Anda disini : Home » Reformed Theology » Surat Efesus » Efesus 5
GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA - Bandung
 
 

Efesus 5

Pdt. Agus Marjanto, M.Th.

PA Efesus 5

Saudara-saudara ini adalah pertemuan yang kelima dan kita akan masuk di dalam Efesus pasal 5. Sebelum itu saya akan memberikan overview sekali lagi daripada Efesus bab yang pertama sampai keempat, sebelum kita masuk ke bab yang kelima. Mari kita lihat bab yang pertama terlebih dahulu pasal yang pertama.

Efesus itu ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Efesus yang memiliki struktur penulisan seperti demikian. Paulus mau menyatakan mulai daripada suatu pekerjaan Allah Tritunggal di dalam kekekalan yang nanti dinyatakan di dalam sejarah lalu dibawa oleh gereja dan kemudian masuk di dalam individu. Efesus pasal 1 berbicara mengenai sesuatu pekerjaan Allah Tritunggal di dalam kekekalan, sesuatu sistem yang sifatnya adalah cosmic drama, dan tidak mungkin kita mengerti kalau bukan Tuhan yang menyatakanNya kepada kita dan apa yang Allah Tritunggal kerjakan dalam kekekalan adalah sesuatu yang sifatnya adalah berkat-berkat yang rohani. Di dalam Efesus kita akan mendapatkan penilaian berkat rohani itu adalah far beyond (jauh lebih besar), daripada berkat jasmani. Dan itu dikerjakan oleh Allah di dalam kekekalan bagi kita. Misalnya saja dia sudah menentukan kita dari semula untuk menjadi anak-anakNya, ditebus, diampuni dosanya, dan disatukan di dalam Kristus, dan bahkan dia melakukan kepada kita suatu pengharapan yang tidak mungkin akan mati, memberikan kepada kita sesuatu materai, jaminan bahwa keselamatan yang Dia kerjakan itu bagi kita, pilihannya itu tak mungkin gagal di dalam hidup kita. Semua itu sudah dikerjakan oleh Allah Tritunggal bagi kita di dalam kekekalan yang melampaui understanding. Kalau bukan Tuhan menyatakan rahasia kehendakNya kepada kita tak mungkin kita bisa mengerti apa yang Dia kerjakan di dalam hidup kita. Di dalam bab yang pertama, bicara mengenai comic drama apa yang menjadi pekerjaan daripada Allah Tritunggal kepada kita yang dikerjakan di dalam Kristus. Saudara harus tahu ini adalah satu kalimat yang agung “in Christ, di dalam Kristus”. Di dalam Kristus kita dipilih, ditentukan, dipanggil, dikuduskan, kita dibenarkan, ditebus, diampuni kita disertai sampai kekekalan. Semua berkat Allah yang diberikan di dalam kita adalah in Christ, di dalam Kristus, ini penting sekali, di dalam bahasa teologianya adalah union with Christ (kesatuan di dalam Kristus). Apart from Me you can do nothing. Yesus Kristus pernah mengatakan di luar Aku, engkau tidak dapat melakukan apapun. Di luar Aku engkau tak mungkin bisa berbuah, berubah, dikuduskan, bertahan. Semua kalimat-kalimat Yesus Kristus itu tersimpul daripada satu yaitu apart from me you can do nothing. Kalau Saudara mengerti cara pandang daripada Alkitab maka Saudara akan mengerti ini adalah suatu hal yang paling penting di dalam hidup kita union with Christ (kesatuan di dalam Kristus). Seluruh berkat Allah akan diberikan kepada kita di dalam Kristus. Seluruh pekerjaan-pekerjaan Allah akan terjadi di dalam hidup kita itu adalah di dalam Kristus.

