Anda disini : Home » Reformed Theology » Injil Lukas » Menjadi SaksiNya di dalam Penderitaan
GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA - Bandung
 
 

Menjadi SaksiNya di dalam Penderitaan

Pdt. Jimmy Pardede

(Lukas 21: 5-19)
Ini bagian yang sangat menakutkan baik bagi orang Israel maupun orang Kristen, karena ini adalah ayat-ayat yang berbicara tentang penghakiman yang Tuhan akan genapi bagi Israel. Ini bukan berita tentang akhir zaman yaitu kedatangan Kristus kedua, tapi bagian ini berbicara tentang kehancuran Israel. Yerusalem akan hancur, Israel akan pecah dan Injil Tuhan akan sampai pada bangsa-bangsa lain. Jadi ini cara Tuhan menyatakan InjilNya bagi bangsa-bangsa lain dengan cara memurnikan Israel hanya sebagian kecil orang Israel yang akan percaya kepada Yesus. Dan setelahnya Injil itu akan disebarkan ke bangsa-bangsa lain dan orang dari bangsa-bangsa lain akan percaya. Jadi berita di sini adalah berita yang sangat negatif bagi pandangan orang Israel. Dan ini membuat Yesus mirip dengan Yeremia, Yesaya atau Yehezkiel yang menubuatkan kehancuran dari Israel. Mereka menubuatkan kehancuran Bait Suci, mereka menubuatkan bahwa bangsa-bangsa lain akan datang dan menghancurkan Israel. Yesus melakukan hal yang sama sebagai seorang nabi, menubuatkan kehancuran dari umat Tuhan yang tidak setia. Ini bagian yang tidak enak untuk didengar karena ada perbandingan antara apa yang Tuhan akan kerjakan kepada orang yang tidak setia dan apa yang dunia akan kerjakan kepada orang yang setia. Dua hal inilah yang akan kita pelajari dan akan kita selidiki pada bagian ini. Apa yang akan Tuhan kerjakan kepada orang yang tidak setia dan apa yang dunia ini kerjakan kepada orang yang setia. Tuhan akan hukum dengan keras orang-orang yang tidak setia kepada Tuhan. Dan dunia akan “hukum” sangat keras orang-orang yang setia kepada Tuhan. Bagian ini adalah berita yang sangat tidak enak, Kristus akan masuk ke dalam penderitaanNya dan Kristus mengatakan orang-orang percaya juga akan masuk dalam penderitaan. Tapi Bangsa Israel yang keras hati juga akan masuk dalam penderitaan. Bedanya adalah penderitaan Kristus adalah penderitaan karena dosa umatNya, penderitaan umatNya adalah karena kekejaman dan ketidak-adilan dunia ini. Penderitaan dunia yang menolak Tuhan adalah karena penghukuman Tuhan. Maka Yesus Kristus sedang menubuatkan periode yang puncaknya digenapi tahun 70, kalau kita baca dari nubuat Yesus baik di dalam Matius maupun Lukas, Saudara harus bedakan mana yang Yesus nyatakan sebagai akhir zaman nanti waktu Dia datang kedua kali, dan mana bagian tentang kehancuran Yerusalem tahun 70. Karena Yesus menubuatkan kehancuran Yerusalem tahun 70 yang sudah terjadi di dalam bagian ini. Jadi dari nubuat Yesus, ada penggenapan sebagian yaitu ketika Yerusalem hancur, dan ada penggenapan nanti yaitu ketika Dia datang kedua kali. Ini sifat dari nubuat Tuhan. Tuhan menubuatkan sesuatu yang seringkali mempunyai double fullfilment, penggenapan ganda. Untuk membuat orang tahu Tuhan tidak bohong dan Tuhan tidak pernah mengatakan sesuatu yang tidak terjadi. Tuhan mengatakan anak Daud akan membangun bait, yang Dia maksud adalah Yesus. Tetapi Dia sudah mulai menggenapi penggenapan parsial waktu Salomo mendirikan Bait Suci. Salomo mendirikan Bait Suci itu penggenapan sebagian sehingga orang sadar Tuhan tidak bohong, buktinya ada anak Daud mendirikan Bait Suci, tapi juga orang tahu bahwa anak yang sejati akan mendirikan Bait Suci yang sejati, bukan Salomo. Karena Tuhan mengatakan “setelah kamu mati hai Daud, Aku akan membangkitkan anakmu yang kemudian”. Salomo diangkat jadi raja pada waktu Daud masih hidup, berarti anak yang akan Tuhan pilih untuk mendirikan Bait Suci adalah anak yang akan muncul nanti, belum sekarang. Tetapi ada penggenapan parsial melalui Salomo dan Bait Sucinya. Demikian juga tentang penghakiman final, ada penggenapan parsial melalui kehancuran Yerusalem. Mengapa Tuhan memakai penggenapan parsial? Ada 2 alasan. Alasan pertama supaya orang tahu Tuhan tidak bohong, ada penggenapan parsial dan nanti ada penggenapan penuh. Kedua, penggenapan parsial adalah istirahat sementara sebelum kita menantikan istirahat yang total nanti. Ini juga dikerjakan oleh Kristus mengenai penghakiman, Yerusalem akan dihakimi tapi itu baru penggenapan kecil karena penghakiman total akan terjadi nanti waktu Dia datang kedua kali nanti. Maka jangan salah memahami ini ketika dikatakan pada waktu itu akan ada dua orang di atap, satu akan dibawa, satu akan ditinggalkan. Ini sedang berbicara tentang penangkapan oleh Bangsa Romawi yang dilakukan kepada orang-orang Yerusalem, Tuhan sedang mengatakan kalau ada bangsa lain sedang mendekat, mau menghancurkan Israel, cepat lari, jangan sok membela bangsa ini, karena bangsa ini sudah mau Tuhan hancurkan. Jangan ada nasionalisme membela Israel lagi karena Israel sudah ada pada kesudahannya ketika ada pembinasa keji berdiri di tempat suci. Jadi Yesus sedang mengatakan Israel selesai, tidak ada lagi bangsa di tempat itu, tidak akan ada lagi Bait Suci berdiri, semua akan diruntuhkan, ini nubuatan yang sangat keras. Yeremia pernah bernubuat seperti ini, tetapi setelah itu Yeremia akan mengatakan Tuhan akan memulihkan umatNya akan ada perjanjian baru, akan ada pemulihan, Mesias akan datang, jadi nubuat kehancuran yang diberikan oleh Yeremia adalah nubuat yang sementara saja sifatnya karena kehancurannya belum total, Tuhan akan pulihkan Israel kembali setelah Yeremia menubuatkan kehancuran Israel. Tapi waktu Tuhan Yesus menubuatkan kehancuran Bait Suci, ini nubuat final, karena setelah itu Bait Suci akan digantikan oleh Dia dan umatNya. Bait Suci yang sejati sudah berpindah dari bangunan itu kepada Yesus dan pengikut-pengikutNya orang percaya.

