Anda disini : Home » Reformed Theology » Khotbah » Seri Mengapa Allah Menjadi Manusia(3): Terang dan hidup dari Allah
GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA - Bandung
 
 

Seri Mengapa Allah Menjadi Manusia(3): Terang dan hidup dari Allah

Pdt. Jimmy Pardede

(Yohanes 1:17-18)
Hal ketiga yang akan saya bahas kali ini, mengapa Allah menjadi manusia. Allah menjadi manusia untuk menyatakan hidup. Bukan hanya persekutuan antara Allah dan manusia saja, tetapi memberi hidup yang sejati kepada manusia. Hidup yang dihidupi manusia adalah hidup yang kosong, kecuali manusia mengerti hidupNya Tuhan. Banyak orang menafsirkan hidup di dalam kegiatan fisik yang masih beroperasi secara normal. Tapi kalau kita membaca Alkitab definisi hidup tidak seperti itu, meskipun kita mempunyai tubuh yang hidup tetapi Alkitab mengatakan “kamu mati kalau melanggar”. Alkitab mengatakan pada hari kamu memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, pada hari itu kamu mati. Efesus 2 mengatakan kita semua adalah pemberontak karena kita hidup di dalam pemberontakan kita, kita sudah mati di dalam pemberontakan kita. Jadi yang betul kita mati atau hidup? Alkitab mengatakan kita mati di dalam dosa, tapi mengapa kita tidak merasa mati, mengapa kita tetap merasa hidup dengan baik, mengapa kita tetap merasa normal? Karena kita salah mendefinisikan hidup, salah mengerti apa itu hidup. Maka di Injil Yohanes 1:4 di katakan “di dalam Dia ada hidup”, di dalam Yesus ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Alkitab dalam Injil Yohanes menggabungkan antara hidupnya Tuhan dan kemuliaan terang dari Allah yang ada di sorga. Tuhan mencipta manusia supaya manusia mengerti dia hanya mungkin hidup kalau dia mengerti hidupNya Tuhan dan hidup yang bersatu dengan hidupNya Tuhan. Hidup yang bersatu dengan hidupNya Tuhan itulah hidup. Hidup tanpa bersatu dengan hidupNya Tuhan itu adalah hidup yang palsu, yang segera akan ditelan dan dihancurkan oleh hidup.