Bab yang kedua, bicara berkenaan dengan realita sejarah yang bisa terlihat, bicara berkenaan dengan sesuatu perubahan di dalam diri seseorang, yang tadinya belum lahir baru sekarang menjadi lahir baru, Alkitab menggunakan kalimat tadinya adalah anak-anak durhaka sekarang adalah penurut, anak-anak terkasih di dalam Kristus. The son of disobidience menjadi the son of obidience. Realita sejarah yang sungguh-sungguh bisa dilihat. Bagaimana orang yang dahulunya itu mati karena mengikuti jalan dunia ini, metaati penguasa kerajaan angkasa dan menjadi orang-orang durhaka, sekarang karena rahmat yang kaya dan karena kasih Allah yang besar itu telah hidup. Kalau Saudara melihat daripada seseorang yang bertobat, ada perubahan. Seseorang Kristen adalah seseorang yang pertamanya ditandai dengan perubahan. Bab yang kedua bicara bagaimana apa yang tadinya itu tersembunyi sekarang dinyatakan di dalam sejarah. Itu adalah sesuatu perubahan karena adanya pilihan di dalam kekekalan. Adanya penentuan di dalam kekekalan. Ada pengudusan yang akan terjadi yang sudah direncanakan di dalam kekekalan. Orang Kristen jangan pernah berpikir secara fenomena, orang Kristen harus berpikir secara hakekat, noumena. Kalau Saudara bisa menjadi Kristen, berubah, sungguh-sungguh, dari dulu yang tidak suka Firman sekarang suka Firman, jangan pernah berpikir itu adalah sesuatu yang Saudara sendiri kerjakan. Kalau tidak ada daripada penentuan daripada Allah di dalam kekekalan, maka semua ini tak mungkin terjadi. Kalau Saudara mengerti ini maka akan mengerti ending daripada seluruh hidup kita itu adalah soli Deo gloria, kemuliaan hanya kepada Allah saja. Karena Allahlah yang merancangkannya bagi kita. Bahkan sebelum kita itu mengertinya.

Bab yang ketiga bicara berkenaan bahwa orang-orang yang berubah itu, itulah Church, itulah gereja Tuhan. Orang-orang yang mendapatkan cosmic drama itulah gereja Tuhan. Itu dikumpulan dan disatukan di dalam sebuah gereja, yang nantinya adalah orang-orang yang proclaim (memberitakan) pekerjaan Allah ini dari cosmic drama sampai sejarah dari penebusan, dari cosmic drama sampai kepada realitas sejarah daripada pekerjaan Allah Tritunggal. Proclaim, to preach. Ada satu bagian di daripada Efesus pasal yang ketiga adalah bicara berkenaan dengan to preach to the gentile, untuk menyatakan, berkhotbah kepada orang-orang Kafir, orang yang tidak mengenal Allah. The unsearchable richess of Christ. Kekayaan Kristus yang tidak terselami yang begitu luar biasa kaya tidak mungkin kita bisa pikirkan. Sebagai orang Kristen biarlah kita boleh bertumbuh. Berapa orang yang sungguh-sungguh bisa mengerti mengenai Injil in, Firman yang kita baca ini menyadarkan kepada kita mengenai pekerjaan Allah Tritunggal yang begitu kaya itu,yang tidak mungkin bisa kita peroleh kecuali Tuhan yang menganugerahkan. Tetapi setelah Dia memberikan anugerah, saya mau tanya, berapa banyak dari kita yang mengerti ini adalah anugerah yang luar biasa besar? Saudara tidak mungkin akan berlutut dan kemudian hati itu hancur berterima kasih kepada Tuhan. Saudara harus minta kepada Tuhan untuk boleh mengerti dan Efesus pasal 3 mengajarkan bahwa kita dapat memahami betapa lebarnya, panjangnya, tingginya, dalamnya kasih Kristus itu. Dapat mengenal kasih itu sekalipun Ia melampaui segala pengetahuan. Tanpa mengerti berkat Tuhan yang besar dalam hidup Saudara, tak mungkin bertumbuh di dalam mengasihi Tuhan. Anugerah Allah Tritunggal diberikan di dalam Kristus Yesus bagi kita. Anugerah yang tak terselami dan Alkitab mengatakan betapa panjangnya, lebarnya, tingginya, dalamnya itu. Berdoalah seperti Paulus berdoa, “Tuhan biarlah aku boleh mengenal daripada kekayaanMu, kasih setiamu, kebaikanmu, yang Kau berikan kepadaku.” Nikmatilah kebaikan Tuhan. Orang yang menerimanya akan dikumpulkan di dalam gereja dan memproklamasikan kepada dunia di hadapan setan mengenai adanya kekayaan yang tidak terjangkau di dalam Kristus Yesus bagi orang-orang kafir. Dan ketika kita berhadapan dengan dunia ini berhadapan dengan kuasa kegelapan mau tidak mau mereka itu akan melawan kita. Nanti Saudara akan lihat ujung daripada Efesus pasal 6 adalah berbicara mengenai peperangan rohani dan untuk itulah Paulus mengkhotbahkan daripada kekayaan Kristus, rahasia kekayaan Kristus kepada gentile kepada kafir itu. Efesus pasal 3 mengatakan Paulus adalah orang yang dipenjarakan karena Kristus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah. Ada satu dignity sesuatu kehormatan bagi kita kita adalah orang-orang yang mendapatkan unsearchable richness of Christ.

