Anda disini : Home » Reformed Theology » Khotbah » Sekarang saatnya, sudahkah engkau bersiap?
GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA - Bandung
 
 

Sekarang saatnya, sudahkah engkau bersiap?

Pdt. Jimmy Pardede

(Yohanes 1: 19-23)
Hari ini saya ingin kita mengerti apa yang dikerjakan oleh orang-orang di dalam sejarah gereja untuk mendirikan atau untuk mengarahkan kembali gereja ke arah yang benar. Umat Tuhan adalah sekelompok orang yang sangat gampang diselewengkan karena umat Tuhan adalah target dari serangan setan. Setan kalau mau serang, dia akan serang umat Tuhan lalu bikin umat Tuhan menyeleweng, berbelok dari arah yang seharusnya sehingga tidak menjadi efektif. Karena umat Tuhan tidak melakukan apa yang seharusnya maka Kerajaan Tuhan di bumi pun tidak menjadi nyata. Bagaimana Kerajaan Allah dinyatakan? Alkitab mengatakan Kerajaan Allah dinyatakan ketika pewaris kerajaan itu ada di bumi yaitu orang-orang yang dipilih dan disiapkan Tuhan. Tapi kalau orang-orang ini tidak mengerjakan apa yang Allah sendiri kerjakan, maka kerajaan itu akan terselewengkan dan dunia ini tidak mungkin mempunyai harapan. Banyak orang Kristen yang menjalani kehidupan Kristen dengan cara pasif, “asal saya tidak ini, tidak itu. Tidak mencuri, tidak seks bebas, tidak narkoba, tidak dan tidak, maka saya saya sudah Kristen”, bukan, itu masih separuh dari tuntutan Tuhan dalam hidup kudus. Hidup kudus bukan hanya mengenai tidak berdosa atau tidak jatuh di dalam dosa atau tidak nyaman di dalam dosa. Hidup kudus berarti mendedikasikan diri untuk Tuhan. Mengkhususkan diri untuk Tuhan karena kemuliaanNya hanya boleh dinikmati oleh mereka yang mengkhususkan seluruhnya untuk Tuhan. Jadi kekudusan bukan hanya sisi pasif, “kamu sudah hidup kudus hari ini?”, “sudah. Karena hari ini saya tidak jatuh dalam dosa, berarti hari ini saya kudus”, itu cuma separuh dari tuntutan kekudusan Tuhan. Tapi ketika tuntutan yang lain lagi yaitu bertindak demi nama Tuhan, menjalankan hidup bagi Tuhan, kalau itu tidak dikerjakan maka Kekristenan tidak mempunyai dampak di dalam dunia ini.

