Kita perlu melihat bagian awal apa yang dimaksud dengan menghakimi dan mengapa kalimat ini muncul. Seringkali orang-orang memakai ayat-ayat dari Alkitab lalu memasukan ke dalam konteks yang tidak sesuai. Misalnya Saudara melihat satu orang melakukan hal yang salah, lalu Saudara tegur, kemudian orang itu mengutip Roma 2 “hai kamu manusia, jangan menghakimi” atau pakai kalimat-kalimat lain yang mengatakan jangan menghakimi. Bagian ini harus diselidiki berdasarkan argumen atau kalimat Paulus yang sebelumnya. Apa yang membuat orang menghakimi? Tentu dosa-dosa yang dibukakan di pasal 1. Dosa apa yang paling parah di pasal 1? Dosa yang paling parah di pasal 1 adalah homoseksualitas. Bukan hanya orang Kristen yang menganggap homoseksualitas itu dosa, orang Yahudi sangat membenci praktek ini. Dua dosa yang mengakibatkan kesalahan atau kehancuran besar dalam Perjanjian Lama adalah karena adanya praktek homoseksualitas. Orang-orang di Sodom dan Gomora menjalankan praktek ini sehingga Tuhan menghancurkan seluruh kota. Lalu di dalam Kitab Hakim-hakim ada sebuah kota di daerah Benyamin yang melakukan praktek seperti ini, sehingga Tuhan memutuskan untuk membuat kacau segala keadaan. Akhirnya ada perang besar dengan Suku Benyamin yang melindungi kota ini, dan akhirnya Suku Benyamin hampir dipunahkan dari Israel. Dari dua narasi itu kita bisa tahu bahwa orang Israel mempunyai tradisi yang membenci praktek homoseksualitas. Siapa yang melakukan tidur dengan laki-laki seperti laki-laki dengan perempuan, wajib dihukum mati. Ini sesuatu yang sangat jelas sekali di Kitab Suci. Maka sangat tidak masuk akal menafsirkan Roma 1 dengan trend LGBT zaman ini. Jadi kita tidak bisa menafsirkan segala sesuatu di Kitab Suci berdasarkan apa yang kita suka atau berdasarkan preferensi budaya kita. Kita harus belajar untuk tidak menjadikan budaya kita super lalu memahami bahwa bagi pembaca Surat Roma kebudayaan merekalah yang berlaku. Sehingga kalau Saudara mau setia membaca Surat Roma, Saudara harus membacanya dengan pengertian tadi yaitu bahwa homoseksualitas adalah dosa yang sangat besar bahkan memuncakan murka Tuhan di dalam Perjanjian Lama. Tuhan murka kepada Benyamin karena melindungi sebuah kota yang melakukan praktek ini. Maka suka atau tidak suka kita harus belajar untuk cari makna yang sesuai, yang setia dengan apa yang dinyatakan, lalu belajar untuk menggumulkan bagaimana kita menaatinya. Setiap kali kita membaca Kitab Suci, akan selalu ada bagian dari diri kita yang lama dimatikan, dan bagian diri kita yang baru di dalam Kristus diteguhkan, dimunculkan dan disempurnakan. Jadi tidak ada orang membaca Alkitab lalu tidak mengalami apa pun. Semua yang membaca Alkitab akan mengalami murka atau teguran Tuhan yang besar akan kena pada dirinya. Orang yang mempunyai kecenderungan homoseks akan tertegur keras sekali dengan kasus-kasus yang tadi saya sebutkan. Tapi untuk orang-orang yang tidak melakukan praktek homoseks atau tidak punya kecenderungan itu, tidak berarti dia aman waktu membaca Alkitab, karena begitu banyak hal yang dia kerjakan, yang akan juga ditegur oleh Kitab Suci. Kitab Suci meng-counter diri kita yang lama dan itu demi kebaikan kita. Kitab Suci mengkonfirmasikan Kristus di dalam diri kita, dan oleh karena itu diri kita yang lama harus keluar.

1 of 11 »