Jadi pada bagian ini Yesus menubuatkan penghakiman yang sangat keras. Murid-murid mengatakan “betapa indahnya Bait Suci”, dan Yesus mengatakan “apa yang kamu lihat akan datang harinya dimana tidak satu batu pun dibiarkan tergeletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan”. Ini nubuat yang keras sekali, ini nubuat yang menyatakan Tuhan tidak peduli sejarah masa lalumu, jika kita tidak setia sekarang, Tuhan bisa hancurkan kita sekarang. Bagaimana engkau bersikap ketika Tuhan menyatakan diri sekarang? Apa yang sudah kita lakukan di masa lalu tidak bisa dipakai untuk menjadi modal apa pun, karena setiap hal baik yang kita kerjakan adalah sewajarnya kita kerjakan. Saudara tidak bisa harap Tuhan memberikan kepada kita penghargaan jasa yang besar karena kita sudah begitu baik melayani Tuhan, karena segala pelayanan itu merupakan sesuatu yang sewajarnya kita lakukan. Pelayanan yang kita kerjakan akan mendapatkan penghargaan bagi Tuhan. Tapi pelayanan yang kita kerjakan tidak menolong kita waktu kita menjadi tidak setia. Apa yang sudah kita kerjakan dulu tidak menolong kita sekarang. Inilah pelajaran yang Tuhan berikan kepada Israel.