Cara paling mudah untuk membuat Kekristenan tidak berdampak, ada 2, yang pertama buat orang Kristen malas mengerjakan panggilannya. Apa yang dilakukan orang Kristen di dunia? Sama dengan orang lain, berusaha bertahan hidup, berusaha cari makan, berusaha kerja, selesai. “Saya sudah bekerja, saya mendapat pendapatan, saya bisa menikmati hidup, selesai”. Ini cara pertama, buat orang Kristen tidak tahu apa yang harus dia perjuangkan di tengah dunia ini. apakah kita tahu apa yang harus diperjuangkan? Apakah kita tahu energi kita, hidup kita, seluruh diri kita harus didedikasikan kemana, apakah kita tahu? Kalau tidak, maka kita akan hidup dengan cara yang salah di dalam kehendak Tuhan. Tuhan menjadi tidak dipermuliakan. Dan orang Kristen tidak mengerjakan apa pun demi Tuhan di dalam hidupnya. Aspek kedua, cara mudah membuat orang Kristen tidak kerjakan apa-apa adalah buat orang Kristen sibuk dengan kerohanian yang palsu. Karena banyak orang merasa diri rohani tapi kerohaniannya itu palsu. Orang Farisi punya kerohanian palsu karena mereka hanya menyoroti keunggulan sucinya mereka, membandingkan dengan kegagalan orang lain. Banyak orang melakukan ini di dalam hidupnya, orang yang tidak jatuh di dalam dosa seksual akan mengunggulkan hal ini lalu menghina orang lain sebagai pendosa, tapi dia sendiri tidak melihat kesombongannya. Orang yang mempunyai keunggulan apa yang dia rasa kuat, dia akan pakai itu sebagai perbandingan lalu menuntut untuk dinilai di dalam standar itu. Orang Kristen mesti melakukan apa? Orang Kristen harus rajin, maka orang yang rajin akan memakai itu sebagai satu standar untuk menentukan orang itu Kristen atau bukan, “kamu malas, kamu bukan Kristen. Kalau kamu rajin, baru kamu Kristen”. Tapi ada orang yang rajin dan sombong, dia tidak melihat sombong sebagai satu aspek yang dinilai untuk kerohanian seseorang. Farisi salah di dalam kerohanian seperti ini. Kerohanian yang palsu membuat orang Kristen merasa nyaman dengan keadaan rohani yang sebenarnya bukan dari firman Tuhan. Apakah kita nyaman dengan keadaan rohani kita? Apakah kita nyaman karena kita rajin memuji Tuhan? Apakah kita nyaman karena kita aktif melakukan sesuatu untuk Tuhan tapi hanya demi diri merasa nyaman saja? Apakah kita rajin ikut persekutuan atau pergi kebaktian supaya rohani kita ditenteramkan dan kita bisa menyatakan kepada diri sendiri “saya sudah Kristen karena saya sudah melakukan ini dan ini”, apakah seperti itu? Kalau ini terjadi berarti kita dijerat oleh setan, masuk ke dalam keadaan rohani yang palsu untuk membuat kita nyaman dengan keadaan kita. Mengapa nyaman dengan keadaan kita? Karena merasa sudah mengerjakan apa yang Tuhan tuntut. Saya mau tanya, siapa di sini yang yakin kita sudah kerjakan apa yang Tuhan tuntut? Tidak ada yang yakin, kalau begitu kita perlu berjuang lagi, masih perlu belajar lagi, masih perlu cari tahu lagi apa kehendak Tuhan, masih perlu memaksa diri untuk menjadi Kristen yang lebih baik. Tapi heran, banyak orang mengatakan “saya tahu saya belum sempurna, tapi saya tidak kejar kesempurnaan itu”, ini kontradiksi. Kalau ada orang mengatakan “saya terlalu malas membuat PR, saya mesti kejar itu”, dia mesti kerjakan PR-nya. Kalau ada orang mengatakan “saya belum baik jadi orang Kristen”, dia harus kejar atau kalau tidak sebenarnya hati dan mulutnya beda. Mulutnya mengatakan “saya belum Kristen yang baik”, tapi hatinya mengatakan “sudahlah, standar Kristen itu rendah, apa yang saya kerjakan sudah cukup, saya begini pun sudah oke. Tuhan tidak pernah tuntut terlalu tinggi, Tuhan tidak pernah tuntut apa-apa.. Banyak orang begitu santai di dalam kerohanian, tahu belum sampai tujuan tapi tidak mau paksa diri. Begitu banyak orang baca Alkitab dengan malas, karena tidak mau paksa diri. Bagitu banyak orang yang malas dengar kotbah yang berat, karena tidak mau paksa diri. Begitu banyak orang yang malas mempelajari Kekristenan yang sejati karena tidak mau paksa diri. Mengapa tidak mau paksa diri? Karena di dalam abad 20 akhir dan abad 21 semua orang dilatih menjadi pasif di dalam menerima hiburan. Saudara sekarang makin dilayani makin senang, kalau nonton televisi makin gampang makin senang. Saya punya rekan yang punya TV, kalau dia tepuk langsung pindah channel-nya. Jadi yang paling mudah mendapatkan hiburan, itu yang paling menyenangkan.

