Kalau kita mengatakan “pak, dulu Israel memuliakan nama Tuhan karena ada Bait Suci dan pengaruhnya ke politik. Lalu politik yang berhikmat mempengaruhi seluruh warga punya kesejahteraan. Sekarang Kekristenan bagaimana?”, sama. Kekristenan sekarang mengaitkan ibadah di dalam Kristus. Dan Kekristenan mengangkat atau menyatakan Kristus sebagai Raja. Jadi Dia adalah Raja dan Dia adalah Imam. Dialah yang menggenapi ibadah di Bait Suci dengan memberi diriNya sebagai korban. Dia pecahkan diriNya di atas kayu salib demi keselamatan kita. Kerelaan Dia mati membuat Saudara dan saya ditebus menjadi bagian dari umat Tuhan. Karena kita sudah menjadi bagian dari umat Tuhan, kita menjadi umat seperti dulu Israel menjadi umat. Mengapa engkau jadi umat? Karena Kristus. Sekarang umat Tuhan tidak lagi berbentuk bangsa, tapi berbentuk komunitas yang tidak ada samanya di dalam sejarah. Kalau ditanya gereja itu apa? Organisasi? Gereja ada organisasinya tapi gereja utamanya bukan organisasi, termasuk GRII. GRII harus ada organisasi, tapi bukan utamanya organisasi. Organisasi tidak mendikte visi, visi yang mendikte organisasi. Saya ingat perkataan yang bagus dari seorang pemimpin perusahaan yang saya baca biografinya, dia bertemu dengan para direksinya, lalu direksinya mengatakan “yang bapak rencanakan ini tidak sesuai dengan aturan kita sudah buat”, lalu orang itu dengan santai mengatakan “buat lagi aturan baru”, “ini sudah ada aturan mengapa tidak dijalankan?”, “ada hal baru yang mesti kita kerjakan”. Sama dengan organisasi gereja, bukan organisasi mendikte visi, visi yang harus mendikte organisasi. Maka di dalam Kekristenan ada kelompok namanya orang Kristen gereja, yang tidak sama dengan pemerintahan politik. Gereja bukan organisasi politik, gereja bukan organisasi kerajaan, gereja bukan perusahaan. Lalu gereja apa? Gereja adalah komunitas baru yang tidak ada paralelnya sebelumnya. Komunitas seperti apa? Komunitas satu tubuh, komunitas yang relasi satu sama lain mengidentikkan atau yang mencerminkan relasi Kristus dan jemaat. Relasinya seperti bapa dan anak, antara Allah dan gereja, antara suami dan istri yaitu Kristus dan gereja. Gereja punya kondisi yang unik, gereja dibentuk karena Kristus memecahkan tubuhNya. Ada hal yang indah di dalam Perjamuan Kudus. Pada Perjamuan Kudus membuat kita kembali sadar bahwa kita bersatu karena ada yang dipecahkan, roti yang dipecahkan yang kita miliki di tangan, yang kecil jumlahnya, yang kecil ukurannya, ini kita makan. Dan karena kita makan maka kita jadi satu. Jadi tubuh Kristus terpecah supaya kita menjadi satu. Gereja tidak sama dengan kerajaan, gereja bukan lembaga politik, gereja adalah gereja. Gereja didirikan karena darah Kristus, gereja berdiri karena cinta kasih yang rela mematikan diri. Gereja begitu spesial karena tidak ada lembaga, komunitas, kerajaan, kelompok yang dimunculkan dengan nyawa Anak Allah dikorbankan di atas kayu salib, hanya gereja. Itu sebabnya gereja sangat penting, gereja menyempurnakan pekerjaan Tuhan lewat Israel. Maka kalau dulu nama Tuhan disebut didalam Israel, sekarang nama Tuhan disebut di dalam Kristus. Dulu Israel menyatakan nama Tuhan, mereka menyandang nama Tuhan. Sekarang Kristuslah yang menyandang nama Yahweh, Kristuslah yang menyandang nama Tuhan. KehadiranNya di bumi adalah kehadiran Allah. Ketika Filipus bertanya “tunjukkanlah Allah itu kepada kami”, Tuhan Yesus mengatakan “masihkah engkau belum mengerti juga Filipus? Engkau melihat Aku, engkau sudah melihat Bapak. Karena Aku disebut dengan nama dari Allah sendiri. Maka nama Tuhan ada di mana? Di Kristus, Kristus menyandang nama Tuhan. Itu sebabnya karena dia menyandang nama Tuhan, maka dia harus menjadi pemimpin atas segala sesuatu. Tapi dia tidak jadi pemimpin karena otoritas, karena kekuatan senjata, dia menjadi pemimpin karena kerelaan untuk dipecahkan. Ini membuat gereja lain dari organisasi manapun. Siapa Kristus, mengapa karierNya bisa tinggi begitu, mengapa dia bisa naik menjadi raja di atas