Saudara kalau membaca dari Yeremia, salah satu dosa besar yang membuat Tuhan benci Israel dan buang adalah karena mereka tidak punya belas kasihan, tidak mudah kasihan kepada orang. Saya terkadang mesti ajak kita semua pikir kembali dalam hidup Saudara sampai sekarang berapa banyak belas kasihan yang Saudara sudah berikan kepada orang lain dan bentuknya apa? Apakah Saudara memberikan belas kasihan dalam bentuk keuangan untuk orang yang perlu? Apakah Saudara memberikan perhatian kepada mereka yang perlu? Mudahkah hati kita tergerak oleh belas kasihan? Atau kita terlalu banyak mengasihani diri sehingga lupa untuk mengasihani orang lain. Demikian juga dengan hidup kita, waktu kita mulai diselewengkan sedikit, hati-hati, karena ini adalah cara iblis bekerja, dia investasi selalu jangka panjang, dia tidak pernah ambil keuntungan singkat. Saudara yang serakah mau cepat dapat uang, Saudara masuk dalam jerat setan. Saudara harus tahu, setan tidak suka main keuntungan singkat, dia sukanya main jangka panjang. Maka kalau Saudara perlu untuk hari ini dan uang Saudara dipakai untuk hari ini, jangan investasi dalam saham. Setan investasi dengan sabar, dia tunggu hasilnya 20-30 tahun lagi, dia mulai tahun 1900 awal dan dia nikmati hasilnya di tahuan 1980, sabar luar biasa. Dia akan invest dengan sabar kepada Saudara, kita akan mulai kehilangan waktu dengan Tuhan, kita akan mulai kehilangan kecintaan kepada Tuhan, kita akan mulai toleransi segala dosa yang kecil-kecil. Kita akan mulai mengatakan “ini bukan hal yang masalah, orang lain melakukan yang lebih parah dari pada saya”. Ada orang yang mulai tidak setia dalam hal keuangan, mulai kecil-kecil tidak disadari. Ada yang tidak setia dalam hal seksualitas, mulai kecil-kecil tanpa dia sadari. Ada yang tidak setia di dalam kekejaman hati, dingin kepada orang lain, tidak punya belas kasihan dan dia pikir itu masih aman, lama-lama dia akan sangat jauh dari Tuhan. Israel mulai tersingkir dari Tuhan, dan akhirnya mulai datang penghukuman dari Yesus Kristus. “Tidak ada lagi kesempatan kamu akan dibuang dan tradisi besarmu tidak akan menolong”, ini mengerikan sekali. Tuhan menghakimi dengan cara yang keras.

Lalu ayat 7, Yesus mengatakan Bait Suci akan hancur, di dalam ayat 7 murid-murid bertanya “kapan itu akan terjadi dan apa tandanya itu akan terjadi?”, ini pertanyaan harus kita pahami dengan jelas. Murid-murid bertanya “kapan?”, di ayat sebelumnya “kapan Bait Suci akan hancur? Apa tanda kehancuran Bait Suci?”. Yesus mengatakan waktu Bait Suci hancur akan banyak orang mengaku dia adalah Mesias yang sudah datang. Mesias palsu datang untuk memimpin Israel berjuang melawan Roma. Tapi Yesus mengatakan “tidak, karena Roma akan menang”, itu yang seolah-olah Yesus nyatakan. Mesias palsu akan mengatakan “akulah dia, mari berperang, waktunya sudah dekat”, jangan mengikuti mereka. Ayat 9, “apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, jangan terkejut, sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera”. Bangsa akan bangkit melawan bangsa, kerajaan bangkit melawan kerajaan. Tuhan seringkali memakai peperangan untuk menyatakan hukuman, peperangan yang terjadi salah satunya adalah karena Tuhan mau menyatakan penghukuman. Bangsa-bangsa bangkit melawan bangsa di dalam tangan Tuhan. Tuhan mau hancurkan kehidupan di bumi dengan mengambil damai sejahtera. Bumi sudah menolak Tuhan dan Tuhan ambil damai sejahtera. Begitu Tuhan ambil damai sejahtera, manusia tidak punya halangan lagi dan mereka menjadi sangat kejam. Di sini dikatakan bangsa akan bangkit melawan bangsa, kerajaan bangkit melawan kerajaan, ini aspek manusia. Aspek politik akan Tuhan pakai untuk penghukuman, dan ini juga akan Tuhan pakai untuk menghukum Israel. Israel akan diserang oleh kerajaan yaitu Romawi. Lalu dikatakan gempa bumi dahsyat akan terjadi, akan ada banyak kelaparan dan penyakit sampar, dan akan terjadi hal-hal yang mengejutkan, dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Gempa bumi bisa Tuhan pakai sebagai penghukuman. Meskipun kita tidak pernah mengatakan semua korban gempa bumi adalah karena dihukum Tuhan. Karena kalau gempa terjadi, orang yang benar pun pasti kena, tidak mungkin gempa hanya kena kepada orang yang jahat. Korban dari gempa adalah semua, bukan cuma orang jahat. Lalu Tuhan mengatakan akan ada penyakit sampar dan kelaparan. Tuhan bisa pakai penyakit, Tuhan bisa pakai kekurangan pangan untuk menghukum manusia. Banyak orang tidak peduli untuk masa depan, untuk makanan dan juga untuk kestabilan, akhirnya harus mengalami penghukuman dari Tuhan. Takut akan Tuhan lebih baik dari pada kita menjadi orang yang mengorbankan kesucian di hadapan Tuhan demi mendapatkan uang. Korbankan kesucian, lakukan dosa demi dapat uang, itu tindakan bodoh. Tetap setia kepada Tuhan, itu tindakan bijak. Maka Tuhan memberikan penghukuman dengan politik, perang, gempa yang dahsyat, alam dipakai Tuhan untuk menghakimi, penyakit sampar dan kelaparan, dan tanda mengejutkan dari langit. Tanda mengejutkan dari langit itu adalah banyak peristiwa atau fenomena apa pun di bumi yang mengikuti dengan tanda langit. Ini adalah kepercayaan dari orang-orang Israel Perjanjian Lama. Kalau terjadi sesuatu di bumi dan ada tanda di langit itu berarti yang terjadi di bumi itu terjadi karena Tuhan sedang hukum. Orang yang dipercaya kalau bulan berwarna merah, berarti Tuhan akan menghakimi dengan perang yang besar dan banyak darah akan tertumpah. Jadi bulan merah bertanda darah akan tertumpah. Ini tidak berarti setiap ada bulan merah berarti akan ada darah yang tertumpah. Orang Israel percaya seperti itu, ini mitos atau fiksi, atau apa, saya tidak tahu. Tapi dalam bagian ini mengatakan kalau Tuhan menghukum, kamu akan tahu ini hukuman Tuhan, kamu akan tahu Tuhan sedang melawan Israel, sedang melawan bangsa-bangsa. Dan tanda-tanda dahsyat ini akan menyatakan Tuhan murka dan Tuhan sedang mengacaukan hidup termasuk hidup Bangsa Israel.