Sayangnya dengan keadaan seperti ini kita lupa bahwa Kekristenan bukan seperti itu. Kekristenan bukan suatu keadaan dimana kita menerima tanpa usaha, tiba-tiba kita sudah bertumbuh. Itu sebabnya Tuhan perlu dorong lagi, Tuhan perlu membuat mereka tidak nyaman, harus bangkit, harus rasa tidak nyaman, harus melakukan apa yang perlu dan harus kejar apa yang masih tertinggal. Dan cara Tuhan untuk dorong umat Tuhan adalah kirim nabi. Nabi-nabi dikirim untuk mendorong umat Tuhan bertobat dan kembali kepada panggilan seharusnya. “Kamu terlalu santai, bertobatlah kamu. Kamu tidak setia kepada Tuhan, bertobatlah kamu. Kamu tidak menjadi umat Tuhan yang baik, bertobatlah kamu”. Inilah yang diteriakan para nabi supaya umat Tuhan tetap ada di dalam jalur yang benar. Dan Tuhan kerjakan ini dengan membangkitkan para nabi. Jangan punya kenyamanan yang bodoh di dalam kehidupan rohani kita. Karena kalau Tuhan masih sayang kita, begitu kita nyaman di dalam keadaan rohani atau kenyamanan yang palsu, Dia akan ganggu kita. Cara mengganggunya dengan kirim orang bersuara keras mengatakan “bertobatlah”. Israel nyaman karena mereka pulang dari pembuangan di Babel, pada zaman Persia mereka pulang. Mereka diganggu peperangan terus-menerus, mereka terus diganggu keadaan yang tidak pernah tenang. Sampai muncul satu negara besar, kerajaan besar yaitu Romawi. Ketika Romawi menaklukan daerah di Mesopotamia dan Mesir, Romawi sengaja membiarkan daerah Israel, tidak mereka sentuh. Keadaan ini membuat mereka secara politik lumayan aman, tidak ada yang berani serang karena ada Romawi yang menguasai di daerah Mesopotamia dan Mesir. Siapa pun yang mau mengambil daerah Israel dianggap mengganggu Mesopotamia dan Mesir. Karena siapa yang mendirikan daerah di sini akan memotong jalur Roma dari daerah Italia ke Mesir atau dari Italia ke Mesopotamia. Itu sebabnya daerah ini tidak diganggu siapa pun, dan Roma belum masuk untuk mencaplok daerah ini. Waktu itu keadaan politik lumayan tenang dan mereka pikir kalau keadaan seperti ini sudah tenang. Tuhan tidak mau mereka tenang, maka Tuhan kirimkan Yohanes Pembatis. Lalu Yohanes Pembaptis berseru “bertobatlah kamu, kembali kepada Tuhan”, orang tanya “siapa engkau?”, “akulah yang akan mendahului Yesus”. Berarti Tuhan kirim Mesias, ini kecepatan luar biasa dari Tuhan. Seluruh nubuat yang Tuhan nyatakan dari zaman Abraham, kemudian Musa, kemudian para nabi, Daud dan para nabi, sekarang akan digenapi. Tuhan siap untuk membuka kerajaanNya ke seluruh negara. Tuhan siap untuk mengerjakan pekerjaan yang akan menggoncang seluruh sorga dan bumi, demikian kata Kitab Suci. Ini adalah pekerjaan besar, apa yang Tuhan nyatakan dari Kejadian sampai Maleakhi, sekarang digenapi dalam pribadi ini yaitu Yesus Kristus. Dialah center dari sejarah, Dialah yang pusat dari seluruh pekerjaan Tuhan, Dialah yang paling mulia, Dialah yang paling besar, dan sekarang Tuhan mau nyatakan pekerjaan ini, membawa Kristus ke dalam dunia, menjadikan Dia Raja di bumi ini. Menjadikan pengorbananNya, titik keselamatan yang sempurna bagi orang-orang yang dipilihnya. Ini momen penting, tapi Israel tidak siap. Pernahkah ada keadaan besar tapi orang-orang yang harus kerjakan tidak siap? Maka Tuhan dorong mereka untuk siap dengan mengirim Yohanes Pembaptis. Dan Yohanes Pembaptis punya kuasa kotbah luar biasa, dia kotbah menarik kembali orang kepada Tuhan. Dia tanpa takut menyatakan kebenaran, tanpa takut menyatakan “bertobatlah kamu” kepada siapa pun. Sebab siapa yang nyaman rohani mesti digoncang dulu sedikit. Yohanes Pembaptis adalah orang yang sangat berani, dia rela melakukan apa yang Tuhan mau dengan apa pun akibat yang muncul belakangan. Yohanes Pembaptis dengan berani berkotbah dan satu zaman disiapkan untuk kedatangan Kristus. Kristus sudah akan datang dan goncangan yang Tuhan bikin sebelum Kristus datang sangat luar biasa, karena Yohanes Pembaptis yang lakukan. Ini orang yang sangat besar, kalau dia berkotbah di padang gurun, orang akan datang kepada dia. Dia tidak perlu ke Bait Suci, dia datang ke padang gurun dan berkotbah, orang datang kepada dia. Dan Alkitab mengatakan dia menggenapi nubuat Yesaya. Yesaya sangat penting karena di dalam kitabnya dia membagikan pengharapan pulih bukan hanya bagi Israel. saya akan bagikan sedikit sesuatu yang sangat penting, harap Saudara bisa terima ini dan bisa mengertinya sekali ini sampai seterusnya. Israel dibuang oleh Tuhan ke Babel, lalu setelah dibuang, Tuhan menjanjikan pemulihan. Yesaya adalah nabi yang menjanjikan pemulihan itu yang bukan hanya bagi Israel, tapi bagi semua bangsa. Inilah titik dimana Tuhan menjadi Raja baik atas Israel maupun atas seluruh bangsa-bangsa di dunia.