Alkitab mengaitkan di dalam Injil Yohanes antara hidup dan terang. Hidup di satu sisi dan terang di sisi yang lain. Terang adalah sesuatu yang sering kita nikmati, Saudara menyalakan lampu akan rela muncul terang, Saudara melihat matahari terbit pagi-pagi akan muncul terang, Saudara melihat bahwa hari sudah siang terangnya semakin terang, jadi kita mengerti terang lewat apa yang alami di dalam hidup. Namun Kitab Suci mengatakan terang Tuhan lebih terang dari terang yang paling terang di dalam alam ini. Terang Tuhan lebih terang dari pada matahari, lebih terang dari hal yang paling menyilaukan yang ada di dalam alam. Kalau Saudara merenungkan kalimat terang Tuhan lebih terang dari matahari, Saudara akan kaget kalau begitu terang ini seperti terang apa? terang yang begitu besar, begitu dahsyat, begitu menghancurkan. Saudara tidak bisa memandang matahari tanpa menjadi buta, kalau begitu bagaimana kita bisa memandang terangNya Tuhan tanpa menjadi hancur? Terang adalah hal baik, tapi mengapa Kitab Suci membahas terang sebagai sesuatu yang kita tidak bisa akses ke dalamnya, kita tidak bisa menikmati terang dan hidupNya Tuhan karena terang itu bersifat menghanguskan dan menghancurkan kita. Orang yang melihat terang Tuhan tidak bisa tahan berdiri, orang yang melihat mulia Tuhan tidak bisa bertahan. Waktu Musa dan orang Israel ada di Gunung Sinai, waktu itu Gunung Sinai penuh dengan api karena malaikat Tuhan hadir, penuh dengan halilintar, dan penuh dengan terang karena Tuhan hadir di situ. Lalu Tuhan beranugerah, Tuhan tutup gunung itu dengan awan yang pekat sehingga manusia tidak bisa melihat tembus ke dalam. Mengapa Tuhan tidak izinkan manusia lihat tembus ke dalam? Karena Tuhan tahu begitu manusia melihat, manusia akan mati. Maka Dia tutup dengan awan yang pekat. Lalu Dia berseru dengan keras sekali, suaraNya bagaikan sangkakala dari puluhan ribu malaikat. Suara Tuhan begitu keras menggelegar menyatakan berita kepada umat manusia. Ini pertama kalinya manusia minta supaya ada pengkhotbah, jangan Tuhan yang langsung bicara. Kalau orang-orang sekarang “saya tidak mau pengkhotbah, saya maunya langsung dengar suara Tuhan”. Dulu Tuhan memang langsung bicara, lalu yang minta ada pengkhotbah adalah yang mendengarkan. Israel yang minta, karena waktu dengar Tuhan bicara langsung, mereka seperti mau mati rasanya. Luther pernah mengatakan Allah kita adalah Allah yang rela menyembunyikan diri, tapi jangan sembunyikan Dia. Allah kita adalah Allah yang merendahkan diri, tapi jangan sekali-kali rendahkan Dia. Allah kita adalah Allah yang rela ditutup oleh kehinaan, tapi jangan tambahkan kehinaan untuk menutup Dia. Banyak orang mengerdilkan Tuhan dengan menganggap Tuhan sebagai Pribadi yang gampangan, “saya bisa gampang berelasi dengan Tuhan, saya bisa gampang atur mode relasiku dengan Tuhan. Waktu itu Israel sadar Allah mereka adalah Allah yang tidak boleh diperlakukan dengan sembarangan. Alkitab mengatakan “kalau ada manusia atau binatang menembus batas di gunung itu, dia harus mati”, kalimat ini keras sekali.