Bab yang keempat bicara berkenaan dengan manifestasi daripada Identitas kita sebagai orang yang sudah menerima anugerah Tuhan. Paulus menyatakan suatu panggilan untuk berjalan sesuai dengan identitas. Maka perhatikan baik-baik, di sini pasal yang keempat, pasal pertama, kedua, ketiga, adalah berbicara mengenai orthodoxy. Doxy itu adalah doktrin, ortho itu adalah sesuatu yang ortodoks. Sesuatu yang benar. Pasal pertama, pasal kedua, pasal ketiga, orthodxy. Sekarang pasal keempat, pasal kelima, pasal keenam sekarang orthopraxy. Orthopraxy itu berarti engkau sekarang harus berlaku yang benar. Kalau engkau memiliki satu doktrin yang benar, engkau sekarang memiliki kelakuan yang benar. Orang reformed adalah orang yang menekankan doktrin dan doktrin itu tidak akan menjadi sesuatu yang menyelamatkan kita sebelum doktrin itu menjadi sesuatu yang kita aplikasikan. Sebaliknya kalau berbicara mengenai aku mau yang praktis-praktis saja, itu tidak mungkin. Karena tidak ada aplikasi yang tidak ditarik dari doktrin.

Pasal keempat ayat 1-16 itu adalah walk in unity (berjalanlah di dalam kesatuan gereja). Gereja adalah orang-orang yang mendapatkan kekayaan Kristus yang tidak teraih itu. Berjalanlah di dalam kesatuan. Itu ayat 1-16. Pasal 17-32 adalah berjalanlah di dalam kesucian (holliness). Sekarang pasal 5:1-8A itu adalah berjalanlah di dalam kasih. Ketika berbicara berkenaan dengan kasih, itu adalah sesuatu sifat yang dimunculkan dari kita kepada orang lain. Sehingga Saudara lihat bagaimana ayat 2-7 bicara berkenaan dengan orang lain. Kamu jangan cemar, jangan berbicara kotor, jangan bersundal, jangan berbicara yang hampa karena itu semuanya sama seperti orang lain. Dan ini adalah bicara mengenai etika Kristen tetapi intinya adalah love. Orang yang sudah dilahirbarukan, adalah orang yang di dalam hatinya ada modal dan modal itu adalah Yesus yang telah mengasihi aku, yang telah menyerahkan diriNya untuk kita. Kalau Kristus itu mati bagi kita dan kasihNya itu kita bisa kenal, bukan dimengerti saja, tapi dialami, maka baru kita bisa mengasihi orang lain, baru kita bisa memberikan diri kepada orang lain. Yesus Kristus mengatakan biarlah engkau boleh bertekun, mencari, mengetuk, mintalah Roh Kudus kepada Bapamu dan Bapamu itu akan memberikannya. Apa sih meminta Roh Kudus itu? Bukankah kita semua orang yang sudah memiliki Roh Kudus. Bagaimana mungkin kita perlu meminta Roh Kudus? Dan tak mungkin orang bisa tekun kalau tidak ada Roh Kudus di dalamnya. Bagaimana mungkin orang bisa meminta Roh Kudus kalau tidak ada Roh Kudus di dalamnya? Maka setelah saya coba gumulkan-gumulkan dan saya coba liat commentary, maka orang-orang Puritan itu mengatakan, ketika Yesus bicara minta Roh Kudus adalah mintalah pengenalan, pengalaman-pengalaman hidup, pengalaman dengan Roh Kudus. Orang reformed itu sebenarnya bukan orang yang kering. Orang reformed itu adalah orang yang tenggelam bersama pengalaman-pengalaman dengan Allah. Kita mungkin selama ini mengerti secara subjektif Allah itu baik, Allah itu suci, Allah itu murah hati, Allah itu kasih. Saya mau tanya, apakah Saudara memiliki pengalaman subjektif untuk hal itu? Seluruh kekristenan harus mencangkup dua hal ini, objektif dan subjektif. Jikalau itu objektif maka Saudara akan melihat sesuatu itu ada di luar Saudara. Saudara mengerti tapi tidak pernah mengalami. Tapi kalau seperti orang kharismatik, tidak pedulikan objektif hanya pikirkan subjektif, maka menjadi sesuatu yang self centre tapi Saudara tidak bisa menguji