segala raja? Jawabannya adalah karena Dia rela turun. Mengapa Dia penting? Karena Dia rela jadi insignifikan. Mengapa Dia begitu diagungkan? Karena Dia rela dikerdilkan. Mengapa Dia dimuliakan? Karena Dia rela dihina. Mengapa Dia menjadi sumber hidup? Karena Dia rela kehilangan hidup. Ini prinsip yang Tuhan berikan kepada Kristus supaya nama Tuhan dipermuliakan lewat dia. Maka di dalam nama Kristus tidak ada nama, tidak ada kemuliaan yang diberikan dengan tidak layak. Di dalam nama Kristus, keagungan Tuhan, kemuliaan namaNya, kekudusanNya, semua diberikan kepada Kristus. Tidak ada nama setara dengan nama Dia, tidak ada pemimpin agama, tidak ada tokoh manapun yang bisa disamakan dengan Kristus. Karena tidak ada yang rela berkorban sebesar Kristus. Ini perbandingan yang harus kita mengerti. Surat Filipi tidak sedang mengatakan Kristus lebih hebat dari pemimpin agama lain, karena Dia lebih kuat dari pemimpin agama lain. Filipi sedang mengatakan Kristus lebih mulia dari pemimpin agama lain, karena tidak ada yang ditunjuk Tuhan untuk mengalami kehinaan lebih besar dari dia. Hanya Kristus yang dipilih, bukan pemimpin agama manapun, dan hanya Kristus yang mampu kerjakan pilihan Itu. Pilihannya adalah untuk menjadi rendah, untuk menghancurkan diri, untuk mati di atas kayu salib, dari kematiannya di atas kayu salib inilah dia bangun komunitas baru yang atasnya nama Tuhan disebut. Sekarang nama Tuhan tidak disebut lewat Israel. Tapi lewat orang Kristen, Kristus-Kristus kecil maka Saudara dan saya adalah yang melanjutkan nama Tuhan dinyatakan di bumi. Dulu Israel sekarang kita. Kalau dulu Israel menyatakan nama Tuhan karena dan hikmat raja dan ibadah Bait Suci disatukan. Sekarang pun sama ada hikmat Kristus Raja kita dan ada ibadah di dalam Kristus yang menjadi pondasi. Ibadah kepada Kristus dan juga kepemimpinan Kristus sebagai Raja yang berhikmat ini harus kita pelajari, harus dinyatakan lewat hidup kita. Maka mari kita menikmati panggilan jadi orang Kristen yang mengaitkan iman kepada Tuhan dengan pengaruh di masyarakat. Yang mengaitkan penyembahan kepada Kristus dengan pemahaman bagaimana harus hidup di sekeliling kita. Banyak sekali interaksi yang penting, antara iman Kristen dengan politik, iman Kristen dengan ekonomi, iman Kristen dengan sains, iman Kristen dengan keluarga, iman Kristen dengan relasi, iman Kristen dengan psikologi dan lain-lain. Ini membuat kita sadar hanya orang Kristen mampu jadi pengaruh yang baik di dunia, asal mereka benar-benar memiliki hikmat Kristus, Sang Raja, dan ibadah yang sejati di dalam nama Dia. Itu sebabnya kita datang beribadah, itu sebabnya kita belajar mengenal doktrin yang benar, itu sebabnya kita mesti berani ambil pikulan berat sebagai pemimpin di tengah-tengah dunia ini. Saudara harus berani jadi pemimpin, harus berani mendeklarasikan keunggulan iman Saudara di dalam pekerjaan Saudara. Jangan gagal, jangan menyerah, jangan mundur. Jika Saudara orang Kristen, Saudara akan disorot. Dan Mari kita siap untuk disorot, mari kita siap untuk menyatakan “apa yang saya kerjakan bertanggungjawab”, mari mengerti bahwa imanku membuat aku mau jadi berkat bagi yang lain. Dan ini membuat orang akan berkaca dan menyadari tanpa Kristus orang-orang Kristen ini tidak mampu melakukan apa-apa. Tapi di dalam Kristus, mereka kerjakan banyak hal besar. Saya sangat rindu negara kita mendapat berkat melalui Kristus, lewat orang-orang Kristen. Harap Saudara mengerti dan berbagian di dalam panggilan ini. Kita punya ibadah di dalam nama Kristus kepada Tuhan dan ibadah ini membuat kita mengenal Allah Pencipta segala sesuatu. Maka ketika kita ada di dalam dunia kita mengatakan saya mau jalani kehidupan saya dengan caranya Allah. Biar cara Allah menjjadi utama dan biar saya dipakai Tuhan mengalahkan dosa, mengalahkan kecenderungan yang jelek dari saya, untuk memuliakan nama Tuhan. Tuhan kiranya menolong kita menjalankan panggilan ini.

(Ringkasan ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)

« 4 of 4