Waktu Saudara mau menikmati terang Tuhan, Saudara sadar Saudara tidak bisa akses terang itu. Lalu bagaimana? Kita tidak mungkin hidup dalam kegelapan, tapi kita juga tidak boleh hidup dalam terang. Gelap berarti penuh dengan ketidaktahuan, penuh dengan hal-hal yang gelap, penuh dengan hawa nafsu, penuh dengan hal yang mencelakakan, penuh dengan kehidupan yang sangat muram, penuh dengan kehilangan pengharapan, penuh dengan perasaan depresi, penuh dengan segala kekacauan, itulah gelap. Siapa mau hidup di dalam gelap? Maukah engkau terus hidup di dalam dosa, menikmati kepenguasaan dosa dalam hidupmu? Itu gelap, manusia dalam gelap dan tidak banyak yang sadar kalau sedang hidup dalam gelap. Hidup dalam gelap karena dikuasai oleh begitu banyak hal, karena tidak punya pengharapan ke depan, karena dikuasai oleh hawa nafsu. Tapi kalau manusia tidak bisa hidup dalam gelap, manusia juga tidak bisa hidup dalam terang. Jadi gelap tidak bisa, terang tidak bisa, lalu bagaimana? Inilah kesulitan menjadi manusia yang dinyatakan oleh Kitab Suci. Pdt. Stephen Tong pernah berkhotbah tentang status antara, manusia hidup di antara Allah dan setan, di antara baik dan jahat, di antara terang dan gelap. Fokus ini yang saya mau berikan kepada Saudara, kita sedang kesulitan bukan main, karena kita hidup tidak bisa di gelap, tapi juga tidak mungkin hidup di terang. Kita disuruh hidup di dalam gelap, tidak mau, tidak bisa. Mau hidup di dalam terang tapi tidak bisa, karena terang Tuhan adalah terang yang menghanguskan. Sama seperti orang disuruh memandang matahari, mana bisa bertahan lihat matahari? Manusia hidup dalam keadaan yang menakutkan seperti ini. Tapi Injil Yohanes mengatakan Allah yang adalah hidup membawa hidup itu dan di dalamnya ada terang manusia. Kalimat di dalam bahasa aslinya itu indah sekali, di dalam Dialah hidup dan di dalam hiduplah terang. Di dalam Dia hidup dan di dalam hidup itu adalah terangnya manusia. Terangnya manusia berarti terang yang Tuhan maksudkan dinikmati manusia sebelum manusia jatuh dalam dosa. Sebelum manusia jatuh dalam dosa banyak hak istimewa yang Tuhan berikan untuk manusia nikmati. Manusia boleh menikmati banyak hal yang sekarang kita tidak bisa tahu lagi untuk menikmati. Tapi setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia kehilangan hal-hal itu. Hal apa sajakah? Hal boleh memandang Tuhan, hal boleh hidup bersama Tuhan, hal boleh berdiskusi berbicara dan berelasi dengan Tuhan dengan sedemikian intim, inilah hal yang kita hilang waktu kita sudah jatuh dalam dosa. Waktu hal ini hilang, manusia menjadi kosong, manusia sangat perlu hal ini, tetapi ketika ini hilang kita begitu kosong, sepi karena tidak ada relasi. Kita begitu kosong karena tidak ada yang penuhi kita. Kita begitu tidak berpengharapan karena kita tidak tahu masa depan kita bagaimana. Dan kita tidak akan menikmati sukacita karena kita tidak diisi oleh apa pun yang bisa menyenangkan hati kita. Waktu manusia hidup dalam kekosongan seperti ini, gelap, maka sang penipu yaitu setan dia adalah master dari pembuat terang palsu. Dia adalah yang paling bisa menyamarkan dirinya seperti malaikat terang. Menurut Martin Luther ini prestasi setan yang paling tinggi yaitu membuat orang salah mengerti dia karena menganggap dia malaikat terang. Iblis menyamar menjadi malaikat terang, iblis menyamar jadi mirip Tuhan. Maka Saudara punya alternatif sudah hidup dalam gelap, bisa mengatasi hidup dalam gelap ini dengan terang versi lain, bukan versi Tuhan. Mengapa mesti terang versi lain? Karena terang versi Tuhan terlalu merepotkan, ada terang versi lain. Kamu gelap karena kosong, kamu gelap karena sepi, ada terang kelimpahan, ada terang relasi yang iblis tawarkan. Maka dunia hidup dalam gelap lalu tersesat di dalam tindakan-tindakan yang dia pikir terang padahal tidak.

Tetapi segala kerinduan ini menunjukan bahwa kegelapan dari manusia belum teratasi dan terang Tuhan belum diakses. Ini poin penting untuk kita pahami, seluruh kegalauan hidup manusia, seluruh kekosongan hidup manusia, seluruh pencarian yang tidak pernah memberikan kepuasan membuktikan satu hal yaitu kegelapan belum berhasil diatasi dan terang Tuhan belum berhasil diakses oleh manusia. Manusia belum berhasil masuk dalam terang karena tetap tidak bisa, manusia belum berhasil lepas dari gelap karena tetap dikurung oleh kegelapan. Tim Keller mengatakan ada kerinduan akan firdaus yang diperbaharui, ada kerinduan akan Taman Eden yang perbaharui, Taman Eden yang lama belum selesai, belum genap. Maka manusia terus mencari kapan ini diperbaharui, kapan akan sempurna. Tapi sayang meskipun manusia mempunyai insting seperti itu, insting itu diselewengkan kemana-mana sehingga kita mencari di tempat yang salah. Manusia mencari di dalam keuangan, di dalam seks bebas, di dalam pengakuan dunia, manusia cari di dalam segala hal yang sifatnya palsu dan sebenarnya gelap. Terang palsu dari setan. Dunia gemerlap tapi gemerlapnya palsu. Di dalam kehidupan seperti ini Tuhan masih pertahankan ada sekelompok orang supaya mereka tidak terjerumus sama seperti yang lain, yaitu Israel. Bagaimana caranya Tuhan mempertahankan mereka? Dengan mempertahankan sedikit terang Tuhan boleh diakses oleh mereka. Sedikit tapi belum total, sedikit tapi belum sempurna, sedikit tapi tidak boleh lebih dari itu. Israel dapat terang dari Tuhan hanya sedikit, Tuhan berkenan hadir di Bait Suci hanya sedikit. Tuhan menyatakan kemuliaanNya baru sedikit. Dan kalau Tuhan menyatakan terangNya, manusia tidak mungkin akses kalau manusia tidak suci. Itu sebabnya manusia diberikan Taurat. Hukum Taurat diberikan lewat Musa supaya Israel boleh mendapat akses terang itu sedikit. Hukum Taurat bukan untuk membuat manusia susah hidupnya. Hukum Taurat bukan diberikan supaya manusia sadar “oh kamu tidak sanggup, biar kamu mati”. Hukum Taurat diberikan supaya ada sedikit pengharapan di dunia bahwa terang Tuhan ternyata bisa diakses. Itu sebabnya Tuhan mengatakan “kuduslah kamu sebab Aku Tuhan Allahmu adalah kudus”, Imamat 19: 2. Ulangan 6: 5 “kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu”.