apakah pengalaman itu adalah suatu kebenaran atau kesesatan. Tetapi Alkitab mengajarkan ada hal-hal yang sifatnya subjektif yang harus didukung oleh objektif dan yang objektif itu harus ada pengalamannya. Saudara mintalah itu. Apakah sungguh-sungguh Saudara mengerti dan mengalami kasih Kristus itu? Kapan terakhir Saudara berlutut di hadapan Tuhan sendiri, di kamar Saudara, di tempat yang sendiri itu? Lalu mungkin tertunduk sampai ke tanah tidak ada kata yang bisa diucapkan. Kecuali cuma air mata menikmati Allah yang mengasihi kita. Alkitab menyatakan maka hiduplah di dalam kasih. Bagaimana Tuhan aku bisa mengasihi? Karena Kristus sudah mengasihi engkau. Kalau Saudara tidak bisa mengasihi itu karena bukan hal yang lain tetapi karena kita tidak punya pengenalan dan pengalaman bersama dengan kasih Kristus itu. Salah satu hal yang sulit sebenarnya adalah mengkhotbahkan mengenai cinta kasih. Suatu hari saya itu kesulitan sekali untuk mengerti mendefinisikan mengenai love. Agape love (kasih). Kalau boleh ditanya coba definisikan kasih itu apa? Maka saya tidak mendapatkan definisi apa saja di dalam Alkitab kecuali satu definisi. God is love. Maka ketika saya mau menuliskan mengenai love saya tidak punya kata apapun saja karena begitu panjang begitu besarnya kata ini. Sampai kemudian saya menemukan 1 Korintus 13 mengenai definisi love. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, kasih itu tidak berkesudahan, kasih itu menutupi segala dosa. Saya baru menyadari bahwa itu bukanlah definisi. Itu adalah sebuah penjelasan. Itu adalah detail. Itu penjabaran mengenai kasih dan saya mulai menyadari sangat mungkin Paulus sedang tidak menggambarkan mengenai tulisan akademis, Paulus sedang mengingat-ingat siapa Kristus. Mulai sejak Kristus itu di Betlehem sampai besar, sampai kemudian Dia berjalan sebagai tukang kayu, dan kemudian Dia mengajar, dan kemudian Dia difitnah, disalah mengerti, dipaku di atas kayu salib, dimahkotai duri, mengucapkan kalimat-kalimat yang agung di salib itu, tujuh kalimat di salib itu. Maka Paulus menuliskan dan dengan hati yang remuk dia menuliskan segala sesuatu mengenai kasih itu karena itu adalah Kristus sendiri. Saudara-saudara mintalah anugerah Tuhan untuk menyatakan siapa Kristus itu. Melihat kemuliaan Kristus barulah kita melihat dan mengerti kasih itu apa. Dan ketika kita menemukan kasih, kita akan melihat kalimat yang sama tapi berbeda dengan dunia. Kalau dunia itu bilang aku cinta kamu, itu bahaya sekali. Kalau Kristen bicara aku cinta kamu, itu adalah self sacrifice. Itu adalah selfgiving love, diri yang dikorbankan, direndahkan, diberikan untuk orang agar orang yang diberikan kasih tersebut menjadi sempurna. Kristus ketika bicara berkenaan dengan love, Dia adalah Allah yang mengosongkan diri, memberikan cintanya untuk kita itu bisa disempurnakan, bisa diterima, bisa disucikan. Maka kalau kita mengerti itu gak ada lagi perkataan kotor, yang kosong, yang sembrono, keinginan-keinginan yang tidak beres. Saya akan jelaskan sesuatu berkenaan dengan uncleaness (segala sesuatu yang tidak bersih, tidak beres). Saudara perhatikan kata-kata kotor, kata-kata yang mengejek, kata-kata yang menyudutkan seseorang, gerak tubuh (gestures) yang menghina atau yang kotor itu tak pernah boleh dilakukan oleh orang Kristen yang mendapatkan kekayaan yang tidak terselami di dalam Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak terang. Hiduplah sebagai anak-anak yang mengerti identitas. Dari doktrin menjadi sesuatu yang praktikal.