Dan ini titik yang penting, maka Yesaya berbicara ada 4 hal yang sangat penting. Yang pertama, pemulihan bukan hanya Israel tapi bangsa-bangsa lain. Yang kedua, pemulihan terjadi karena Raja yaitu Mesias akan Dia kirim. Ketiga, Raja yang Dia kirim tidak banyak disadari orang. Raja ini tidak datang dengan cara yang membuat orang sadar, hanya mereka yang kaum sisa, hanya mereka yang punya kepekaan rohani yang Tuhan anugerahkan, yang bisa lihat bahwa ini adalah Sang Raja. Yang keempat, Dia akan datang dengan menunjukan cinta, pengorbanan dan pengampunan. Berarti Tuhan berikan pengampunan kepada seluruh bumi dengan cara yang unik, Tuhan pulihkan seluruh bumi dengan kirimkan Mesias, Tuhan pulihkan seluruh bumi tapi tidak banyak yang sadar Mesias ini, dan Tuhan pulihkan seluruh bumi melalui cinta kasih dan pengorbanan Sang Mesias ini. Dan itu digenapi dalam zaman Yohanes Pembaptis. Jadi apa yang dinubuatkan Yesaya, digenapi oleh Yohanes Pembaptis. Ada suara berseru-seru mempersiapkan jalan bagi Tuhan, “siapkanlah jalan bagi Tuhan”. Lalu dia berseru dengan sangat berani supaya orang siap melihat bahwa Mesias yang direncanakan Tuhan itu sekarang sudah ada di dalam dunia. Ini sesuatu yang membuat orang tidak mengerti, banyak orang Kristen tidak mengerti hal ini, banyak orang Kristen cuma tahu kehidupan sehari-hari tanpa mengaitkannya dengan kairosNya Tuhan. Karena ketika Tuhan kerjakan dengan momen paling penting, tidak banyak orang yang sadar. Kita cuma tahu ulang tahun, kalau ulang tahun kita dilupakan, kita marah atau kalau kita melupakan ulang tahun orang, kita minta maaf. Saudara kalau lupa ulang tahun orang yang tidak terlalu dekat, masih aman. Tapi kalau lupa ulang tahun suami atau istri bagaimana? Rasanya tidak enak, tapi itu tidak penting. Melupakan ulang tahun itu tidak terlalu fatal. Tapi melupakan kairosNya Tuhan itu fatal sekali. Kalau Tuhan sudah kerjakan sesuatu dan kita tidak sadar, itu fatalnya luar biasa. Maka Tuhan kirim Yohanes Pembaptis, dia berseru “siap sedia, Tuhan akan kerjakan sekarang. Sekaranglah saatnya”.Dan coba pikir, apa yang Yesus kerjakan sehingga sekarang waktunya? Saya akan memberi tahu Saudara hal yang akan membuat Saudara kaget, Yesus membawa akhir zaman, itu yang Alkitab ajarkan. Jesus Christ brings the end of the ages, Dia membawa akhir zaman itu sekarang, karena bagi Perjanjian Lama terjadi kalau Raja Daud, keturunannya dipulihkan, tahta Daud dipulihkan, dan janji Tuhan diseluruh Perjanjian Lama digenapi di dalam Kristus. Berarti momen kehadiran Kristus adalah puncak dari penciptaan alam semesta yang dilakukan oleh Tuhan di dalam Kejadian 1. Puncak dari semua yang Tuhan kerjakan adalah Yesus. Dia datang ke dalam dunia, inilah puncak dari pekerjaan Tuhan. Saudara mengagumi Tuhan menciptakan langit, Saudara mengagumi Tuhan menciptakan bulan dan bintang, Saudara mengagumi Tuhan menciptakan manusia, atau bagi orang narsis, Saudara mengagumi Tuhan menciptakan Saudara. Tapi apa pun yang Saudara kagumi dari pekerjaan Tuhan, sadari satu hal bahwa yang Tuhan kerjakan di dalam apa pun, tidak semulia yang Tuhan kerjakan mengirimkan Yesus Kristus ke dalam dunia. Kalau ini adalah puncak, master piece, pekerjaan paling besar yang Dia kerjakan, mengapa banyak orang tidak sadar? Mengapa banyak orang tidak sadar hidupnya untuk disesuaikan dengan periode penting ini? Mengapa banyak orang anggap sepele hal ini? Dan itu yang terjadi dalam zaman Yesus Kristus turun ke dunia. Dia datang ke dalam dunia dan banyak yang tidak sadar inilah momen memperbaiki seluruh ciptaan dan Tuhan menggenapi apa yang Dia sudah rancang dari awal. Sekarang ubah cara hidup, hidupmu disesuaikan dengan apa yang Tuhan sedang atur. Banyak orang kira pertobatan itu adalah kalau kita berubah, dulu suka mencuri, sekarang tidak, dulu suka menyontek, sekarang tidak, dulu merokok, sekarang tidak. Semua itu penting, tapi itu semua aspek yang kecil dari pertobatan yang sejati. Karena pertobatan sejati mencakup seluruh hidup diubah untuk bisa menampung apa yang Tuhan sedang kerjakan. Seluruh hidup di-set untuk sesuai dengan momen besar yang Tuhan sedang kerjakan. Dan momen besar itu adalah kedatangan Tuhan Yesus. Maka Yohanes Pembaptis menyiapkan orang untuk kedatanan Kristus pertama. Dan orang-orang yang dipakai Tuhan zaman ini berkotbah menyiapkan kemuliaan Tuhan dinyatakan sampai Dia datang kedua kali nanti. Maka Saudara dan saya senantiasa hidup di dalam momen puncak itu. Gereja Tuhan menyebar ke seluruh dunia, inilah momen puncak itu. Tuhan menyatakan inilah saatnya.