Tuhan memberikan TauratNya supaya manusia boleh menikmati terang itu sedikit. Tapi kalau manusia melanggar Taurat, dia akan kembali dalam kegelapan. Itu sebabnya Israel sedang berada di dalam anugerah, boleh keluar dari gelap, gelapnya Mesir dilanjutkan dengan terangnya keselamatan. Ini semua simbol-simbol yang indah sekali. Tulah kesembilan gelap gulita, tulah kesepuluh membuat Israel bebas keluar. Israel keluar dari tempat gelap itu oleh karena darah yang disapukan di atas ambang pintu rumah. Jadi Tuhan memberikan pengertian indah sekali “Israel jangan gelap terus, sekarang nikmati terang. Jangan berhala terus, coba nikmati Tuhan yang sejati. Jangan menikmati hawa nafsu yang menyesatkan terus, coba nikmati keindahan Tuhan yang sejati”. Peraturan yang sedemikian banyak adalah peraturan yang membuat Israel boleh sedikit akses terang itu. In cara lain untuk menafsirkan Taurat, kalau Saudara melihat pengajaran Luther, dia sangat negatif mengenai Taurat. Tapi kalau Saudara lihat Calvin, dia ada sisi positif waktu lihat Hukum Taurat. Dia tahu Taurat diberikan untuk mengajar umat Tuhan, untuk mengerti kehendak Tuhan. Dan hari ini saya mengingatkan kepada Saudara, Taurat diberikan supaya bisa mengakses sedikit terangNya Tuhan. Inilah sudut pandang Yohanes yang indah sekali, biar kamu tidak hidup di dalam gelap, taati Taurat. Biar kamu boleh sedikit menikmati percikan dari trang Tuhan, taati hidup suci. Hidup suci bukan untuk selamat, hidup suci supaya engkau bisa nikmati terang. Hidup suci bukan karena sanggup lalu nanti memperoleh upah hidup yang kekal, bukan. Hidup suci adalah supaya kamu tidak gelap terus. Jangan pikir Taurat itu syarat keselamatan, Tuhan selamatkan Israel dengan darah, bukan dengan Taurat. Taurat diberikan waktu di Gunung Sinai, tapi Israel sudah keluar dari Mesir sebelum Taurat diberikan, mengapa Taurat diberikan? Supaya sekarang engkau bisa akses terang itu.