Bagian yang kedua, adalah ayat 8B-14. Ini bicara berkenaan berjalanlah (walk in light) dalam terang. Bagian pertama adalah bicara berkenaan walk in love, yang kedua adalah walk in light. Ini adalah bicara berkenaan dengan terang. Dan penekanan di dalam area ini adalah purity. Hidup Kristiani adalah hidup yang terbuka di hadapan Allah dan di hadapan sesama manusia. Apakah sungguh-sungguh perkataan, pikiran kita, perenungan hati kita, keputusan-keputusan kita, tindakan-tindakan kita, benda-benda yang kita itu koleksi di rumah, adalah segala sesuatu itu berani terbuka di hadapan Allah dan di hadapan manusia? Ada suami-suami yang punya pikiran sendiri dan punya rencana sendiri yang tidak mau diketahui oleh istrinya. Ada istri-istri yang memiliki barang-barang sendiri yang tidak mau diketahui oleh suaminya. Ada suami istri yang memiliki simpanan sendiri yang tidak boleh diketahui anak-anaknya atau orang lain apalagi. Terbukalah di hadapan Allah dan di hadapan manusia. Apakah Saudara punya sms, berani untuk dibaca orang? Saudara dengan alasan privasi Saudara marah sama orang lain padahal Saudara menyembunyikan sesuatu motif tersendiri, rencana tersendiri, relation-relation yang sebenernya mungkin sangat najis. Kalau Saudara sungguh-sungguh lahir baru gak ada yang takut, gak ada yang ditakuti. Jadi orang itu adalah persis seperti gelas. Tembus semuanya. Alkitab mengatakan bahwa telanjangilah segala sesuatu itu dengan terang. Ini kalimat yang vulgar. Kalau Saudara adalah orang Kristen yang sejati, nyatakan itu seturut dengan identitas, calling, panggilan, sudah menerima Allah Tritunggal di dalam pekerjaan Yesus Kristus, Saudara harus berani ditelanjangi, harus berani dibongkar, harus berani tidak ada satu pun yang dipertahankan sebagai sesuatu yang sifatnya privasi. Di hadapan Allah dan di hadapan sesama biarlah kita boleh hidup di dalam terang.

Hal yang lain ayat 15-21, Paulus menegaskan di sini adalah berjalanlah di dalam kebijaksanaan (walk in wise, walk in wisdom). Apa itu bijaksana? Maka di sini dikatakan adalah mengerti kehendak Allah. Saudara-saudara bagaimana Saudara-saudara bisa mengerti kehendak Allah selain daripada FirmanNya? Orang yang mendalami Firman (bukan akademisi Firman) adalah orang yang mau untuk merenungkannya setiap hari, mencintai, seperti yang tadi saya katakan, pasal pertama daripada Mazmur adalah orang yang bijaksana. Orang yang diberikan anugerah oleh Tuhan mengerti pikirannya Tuhan, mengerti cara kerja Tuhan, mengerti isi hati Tuhan, mengerti pribadi Allah, mengalami Allah secara pribadi. Bijaksana lain dengan kepandaian. Kepandaian Saudara bisa cari, tempatnya universitas sampai s2 sampai s3 di Amerika Saudara akan jadi lebih pandai dari orang lain tapi tidak lebih bijaksana. Alkitab mengatakan fear of the Lord is the beginning of knowledge. Fear of the Lord is the beginning of wisdom. Takut akan Allah adalah permulaan daripada bijaksana itu. Orang yang takut akan Allah adalah orang yang merenungkan Firman. Orang yang takut akan Allah adalah orang yang menyadari bahwa hal yang paling hormat dalam hidupnya adalah Allah dan FirmanNya. Calvin menyatakan tidak ada yang lebih tinggi daripada Allah dan FirmanNya. Hiduplah di dalam kebijaksaan dan perhatikan dengan seksama atau dikatakan perhatikan langkahmu. Berjalanlah tidak seperti orang yang tidak bijak tetapi sebagai orang yang bijak. Kemudian dia menggabungkan di sini hal yang sama ada dalam Mazmur pasal 90, dia menggabungkan ayat 16, pergunakan waktu yang ada, making the best use of time. Maka ini digabungkan antara bijaksana dengan waktu. Bijaksana dikaitkan dengan kehendak Allah, bijaksana dikaitkan dengan waktu. Ayat 18 mengatakan janganlah kamu mabuk oleh anggur oleh karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tapi hendaknya kamu penuh dengan Roh bijaksana yang memiliki fear of the Lord. Orang yang menggabungkan antara bijaksana dengan kehendak Allah adalah orang yang berjalan di dalam Roh atau orang yang penuh dengan Roh. Setiap orang Kristen harus minta dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita tidak seperti orang kharismatik, orang kharismatik mengatakan you sudah ada Roh Kudus belum? Orang reformed harus mengatakan sudah karena ketika kita terima Yesus Kristus itu kita terima Roh Kudus, tapi dipenuhi oleh Roh itu dua hal yang berbeda dengan menerima Roh. Alkitab di dalam Kisah Para Rasul, kita akan menemukan beberapa kali para Rasul dipenuhi oleh Roh. Inti dari orang yang dipenuhi Roh itu adalah orang ini makin lama menjadi orang yang makin mengerti Firman. Berjalan di dalam Firman, berjalan di dalam Roh itu, adalah orang yang bijaksana. Kebijaksanaan digabungkan dengan kehendak Allah digabungkan dengan Firman dan digabungkan dengan aplikasi di dalam waktu. Making the best use of time.

