mudah bagi kita meremehkan Tuhan di tengah budaya yang penuh dengan kebiasaan meremehkan Tuhan. Ini adalah kebudayaan dimana Tuhan dijadikan joke, segala keagungan Tuhan dikurung dalam bentuk karikatur. Saya sangat benci ketika ada orang menunjukan kepada saya kartun Tuhan Yesus. Saya mengatakan “apa ini Tuhan dikartunkan?”, dia mengatakan “kamu jangan jadi seperti orang Islam, Muhammad dikartunkan dan mereka marah-marah”, “justru mungkin dalam hal ini kita mesti belajar dari mereka”. Saya tidak bilang kita mesti belajar menembak redakturnya. Tapi kemarahan mereka karena nabi mereka dibuat kartun, itu yang tidak ada di dalam Kekristenan. Kekristenan terlalu toleransi, Tuhan diinjak-injak kita tidak pernah peduli. Tuhan dihina kita biarkan, Tuhan digambar lucu-lucuan kita biarkan. Kita orang Kristen mau jadi apa? Perasaan takut akan Tuhan akan terkikis habis kalau Tuhan dipresentasikan dengan main-main. Tuhan tidak pernah main-main dalam kekudusanNya. Mari jangan permainkan Tuhan. Maka Salomo mengatakan biarlah waktu kamu melihat rumah ini, kamu diingatkan takut akan Tuhan. Tuhan harus kamu takuti. John Calvin mengatakan takut akan Tuhan adalah perasaan hormat dan cinta yang seimbang. Maka keseimbangan sangat penting dan itu yang Calvin katakan, cinta kepada Tuhan yang dibarengi dengan perasaan segan, takut menyakiti Dia, takut menyinggung hatiNya. Bukan takut karena dihukum, tapi takut karena segan dan cinta, itulah takut akan Tuhan. Maka Salomo mengatakan “biarlah rumah ini membuat engkau berdosa terus kepada Tuhan. Mohon Tuhan memberikan kepadamu hati yang takut akan Tuhan”.

Hal yang keenam, yang Salomo katakan “biarlah rumah ini menarik orang asing datang kepada Allah dan berdoa kepada Allah”. Kalau ada orang pernah mendengar tentang Tuhan, biarlah dia rindu datang ke Bait Suci. Dan menemui bahwa berdoa kepada Tuhan adalah hal yang menyenangkan, hal yang indah sekali waktu dilakukan di Bait Suci. Mari kita punya kerinduan yang sama supaya orang asing tertarik mengenal Tuhan. Sekarang banyak orang menghina gereja, bukan karena Tuhan, bukan karena kebenaran Alkitab, tapi karena gereja sudah menjadi lelucon, pendeta jadi lelucon. Kekristenan dipermalukan karena Kekristenan tidak mencerminkan Tuhan. Maka orang asing tidak mau jadi Kristen, dua orang Islam di depan saya tadi tidak mungkin mau jadi Kristen kalau melihat pendeta seperti itu, akhirnya mereka cuma bisa tertawakan orang Kristen dan nama Tuhan dipermalukan. Tapi Salomo mengatakan biarlah keagungan kehadiran Tuhan di rumah ini membuat orang asing dari mana-mana datang dan mau beribadah kepada Tuhan. Pdt. Jadi mengatakan penginjilan itu ada 2 speech dan community, bicara dan komunitas. Penginjilan berarti Saudara harus bicara memberitakan Injil dan diback-up dengan komunitas. Mari membuat komunitas gereja menarik untuk orang luar, bukan menarik karena ada hura-hura, menarik karena mereka tahu ini beda dengan dunia, “saya sudah capek dengan dunia ini, saya ingin mendapatkan ketenangan di dalam gereja Tuhan”. Dulu saya pernah punya pembantu laki-laki, terkadang jadi sopir yang mengantar papa saya kalau lagi capek, pembantu ini pernah mengatakan “enak ya di gereja. Nyanyiannya bagus-bagus, saya dengar nyanyian di gereja kalau lagi mengantarkan bapak ke gereja. Dari luar itu terdengar bagus. Lain dengan tempat saya, dari luar terdengar ngeri”. Hal seperti ini yang mau kita lakukan, supaya Tuhan dipermuliakan. Lewat berita Injil dan lewat komunitas yang memback-up, membuat orang mengatakan “aku ingin kenal Tuhan lebih lagi”.