Itu sebabnya ayat 17 mengatakan Hukum Taurat diberikan oleh Musa, dan kasih karunia dan kebenaran datang lewat Yesus Kristus. Di dalam Bahasa Indonesia pakai kata “tetapi”, padahal ini seharusnya bukan dibenturkan, “Hukum Taurat datang lewat Musa, Yesus Kristus memberikan kasih karunia dan kebenaran”, dua ini satu. Karena waktu Taurat diberikan kepada Musa, Israel melanggar. Israel membuat lembu emas, Israel itu bodoh sekali, sudah ada Tuhan yang lebih mulia, tapi masih saja membuat sapi jadi dewa. Lalu mereka menyembah lembu emas yang tidak bisa menjawab, diam. Bagaimana supaya lembu emas bisa bicara? Harus ada imam palsu yang mewakili dia. berhala-berhala palsu seperti itu semua, semua berhala diam, ada imam palsu yang berbicara atas berhala bisu. Maka waktu Israel membuat lembu emas, Tuhan marah sekali. Musa berdoa supaya Tuhan ampuni, setelah itu Tuhan mengatakan “Aku akan ampuni”, lalu Musa mengatakan “izinkan saya memandang kemuliaanMu”, dan Tuhan mengizinkan. Kemudian Tuhan lalu dari Musa, setelah itu keluar kalimat memperkenalkan nama Tuhan, Tuhan penuh dengan kasih karunia dan kebenaran, ini nama Tuhan. Di dalam terjemahakn Perjanjian Lama dikatakan penuh dengan kasih setia, kasih dan setia. Tapi kata yang asli adalah emet dan hesed yang artinya adalah penuh dengan kasih karunia dan kebenaran. Jadi Taurat diberikan oleh Tuhan yang adalah penuh kasih karunia dan kebenaran. Saya mau Saudara tangkap ini lalu paralelkan dengan Yohanes. Tuhan memberikan Taurat kepada Musa supaya Israel boleh hidup dalam terang, siapa yang memberi Taurat? Tuhan, siapa yang terima Taurat? Musa. Musa memberikan Taurat untuk Israel, Taurat dari Tuhan. Lalu Musa tanya “bolehkah saya memandang kemuliaanMu?”, Tuhan mengatakan “tidak boleh lihat depan, hanya boleh lihat belakang”. Maka Tuhan lewat dulu, lalu Tuhan berkata “Tuhan, Tuhan, penuh kasih karunia dan kebenaran”. Jadi ada 3 tokoh di sini, pertama Sang Pemberi Taurat yaitu Tuhan, kedua sang pengantara yaitu Musa, dan ketiga yaitu Israel yang menerima Taurat. Mengapa Israel menerima Taurat? Supaya tidak hidup dalam gelap. Siapa yang membawa Taurat? Musa. Dari mana Taurat itu? Dari Tuhan. Lalu siapakah Tuhan? Tuhan mengatakan diriNya sebagai yang penuh kasih setia dan kebenaran. Berarti Yohanes sedang mengatakan ada Musa, ada umat yaitu kita, dan ada Allah yaitu Yesus, penuh kasih karunia dan kebenaran. Jadi Yesus bukan benturan dengan Musa, Yesus diparalelkan oleh Yohanes dengan Allah yang memberi Taurat kepada Musa. Yohanes tidak mengatakan karena Yesus sudah datang, Taurat boleh berhenti, karena Yesus sudah datang, Musa berhenti berfungsi, tidak. Karena Yesus tidak diparalelkan dengan Musa oleh Yohanes, Yesus diparalelkan dengan yang mempunyai nama penuh kasih karunia dan kebenaran. Musa bukan orang yang boleh menyebut dirinya penuh kasih karunia dan kebenaran, ini namanya Tuhan, hanya Tuhan yang boleh menyebut namanya ini. Waktu Tuhan mengatakan “Akulah Tuhan penuh kasih karunia, penuh kebenaran”, penuh hesed kasih karunia, penuh emet, kebenaran. Di dalam Injil Yohanes mengatakan Yesus Kristus penuh kasih karunia dan kebenaran, Dialah yang diparalelkan dengan Bapa, Dialah yang mempunyai terang itu. Dan terang itu bisa diakses kalau engkau taati firmanNya. Saya tidak sedang mengatakan Saudara harus taat supaya selamat, tapi sekali lagi Saudara menaati untuk menikmati terang itu. Mari belajar menikmati terang itu.