Dan kemudian kita sekarang lihat bagian terakhir. Bagian terakhir adalah pasal 5:21 sampai pasal 6:9 dan Saudara perhatikan baik-baik di situ maka ada 3 relasi yang merupakan inti daripada semua masyarakat. Dan tiga relasi yang merupakan inti daripada masyarakat adalah yang pertama adalah bicara mengenai suami istri, yang kedua adalah orang tua anak, yang ketiga adalah tuan dan hamba. Berjalanlah di dalam ketertundukan, berjalanlah di dalam ordo. Allah menciptakan manusia di dalam sebuah tatanan ordo. Allah menciptakan manusia dan manusia yang diciptakan itu apakah semuanya sama? Jawabannya adalah ada kesetaraan tetapi ada ordo. Ordo dan kesetaraan in harus dipertahankan. Saudara perhatikan bagaimana Allah Tritunggal bekerja di tengah-tengah dunia. Allah Tritunggal bekerja di tengah-tengah dunia. Apakah Allah Tritunggal itu setara? Jawabannya adalah ya setara. Bapa tidak lebih tinggi daripada Anak tidak lebih tinggi daripada Roh Kudus, tetapi ada ordo. Alkitab menyatakannya di tengah pelayanannya di tengah dunia, Allah Bapa mengutus Allah Anak dan Allah Bapa dan Allah Anak mengutus Allah Roh Kudus. Ini bicara mengenai ordo. Saudara lihat di dalam pelayanaNya di dunia di dalam pasal 14 Yohanes mengatakan bahwa Roh Kudus itu tidak akan memuliakan diriNya sendiri. Roh Kudus akan memuliakan Anak, Roh Kudus akan mengingatkan jemaat mengenai Firman yang sudah dikatakan oleh Kristus. Dia akan mempermuliakan Kristus. Sebaliknya Kristus mengatakan Aku memiliki suatu pekerjaan yaitu menggenapi rencana Allah Bapa supaya Allah Bapa dipermuliakan. Sesuatu yang sungguh indah di dalam kesetaraan ini. Roh Kudus bekerja untuk mempermuliakan Kristus, Kristus bekerja untuk mempermuliakan Allah Bapa. Tapi apakah mereka satu dengan yang lainnya itu adalah tidak setara? Jawabannya tidak. Mereka setara tapi Mereka berada di dalam ordo ketika mereka melayani. Demikian juga Saudara dan saya itu diciptakan di dalam tatanan ini. Ordo dan kesetaraan. Maka dalam Efesus ini Paulus menegaskan karena itu engkau harus pelihara di dalam engkau baik hubungan suami istri, orang tua anak, dan di dalam pekerjaanmu. Kalau itu jebol, itu hancur, you harus ingat tatanan seluruh Gereja itu hancur, tatanan seluruh society akan hancur. Berdasarkan pelayanan konseling yang saya dan istri saya layani, 99% atau boleh dikatakan 95% daripada kasus pernikahan adalah suami tidak mengasihi istri dan atau istri tidak mau taat kepada suami. Dan kalau itu sudah terjadi, akan seperti gulungan salju yang makin lama makin membesar seperti benang ruwet yang makin lama makin menggulung gak ada ujungnya, lalu kemudian hancur. Saudara-saudara biarlah kita tidak menipu diri. Apakah Saudara mau taat Tuhan? Jawabannya adalah ya, pasti dong, siapa berani bilang tidak taat sama Tuhan. Tuhan itu menciptakan dan bekerja melalui dunia ini dan ketaatan kepada Tuhan itu diberikan melalui ketaatan kepada tatanan (ordo). Suami engkau harus taat kepada Kristus, dan sekarang isteri engkau harus taat kepada suamimu, dan anak-anak engkau harus taat kepada orang tua, dan hamba-hamba engkau harus taat kepada tuanmu. Saudara-saudara di tempat yang lain biarlah engkau menghargai daripada orang-orang yang bekerja siang malam mengawasi kawanan daripada jemaat itu, itu berarti hamba Tuhan. Di tempat yang lain biarlah engkau boleh taat kepada pemerintah yang menyandang pedang. Jikalau ordo ini tidak dihormati sebenarnya kita ini sedang tidak menghormati Allah. Sebenarnya Manusia itu tidak ingin saling submissive, saling menghargai, saling tunduk satu dengan yang lain. Saudara, kalau orang tidak diikat di dalam pernikahan yang ada urusannya dengan struktur kemasyarakatan, mungkin dari dulu cerai. Karena apa? Karena sebenernya kita tidak mau untuk taat. Maka sekali lagi ini adalah bicara mengenai ordo. Paulus menyatakan kalau engkau adalah orang-orang yang sudah diberikan anugerah yang tidak terselami di dalam Kristus, engkau harus berjalan di dalam ketaatan ordo.