Hal ketujuh, Salomo mengatakan rumah ini adalah untuk janji Tuhan memulihkan Israel waktu Israel ada di pembuangan. Biarlah waktu kamu di pembuangan, kamu ingat Bait Suci dan memohon supaya Tuhan ampuni dan pulihkan mereka. Ini poin yang menyedihkan sekali. Daniel mengerti apa yang dikatakan Salomo, maka Daniel setiap hari berdoa sebanyak 3 kali dengan jendela yang diarahkan ke situs Bait Suci yang sudah hancur. Bayangkan betapa menyedihkannya itu, Daniel tetap berdoa mengarah ke situs Bait Suci meskipun sudah hancur, karena dia tahu Tuhan mengatakan “Kalau engkau berdoa dari rumah ini, Tuhan akan pulihkan”. Jadi rumah ini adalah rumah tanda janji Tuhan bahwa Tuhan tidak akan pernah menghilangkan kesetiaanNya kepada Israel. Inilah fungsinya Bait Suci. Bait Suci sekarang bukanlah bangunan di Yerusalem lagi, Bait Suci adalah kita yang percaya kepada Kristus. Maka Bait Suci ini yaitu kita yang percaya kepada Kristus harus menyatakan poin-poin tadi. Tuhan menyatakan kerendahanNya waktu mau menyatakan diri lewat kita. Tuhan mau menyatakan kesetiaanNya dengan memanggil kita menjadi milikNya. Tuhan mau menyatakan keadilanNya lewat hidup kita. Tuhan mau menyatakan pengampunanNya jika kita mau berdoa memohon pengampunan baik bagi diri kita maupun bagi bangsa ini. Tuhan mau menyatakan pemeliharaanNya supaya kita senantiasa punya hati yang takut akan Tuhan. Tuhan mau tarik orang-orang yang tidak kenal Tuhan untuk mengagumi Tuhan lewat kita. Dan Tuhan mau pulihkan keadaan kita lewat kebangunan yang sejati waktu kita mengingat anugerah Tuhan yang menyatakan namaNya lewat umatNya. Inilah fungsi Bait Suci.

Di dalam kelimpahan pengertian inilah Yesus berkhotbah kembali. Maka ketika orang-orang menjadikan Bait Suci sebagai tempat kebanggaan “kami Israel, kami hebat, kami jaya”, itu yang membuat Israel marah sekali. Saudara bisa bayangkan orang Israel ketika berkumpul di Bait Suci, mereka akan menyatakan kemuliaan dan kemegahan agama mereka. Ini mirip ketika orang berkumpul atas nama Islam garis keras dalam satu tempat, lalu meneriakan slogan-slogan Islam, ini akan membuat semua menyatakan “amin”. Mereka akan bangga sekali dan menyatakan kekuatan di dalam kelompok ini. Cuma teriak-teriak menyatakan sesuatu di dalam kelompok mereka sendiri. Ini yang dilakukan orang Israel di Bait Suci, mereka teriak-teriak membanggakan “hidup Israel, hidup Tuhan, hidup Abraham, Ishak, Yakub, hidup Daud, bintang Daud. Kami akan hancurkan Romawi, kami akan hancurkan penjajah”, mereka teriak-teriak di situ dan orang Romawi cuma jalan-jalan di luar Bait Suci sambil tertawa. Di dalam mereka perkasa sekali, tapi begitu keluar, mereka tunduk lagi sama Romawi. Jadi di dalam Bait Suci adalah kesempatan mereka meluapkan keinginan mereka untuk adanya Israel yang merdeka. Tapi cuma sampai di situ yang mereka bisa lakukan. Inilah yang membuat Yesus marah, Yesus mengatakan ini namanya sarang penyamun, Bait Suci bukan untuk kamu memegahkan diri, Bait Suci untuk kamu memegahkan Tuhan. Biarlah kita mempunyai identitas apa pun yang kita pegang demi kemegahan Tuhan. Kalau Saudara mengatakan “gerakan Reformed Injili itu penting”, “mengapa penting?”, “demi Tuhan, gerakan ini berguna karena akan memuliakan Tuhan”. Apa yang hebat dari gerakan ini? Tuhan, bukan yang lain. Tidak ada yang hebat dari gerakan ini kecuali Tuhan, itu yang harus kita pahami baru kita bisa mengerti apa yang Yesus katakan. Alkitab mengatakan Yesus mengoreksi pikiran mereka dengan tindakan mengusir orang-orang yang berdagang di luar, setelah itu Dia mengoreksinya melalui pengajaran setiap hari, yang saya percaya memurnikan kembali pengertian Bait Suci sebagaimana yang diajarkan Tuhan lewat Salomo. Maka orang-orang lain benci kepada Dia, karena Dia mengajarkan hal yang berbeda dengan yang diajarkan orang Farisi. Orang Farisi dan Yahudi mau marah, mau bunuh Dia, “orang ini membuat kita lemah, kita sudah berteriak-teriak di Bait Suci supaya semangat nasionalisme Israel dan demi Tuhan, muncul Yesus khotbah seolah-olah anti tesis, melawan apa yang kami khotbahkan”. Maka mereka berniat membunuh Yesus. Ini pemimpin agama yang korup, tidak sadar dirinya korup, sudah lakukan dosa tapi tetap merasa dirinya berjasa, sudah melakukan kehancuran tapi tetap merasa dirinya diperkenan oleh Tuhan akibat jasa dia melawan segala apa yang ada di dunia ini. Maka mereka berusaha membunuh Yesus dan pertentangan antara Yesus dengan orang-orang ini semakin besar di dalam pasal-pasal selanjutnya. Dari pengertian yang Yesus mau koreksi, harap ini juga menjadi koreksi bagi kita di dalam mengenal identitas agama kita.

(Ringkasan ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)