Dan Alkitab mengatakan cara Tuhan menyatakan terang itu adalah sangat luar biasa. Tuhan tidak memfirmankan Taurat lagi, itu sudah dilakukan. Tuhan bukan hanya menyatakan firman saja tapi Dia menyatakan kehadiran terang itu yang berinkarnasi menjadi manusia. Hidup dan terang dan firman sekarang jadi manusia. Maksudnya adalah sekaranglah saatnya engkau bukan hanya bisa akses terang, tapi engkau menjadi bagian dari terang itu di dunia. Bagian ini indah sekali. Dunia hidup dalam gelap, manusia sengsara di dalam gelap, manusia bertanya “bagaimana saya mengakses terangMu?”, sekarang Tuhan mengatakan “engkau tidak perlu mengakses terangKu, engkau adalah bagian dari terang itu yang sekarang mengakses dunia”. Bagian ini membuat saya terharu, Tuhan selalu menjawab permohonan kita lebih besar dari yang kita mohonkan. “Bolehkah saya berbagian dalam terangMu?”, Tuhan menjawab “bukan, kamu adalah bagian dari terang yang sekarang sedang menerobos dunia ini”, kalimat ini agung sekali, berbau suatu dorongan untuk berjuang, karena Tuhan mengatakan “kamu di dalam Kristus adalah terang dan terang itu sedang datang ke dalam dunia”. Saya sangat senang ilustrasi yang diberikan Pak Stephen Tong, terang menelan gelap, gelap sudah dikalahkan leh terang. Waktu terang datang, gelap menyingkir. Inilah yang sedang dinyatakan dengan kedatangan Yesus. Mengapa Allah menjadi manusia? Karena Allah ingin mengatakan terang itu akan masuk ke bumi, bukan bumi cari terang ke atas. Terang akan menaklukan semua tempat yang ada gelapnya. Terang itu akan mencari mana lagi yang gelap dan dia akan ke sana. Sekarang Saudara dan saya yang beriman kepada Kristus, Saudara dan saya tidak lagi cari terang, kita secara natur sudah terang. Kita sudah menjadi milik terangNya Kristus, kita adalah terang karena ada di dalam Kristus yang adalah terang berinkarnasi. Allah adalah terang dan sekarang Allah menjadi manusia, sehingga manusia dapat secara natur menjadi terang dan mengatasi semua kegelapan yang ada di dunia ini. Mari kita bangkit dan menyadari hal ini, mari kita berjuang dengan sungguh dan menyatakan kepada Tuhan, “Tuhan, jika saya adalah milik terang biarlah saya berjuang sepenuh hati menyatakan terang Tuhan di dalam cara hidup yang benar”. Karena sekarang terang itu bukan lagi berwujud kemuliaan yang menyilaukan mata tapi sekarang sudah masuk dalam hidup manusia, Kristus yang adalah terang sekarang sudah ada di tengah-tengah kita.

Lalu Alkitab juga mengatakan setelah Kristus datang kegelapan langsung menyingkir dan langsung ada pembagian 2, terang akan datang kepada Kristus, gelap akan menjauhi Dia. Yang adalah anak-anak terang akan bergabung bersama Kristus, yang adalah anak-anak kegelapan akan disingkirkan keluar. Kita adalah anak-anak terang, kita bukan anak-anak kegelapan. Tetapi di teangh-tengah pergumulan untuk Kristus, kita terus dikacaukan secara identitas, kita terus dibingungkan oleh dunia ini sehingga kita tidak tahu siapa kita sebenarnya.