Tapi bagian selanjutnya mengatakan sebelum semua itu, kamu pun akan tersiksa, kamu akan dianiaya. Ini bagian kedua. Bagian pertama, Tuhan memberikan penghakiman bagi bangsa-bangsa yang memberontak. Sekarang masuk bagian kedua, bagaimana dengan orang-orang yang setia kepada Tuhan? Pada waktu itu Tuhan mengatakan orang-orang yang percaya Yesus akan jadi musuh utama dari orang Isrsael. Ini terajadi sebelum tahun 70, Paulus adalah rasul terakhir yang masuk Yerusalem untuk berkhotbah, setelah itu dia ditangkap. Dan tidak ada lagi rasul diijinkan ada di Yerusalem. Sebelum Paulus banyak rasul-rasul yang sudah dianiaya dan disuruh keluar, sebelum mereka dianiaya sudah ada orang seperti Yakub dan Stefanus yang mati martir di situ. Yerusalem menolak rasul-rasul Tuhan. Dan Paulus adalah yang terakhir, setelah itu penindasan kepada orang Kristen menjadi sangat dahsyat. Orang Israel membenci orang Kristen dengan sangat, sehingga mereka memaksa orang-orang Kristen untuk memberikan jalan bagi mereka dengan cara pergi dari Yerusalem. Kalau tidak pergi, mereka akan ditindas, dianiaya. Jadi pada waktu itu Tuhan Yesus sudah menubuatkan “kamu akan sulit menjadi orang Kristen, karena semua orang membenci kamu oleh karena nama Kristus”. Mungkin kita tidak lagi mengalami hal ini, tapi Tuhan Yesus mengingatkan bahwa kesaksian nama Kristus akan diharumkan oleh orang-orang yang mengalami kesulitan seperti ini. Kita tidak bisa membayangkan berapa hebatnya Kekristenan menyebar dari abad 1-4. Tapi penyebaran itu sepertinya berhenti di abad-abad selanjutnya karena Kekristenan semakin stabil. Waktu Kristen stabil, penyebarannya menjadi pelan. Waktu Kristen penuh dengan penganiayaan, penyebarannya begitu cepat. Mengapa penganiayaan membuat Kekristenan menyebar sangat cepat? Karena penganiayaan dijalani dengan ketaatan kepada Tuhan, penganiayaan dijalani dengan ketiadaan kepahitan, penganiayaan dijalani dengan kemampuan mengasihi, pada waktu itu kekuatan orang Kristen untuk menjadi saksi besar sekali. Bagian ini sama sekali tidak berkata untuk kita mencari penderitaan, bagian ini mengatakan penderitaan dan kesulitan akan datang, tidak perlu cari penderitaan. Jadi Yesus tidak mengatakan “carilah penderitaan”, Yesus mengatakan “kalau penderitaan itu kena ke kamu, berbahagialah kamu karena kamu akan menjadi saksi yang kuat sekali”.