Efesus 5:31-33. Ada sesuatu yang Paulus itu susupkan di dalamnya dan di dalam pasal yang ke 5 ini Paulus mengulang apa yang ada di pasal 1, pasal 2, dan 3, dan 4 dan itu adalah bicara mengenai Gereja / ecclesiology. Kalau kita perhatikan ayat 32 maka kita akan menjumpai ayat yang aneh. Kenapa ini ayat yang aneh? Karena dari 22-33 semuanya bicara suami istri, tiba-tiba disisipkan oleh Paulus ketika dia bicara mengenai suami istri, tiba-tiba dia menyangkutkannya dengan hubungan Kristus dan jemaat. Teology of marriage dibawa kepada ecclesiology (doktrin gereja). Kalau Saudara mengerti bagaimana relasi suami istri yang baik, Saudara mengerti bagaimana suami mengasihi istri dan istri taat kepada suami? Maka Saudara mengerti melayani di Gereja itu seperti apa. Itulah sebabnya Paulus pernah mengatakan, aku mau orang yang melayani di Gereja dia itu menjadi kepala rumah tangga dari istri dan anak-anaknya, satu orang yang bisa dihormati dalam keluarganya. Kalau orang tidak bisa melayani di dalam keluarganya, dia tidak mengerti relasi suami dan istri, dan orang tua anak yang baik yang sehat, seperti yang Tuhan inginkan, jangan bicara mengenai Gereja. Banyak orang melayani di gereja tetapi keluarganya tidak karu-karuan. Keluarga ada itu adalah untuk pekerjaan Tuhan, bukan untuk keluarga itu sendiri. Maka ini adalah sesuatu yang penting. Ini bicara mengenai relasi ini, berati ada empat relasi. Pertama suami-istri, kedua orang tua-anak, ketiga tuan-hamba, keempat adalah gereja dan Kristus. Gereja harus mengerti Kepala Gereja kita adalah Kristus di mana Dia harus kita taati. Ini sebenernya adalah pasal yang 5:1-6:9 adalah sesuatu yang mudah, Saudara baca saja Saudara mengerti, bisa langsung aplikasikan.Tetapi saya sekali lagi mau mengingatkan berjalan di dalam unity (kesatuan), berjalan di dalam kesucian, berjalan di dalam kasih, berjalan di dalam terang, berjalan di dalam bijaksana, dan berjalan di dalam obidience (ketaatan satu dengan yang lain). Mari kita berdoa.