Maka ketika Saudara dan saya mengenal Kristus, kita akan mengubah hidup untuk bisa menampung apa yang Tuhan kerjakan lewat Kristus. Yang diubah bukan cuma satu dua sifat dari diri saya, yang diubah adalah seluruh hidup, sehingga meskipun saya mau kerjakan hal yang sama, meskipun saya punya keluarga yang tetap sama, tapi sekarang saya melihat dengan cara yang beda. Pengenalan akan Kristus adalah pengenalan yang life changing, apakah hidupmu berubah setelah mengenal Kristus? Perubahan hidup sedahsyat apakah yang Kristus ajarkan, yang Kristus kerjakan di dalam hidupmu? Sudahkan Kristus mengubah hidupmu? Jika belum, datang kepada Kristus, katakan kepada Dia, “Tuhan, Engkau Rajaku, ambil hidup saya dan kerjakan ap ayang Tuhan mau kerjakan di dalam diri saya ini. Saya bukan orang baik, Tuhan tahu itu, saya bukan orang yang pintar, Tuhan tahu itu, saya bukan orang yang saleh, Tuhan tahu itu. Tapi saya datang kepadaMu mau mengejar untuk mendapatkan apa yang seharusnya saya dapat di dalam Tuhan demi kemuliaan nama Tuhan. Maka saya memberikan diri saya kepada Sang Raja, kiranya Tuhan memerintah atas diri saya dan merombak hidup saya untuk sesuai dengan yang Tuhan mau”.

(Ringkasan ini belum diperiksa oleh pengkotbah)