Kalau begitu apa kenikmatan terang itu? Bagaimana kita nikmati? Kalau Yesus sudah menjadi manusia dan membawa terang itu bagi kita, bagaimana kita bisa hidup menikmati terang itu, bagaimana supaya kita tidak jatuh dalam terang yang salah? Yohanes membagi ada 4 hal tentang terang. Hal pertama, terang selalu berkait dengan kebenaran pengenalan akan Allah. Tidak ada terang kecuali mengenal Tuhan lewat kebenaranNya. Yesus adalah Sang Firman yang menjadi manusia, maka kita perlu belajar dari Kitab Suci untuk tahu apa yang Tuhan nyatakan tentang diriNya. Ini bukan berarti ada orang ahli, sudah belajar teologi, dia lebih tahu dari pada yang tidak belajar teologi, tidak tentu. Ada orang yang tekun baca Alkitab untuk mengenal Tuhan, dia dapat berkat yang besar. Ada orang yang baca Alkitab sebagai pengetahuan saja, hanya sibuk untuk perdebatan, untuk membanggakan diri, tahu banyak hal tapi dia tidak benar-benar kenal Tuhan, itu palsu. Tuhan menyatakan firmanNya untuk dikenal. Kalau saya memperkenalkan diri, saya ingin diri saya dikenal oleh Saudara. Jadi waktu Saudara ngomong informasinya kemana-mana tapi tujuannya cuma satu, kenalilah aku. Waktu Tuhan menyatakan diri juga sama, Tuhan mau kita mengenal Dia. Tapi kalau kita cuma baca Alkitab untuk dapat informasi-informasi, teori-teori yang tidak berkait dengan Tuhan, kita miss the point. Itu sebabnya hal pertama yang Yohanes katakan tentang terang, terang selalu berkait dengan kebenaran firman yang menyatakan siapa Allah.

Kedua, terang itu selalu berkait dengan kemurnian hati. Orang yang murni hatinya itu dekat dengan terang. Terang tidak ada kepalsuan. Orang Israel dijanjikan oleh Tuhan “kamu akan berdiam di bawah pohon aramu dengan tenang, asal kamu Israel sejati”. Israel sejati adalah yang tidak ada kepalsuan di dalamnya, yang tidak pura-pura waktu menyembah Tuhan. Waktu orang hidup dalam kemurnian, dia dekat dengan terang itu. Kalau dia benar-benar sudah terang, mari belajar hidup dengan motivasi yang murni. Yohanes mengajarkan etika yang indah sekali di dalam terang, siapa hidup di dalam terang dia tidak pernah menyatakan hal yang palsu, dia tidak pernah pura-pura. Lain dengan Pilatus, waktu Pilatus dan Yesus berhadap-hadapan, Pilatus penuh kepalsuan, Pilatus sudah tahu Yesus benar, tapi dia tetap tidak berani bebaskan karena rakyat. Dia sudah tahu Yesus tidak salah, tapi dia tetap menjilat kepada rakyatnya, dia ingin memenangkan keduanya, dia ingin bebaskan Yesus tapi dia ingin namanya tetap baik di depan orang-orang, ini orang yang penuh kepalsuan. Jangan jadi orang Kristen yang penuh kepalsuan. Kepalsuan adalah sesuatu yang bahaya sekali karena tidak ada orang yang tahu. Kalau saya palsu, Saudara kan tidak tahu, lalu bagaimana Saudara tegur saya kecuali Saudara bongkar kepalsuan saya. Maka orang yang palsu lalu simpan kepalsuannya, sulit bertobat karena tidak ada yang tegur dia sebab tidak ada yang tahu dia sedang palsu. Maka biarlah kita murni, Saudara kalau berelasi dengan orang biarlah relasinya murni. Saya sangat bersyukur kalau kita diajarkan hal seperti ini, karena di dalam dunia politik relasi itu selalu karena ada manfaat “saya mau manfaatkan kamu, saya mau peras kamu kalau bisa”. Tapi tidak demikian dengan orang Kristen, orang Kristen jalin relasi supaya bisa ada keadilan, kepantasan dan juga berkat yang dibagikan. Biarlah kita menjadi orang yang murni, karena murni hal yang sangat berkait dengan terang. Terang itu sudah datang dan siapa yang tidak palsu, dia akan dimasukan oleh Kristus ke dalam kelompok yang mencintai terang itu.