Dikatakan “kalau waktu itu tiba, Aku sendiri yang akan mengatakan di tengah kesaksianmu”, Yesus akan memberkati orang yang menderita dan membuat mereka tahu harus menyaksikan apa. Ini tidak berlaku untuk pengkhotbah yang malas persiapan, “Tuhan, Engkau berjanji di ayat 15: sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat sehingga kamu tidak bisa ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Tuhan, saya klaim janjiMu. Lukas 21:15. Besok saya harus berkhotbah dan belum persiapan, Engkaulah yang memberikan”, Tuhan akan menjawab “enak saja, kamu harus persiapan”. Ini adalah untuk orang yang sedang berada dalam kesulitan, ditangkap lalu diadili, di tengah pengadilan dia bisa bersaksi. Kesaksian dari mana, keberanian dari mana? Dari Tuhan, Tuhan yang akan membuat orang ini berani menyaksikan nama Tuhan. Tetapi jangan lupa penderitaan yang dialami, dia akan diserahkan juga bukan cuma oleh orang-orang lain, tetapi juga oleh keluarga, oleh orang-orang dekat, oleh sahabat. “Beberapa diantara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci oleh semua orang oleh karena namaKu”, tapi Yesus berjanji “tidak ada sehelai dari rambut kepalamu akan hilang”. Ini unik, dikatakan Tuhan pelihara rambut di kepalamu, misalnya di dalam Kitab Mazmur, bahkan melewati kematian pun Tuhan akan pelihara. Jadi yang dimaksud dengan sehelai rambut tidak akan jatuh adalah mati pun Tuhan akan pulihkan. Bukan berarti orang Kristen tidak akan mati, karena dikatakan “kamu akan dibunuh”, ayat 16, ayat 18 “tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang”. Ini agak pointless, ketika ada orang dibunuh, Saudara mengatakan “Tuhan, katanya sehelai rambut pun tidak hilang”, maksudnya bukan itu, bukan tidak akan kena celaka, tidak akan kena bahaya, semua itu tipuan setan. Orang Kristen sedang dikatakan bahaya pun Tuhan sertai, mati pun tidak akan membatalkan janji Tuhan, maka Yesus mati di kayu salib, janji Tuhan tetap nyata, Dia bangkit pada hari ke-3. Janji Tuhan senyata kebangkitan Kristus. Sehelai rambut tidak akan jatuh dari kepalamu, maksudnya adalah apa pun yang lawanmu lakukan kepadamu itu tidak akan membatalkan apa yang Tuhan mau kerjakan bagimu, Tuhan akan memberikan pengharapan kebangkitan. Bagian ini memberikan pengharapan yang indah sekali. Bagi mereka yang tidak setia dan mengkhianati Tuhan, Tuhan tidak akan melihat kemegahan zaman lalu. Dalam keadaan hukuman, kadang-kadang orang Kristen juga ikut menderita, bahkan sangat menderita. Kita ikut kena dampak dari murkanya Tuhan, tapi kita tidak dimurkai Tuhan. Penderitaan yang kita alami bukan akibat murka Tuhan, melainkan akibat Tuhan mau menjadikan kita saksiNya. Penderitaan, kesulitan, tekanan dari yang lain harus kita jalani dengan keadaan mau setia kepada Tuhan. Mungkin hidup kita sulit, itu bukan sesuatu yang kita bikin sendiri, itu di luar kendali kita, tapi kita mau belajar setia kepada Tuhan, belajar taat kepada Tuhan, belajar tidak pahit, belajar tetap berharap, belajar mau jadi saksi Tuhan di tengah kesulitan yang terjadi, itulah yang menjadi komitmen kita bersama. Dan Tuhan menjanjikan “engkau tidak akan kehilangan sehelai pun rambut dari kepalamu”, Tuhan menopang orang-orangNya yang Dia mau pakai menjadi saksiNya, Tuhan menopang anak-anakNya di dalam kesulitan. Dan ayat 19 “kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu”. Hidup itu di tangan Tuhan yang akan Tuhan berikan kepada kita.

(Ringkasan ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)