Lalu yang ketiga, terang itu selalu berkait dengan kedekatan Tuhan. Terang dan kecintaan kepada Tuhan dekat sekali, bukan cuma mengenal Dia, tapi kerinduan untuk bersama. Yesus mengatakan bahwa Dia berdoa bagi kita, supaya kita terus satu dengan Dia sebagaimana Dia satu dengan Bapa,, ini kerinduan Kristus. Kesatuan gereja bukan kesatuan plang, denominasi satu, mari kita satukan gereja. Kesatuan gereja bukan kesatuan denominasinya, kesatuan gereja adalah kesatuan pemahaman akan Tuhan yang benar. Saudara boleh tetap GRII tapi punya pengertian teologi yang benar. Saudara boleh tetap GKI dan punya teologi yang benar. Sehingga pengenalan akan Tuhan dan kerinduan untuk dekat dengan Tuhan itu yang utama. Maka hal ketiga tentang terang adalah terang itu selalu membuat kita ingin satu dengan Tuhan, Tuhan tidak pernah mau berpisah dengan kita. Sama seperti suami istri yang saling mencintai, tidak mau berpisah, demikian Tuhan tidak mau berpisah dengan kita. Inilah yang harus kita pahami di dalam terang, terang membuat kita satu di dalam Tuhan dan tidak ada apa pun yang memisahkan. Terang melihat terang akan bersekutu, terang melihat gelap akan hancurkan gelap, terang melihat Tuhan akan satu dan tenang di dalam Tuhan. Maka ini hal ketiga yang Yohanes bagikan, mari nikmati terang itu. Menikmati terang adalah menikmati fakta bahwa Tuhan tidak pernah tinggalkan kamu, Tuhan tidak akan pernah membiarkan kamu hidup tanpa Dia. Tuhan akan terus menyertai orang-orang yang sudah Dia tebus, yang sudah Dia miliki di dalam Kristus. Ini keindahan luar biasa. Saudara mau dapat keamanan ini dari mana? Kalau kita merenungkan janji Tuhan, kita tahu kita tidak perlu menuntut yang lain kepada yang lain karena kita sudah mendapatkan kesetiaan itu dari Tuhan. Keintiman disertai Tuhan, itu berkait dengan terang.

Lalu keempat yang berkait dengan terang adalah kehadiran Tuhan secara sempurna setelah Dia menang atas maut. Terang akan semakin bercahaya karena Kristus akan menunjukan kemenanganNya atas maut. Maka terang berkait dengan takluknya maut. Terang akan bersinar lalu kematian akan kalah, kematian akan ditaklukan. Yesus datang membawa terang, dan Yesus menaklukan gelap, menaklukan kematian. Maka terang berarti kita mengerti firman Tuhan, mengenal Tuhan lewat firmanNya. Terang berarti kita setelah mengenal Tuhan, tidak pura-pura di hadapan Tuhan, tidak datang dengan kepalsuan di hadapan Tuhan. Terang berarti kita tahu kita selamanya dengan Tuhan, kenikmatan disertai Tuhan, dipimpin Tuhan, dibimbing Tuhan, harus kita cari dan harus kita inginkan. Dan terakhir, terang itu adalah terang yang menyatakan kuasa kebangkitan Kristus yang mengalahkan kegelapan. Yohanes kalau bicara terang, hal-hal inilah yang dia tekankan. Yesus yang mengalahkan maut itulah terang sejati. Yesus yang mengalahkan seluruh problem yang paling besar di dalam hidup manusia, yaitu kematian yang menaklukan kita, itulah terang. Terang datang dan kematian kalah, terang datang dan kematian disingkirkan. Yohanes mengatakan Hukum Taurat diberikan oleh Musa tapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Mari kita melihat hal ini sebagai ajakan dari Tuhan. Mari hidup di dalam terang, mari tinggalkan kehidupan yang lama karena engkau sekarang adalah bagian dari terang itu. Allah menjadi manusia. Terang dihidupi oleh manusia, terang dimiliki oleh manusia, dan terang diperjuangkan oleh manusia. Kiranya Tuhan menguatkan kita untuk senantiasa hidup di dalam terangNya.

(Ringkasan ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)